"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Selasa, 31 Agustus 2010

Hikmah yang bisa dipetik dari permasalahan dengan Malaysia


Saya termasuk orang yang selalu berprasangka baik sama siapapun termasuk dalam melihat sesuatu dengan kacamata yang mungkin bisa dikatakan kacamata seribu masalah, artinya bahwa munculnya suatu masalah bisa berarti,ada yang kurang benar dipihak kita, atau ada yang tidak beres dipihak lain, namun ketidak beresan ini bisa berarti positip jika kita mengganggap dalam rangka penyadaran, karena dibalik masalah ada hikmah yang bisa dipetik didalamnya, kan manusia hidup belajar dari masalah .
Masalah atau musibah yang menimpa hambanya memiliki manfaat yang sangat besar terutama bagi orang yang telah dilapangkan hatinya oleh Allah, karena musibah atau masalah menyadarkan atau bahkan membukakan pendengaran, penglihatan, dan hati selalu diselimuti oleh berbagai kenikmatan , disinggahi oleh tamu kesenangan dan dihalangi sekat kelalaian.
Musibah dapat menguatkan hati, menyadarkan dari kelalaian, mengasah akal,sehingga menjadi orang yang bijak , yang peka, yang punya pemikiran mendalam , yang banyak pengalaman, dan memiliki daya pemahaman yang kuat. Pengaruh yang muncul adalah kita bisa menikmati nilai nilai karunia setelah musibah berakhir, sehingga mendorong seseorang menjadi lebih sabar dan tabah.
Sehubungan dengan adanya masalah dengan negara tetangga Malaysia yang senantiasa mengusik jati diri bangsa Indonesia , dengan berbagai isue dan kejadian misal Hilangnya dari peta Kedaulatan kita tentang Pulau Sipadan Ligitan, masalah Tapal batas laut kita yang belum jelas sehingga menimbulkan saling Klaim wilayah, masalah yang terakhir tentang ditangkapnya Petugas Kelautan kita oleh petugas Pengawal perbatasan Malaysia dan ditangkap diwilayah kita sendiri, masalah TKI yang berjumlah 2 Juta orang serta adanya kasus yang menyeret TKI dalam masalah hukum sebanyak 500 orang lebih di Malaysia yang bisa dipidana mati merupakan masalah yang pelik bagi negara kita.
Ada apa dibalik itu semua. ada hikmah apa yang bisa dipetik dari masalah masalah tersebut diatas, saya masih ingat sabda nabi SAW " Orang mukmin yang satu dengan yang lain seperti sebuah bangunan yang menguatkan sebagian akan sebagiannya" ( HR. Bukhari - Muslim ).Jika kita sebagai bangsa bersatu, kokoh tidak saling menyalahkan dan salin introspeksi maka kemungkinan kita bisa mengatasi semua masalah negara kita dengan baik , tanpa ada satu pihakpun yang merasa direndahkan.
Sabda nabi yang bisa menjadi rujukan kita yaitu " jauhilah kamu terhadap buruk sangka , maka sesungguhnya buruk sangka itu, adalah seperti ucapan yang paling bohong dan janganlah kamu mendengarkan kelakuan orang lain , janganlah kamu untuk saling berlomba(dalam keburukan), saling dengki dengkian, saling membenci dn saling memalingkan muka, Dan jadilah kamu sebagai hamba Allah yang bersaudara" (HR . Bukhari - Muslim ), sehingga kita kalau melihat dari isi hadist diatas hendaklah saling bersatu dan tidak berburuk sangka antara yang satu dan yang lain , semua permasalahan dengan Malaysia , hendaklah kita kaji dengan lebih mendalam ada kesalahan dibagian mana di negeri kita ini, apa pemimpinnya yang belum melaksanakan Mulat sariro hangrosowani dan berbudi bawaleksana atau rakyatnya yang tidak mau tahu kesulitan pemimpinya, dan rakyat yang tidak mau diatur , merupakan suatu kajian tersendiri.
Mengapa Pemerintahan Malaysia sekarang berani melakukan provokasi kepada negara kita, mengapa mereka menganggap remeh kita sekarang, dulu pada era tahun 80an pada saat bom minyak , mereka begitu antusias mendatangkan guru guru kita diberbagai bidang ilmu pengetahuan untuk mengajar di Malaysia , sedangkan kita pada waktu bom minyak bumi tahun 80an malah membangun Hotel berbintang dan bukanya menyiapkan sumber daya manusia dengan mengirim putra terbaik bangsa kuliah diluar negeri. Menurut pengamatan saya sebagai masyarakat kecil merasa ada yang salah dalam penanganan permasalah dengan Malaysia, tetapi sekali lagi Allah SWT mungkin mempunyai rencana tersendiri dengan munculnya permasalahan dengan Malaysia, agar investasi sumber daya manusia itu mempunyai tempat yang strategis dalam rangka memperkuat jati diri bangsa kita sehingga negara lain tidak menginjak nginjak kedaulatan bangsa kita dengan seenaknya sendiri, marilah kita bersatu padu untuk mencari solusi yang terbaik dengan mau menerima masukan yang konstruktif dari kelompok masyarakat barangkali memiliki ide yang brilian tanpa ada pihak yang diturunkan gengsinya dimata internasional, jangan mudah kita menyalahkan orang lain atau kepemimpinan negara kita karena sebenarnya kita hanya kurang peduli saja terhadap kemajuan bangsa kita , kita hanya berkutat untuk mengurusi diri kita dan keluarga kita sendiri tanpa memikirkan kemajuan bangsa dan negara kita secara keseluruhan , banyak pemimpin yang berusaha memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan nasib daerah yang dipimpinnya , hal hal inilah barangkali menjadi faktor mundurnya atau hilangnya kepercayaan kepada para pemimpin, karena tidak memiliki sifat bawalaksana yaitu satunya kata dengan perbuatan.
Marilah kita sebagai individu mencoba untuk memperbaiki diri sehingga akhirnya dengan perbaikan diri kita ini bisa menular kepada masyarakat lain sehingga jika ada permasalahan seperti sekarang ini misalnya dengan negara tetangga Malaysia , kita bisa urun rembug agar bisa memberikan sumbangan pemikiran yang bisa digunakan sebagai solusi jalan keluar permasalah tersebut, perbaiki citra diri kita dulu , sehingga merembet ke citra diri masyarakat baru akhirnya perbaikan citra diri bangsa , yang muaranya jika citra bangsa baik tidak ada satu negara pun yang berani menginjak nginjak kedaulaatan bangsa kita, semoga menjadi bahan renungan kita bersama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar