"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Senin, 15 April 2013

Hebatnya Pemimpin yang Amanah

Para pembaca  yang berbahagia, sungguh indah didengar telinga kita jika banyak orang menceritakan kehebatan lulusan sebuah sekolah, bahkan beberapa media TV dan Radio dengan gencarnya memberitakan bahwa sebuah sekolah lulusannya menjadi rebutan dunia usaha dan dunia industri.

Mengapa sebuah sekolah mampu merebut simpati masyarakat, sebenarnya mudah menjawab pertanyaan tersebut. Kelola sekolah dengan hati.Artinya sebuah sekolah akan menjadi baik jika semua komponen sekolah telah menyadari bahwa pengelolaan sekolah tersebut haruslah dengan niatan Ibadah.
Tidak mudah memang untuk mengelola dengan cara tersebut, namun jika pimpinan setiap sekolah mampu menciptakan kondisi tersebut dengan perencanaan yang baik dengan pendekatan kekeluargaan yang baik , Insya Allah semua akan berjalan dengan baik sesuai dengan petunjuk dan Ridho Ilahi.

Untuk menjadikan manusia memiliki jiwa ikhlas demi kemanusiaan memang butuh proses dan penyadaran diri, terutama para pemimpinnya. Karena ditangan pemimpin yang adil maka kekuasaan tersebut akan menjadi amanah yang harus dijalankan.Sehingga setiap langkah atau perbuatan yang dilakukan selalu berujung pada penambahan nilai ( value oriented ), oleh karena itu dalam menjalankan kebijakan akan dilandasi upaya meninggikan nilai kodrat & penghormatan terhadap manusia.
Di dunia ini tidak ada yang tidak suka terhadap penghargaan manusia, semua manusia senang dihargai, nah marilah kita mulai menempatkan penghargaan kepada manusia itulah yang harus dinomorsatukan, sehingga pengelolaan sekolah dimulai dari penghargaan kepada manusia yang terlibat didalamnya.

Penghormatan kepada manusia ini jika mampu dijalankan maka akan menghasilkan energi positip yang luar biasa, sehingga sangat mudah untuk mengelola manajemen sekolah.
Saya masih ingat guru saya dulu mengatakan bahwa rusaknya sebuah lembaga atau sekolah karena ulah tangan manusia itu sendiri , seperti yang tertulis dalam al qur'an Dhahara fasad  fil barra wal bahri bima kasabat  aiidinas ,"Telah nyata kerusakan di darat dan di laut , disebabkan ulah tangan tangan manusia " ( QS : 37 : Ar Rum : 41)
Demikian memang jika anda lupa dengan amanah Allah sebagai khalifah di muka bumi. Anda hanya memikirkan diri sendiri bahkan tak peduli dengan apa yang akan terjadi. Anda bukan tipe seorang khalifah jika anda tetap mengedepankan nafsu keserakahan sehingga timbul kerusakan di mana mana. Tempatkan diri anda pada tempat yang tepat . Anda sebagai khalifah atau anda pembawa masalah. Anda pemangku amanah atau anda pembawa musibah.

Fahal asaytum in tawallaytum an tufsiduu fil ardhi wa tuqaththi'uu arhaamakum , " Maka apakah jika kamu berkuasa , kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan " (QS :47 : Muhammad : 22)
Jawabnya adalah " Tidak " karena anda bukan penjahat yang selalu membuat kerusakan dan memutuskan hubungan kekeluargaan . Untuk itu anda harus mempunyai niat baik, bekerja dengan cara yang baik dang menghasilkan sesuatu yang baik, agar kecurigaan itu tidak terbukti , Anda dilahirkan sebagai mahkluk suci dan tahu diri. Tunjukaan bahwa anda bertanggung jawab atas amanah kehidupan ini, anda adalah pahlawan penyelamat bumi.

Saudara ku yang baik, konsep penghargaan kepada manusia seperti yang saya sampaikan di awal , saya pikir merupakan sesuatu yang sudah lama diajarkan oleh sesepuh kita dulu dengan istilah "nguwongke uwong" lan dadiyo pemimpin sing ajur ajer , kabeh iso dirembug dan beberapa istilah yang adiluhung kalau mau dijalankan , niscaya lembaga yang dipimpinnya akan mencapai kemaslahatan umat.

Wa laa tulquu bi aydiikum ilat tahlukati " Dan Janganlah kamu menjatuhkan diri kamu ke dalam jurang kebinasaan " ( QS : 2 : Al; Baqarah : 195 )
Apakah tidak cukup dengan apa yang anda dengar dan apa yang anda lihat? mereka yang menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan sangatlah sulit untuk bangun kembali. Memerlukan waktu yang panjang dan merepotkan semua orang. Anda tidak perlu mengikuti jejak mereka, waspada jaga diri sebelum semuanya terjadi.

Semoga tulisan sederhana ini mengingatkan kita untuk senantiasa berupaya menjadi pribadi yang memberikan penghargaan kepada sesama manusia , sekaligus memberikan pencerahan jalan bagi mereka yag sedang menjalan tugasnya sebagai pemimpin , semoga tidak melakukan proses penghancuran diri sendiri dengan melakukan perbuatan yang tidak bernilai sekaligus mengarahkan dirinya kepada jurang kebinasaan dengan menjalankan kepemimpinan yang tidak amanah dan cenderung haus kekuasaan dan menghalalkan segala cara, serakah yang penting semua tercapai sesuai harapannya , padahal prosesnya tidak di Ridhoi Allah.

Sebagai penutup tulisan ini , marilah kita mulai dari diri kita sendiri , mulai segera dilakukan , mulai dari yang ringan dulu kemudian menuju yang lebih berat . mulai dari diri sendiri , keluaga , sahabat /teman , baru lembaga dan masyarakat dan akhirnya negara....., marilah kita kelola sekolah kita dengan menonjolkan penghargaan kepada manusaia , karena dijalankan dengan baik maka akan mudah sebuah sekolah menjadi terkenal dikarenakan dikelola dengan arif dan bijaksana dan senantiasa memberikan penghargaan kepada sesama yang mencapai derajat kemulyaan manusia.... Amin.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar