"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Kamis, 27 Mei 2010

Ajaran Idiom Mikul dhuwur mendhem jero yang adiluhung


Saya ingin menceritakan sesuatu kepada pembaca, sebuah pembelajaran yang adiluhung, jika dijalankan oleh setiap orang atau warga negara maka keluarga atau negaranya akan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah atau negara Thoyibatun warobun ghofur atau gemah ripah loh jinawi.Sebuah idiom orang jawa yang sangat terkenal, yang jauh dari gembar gembor kehidupan dimasa sekarang , sering kita menyebutnya saat sebagai kondisi yang langka atau barang langka , dimana jika ingin mencarinya dibutuhkan waktu dan syarat yang mahal alias dibutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.memang idiom ini bukanlah tidak mungkin kita adakan atau sulit untuk mengadakan, namun hanya dibutuhkan persyaratan yang ringan saja, yaitu niat ingsun, niat dari dalam hati untuk melaksanakan saja, dimana jika setiap anak dari sebuah keluarga telah memiliki idiom ini maka tugas orang tua semakain ringan saja, karena kekurang percayaan kepada anak akan pupus jika sianak telah memiliki idiom ini, anak juga merasa dipercaya dalam menjalani kehidupan, karena anak telah dibentengi dengan sikap mentak teruji dan penalaran tingkat tinggi dalam rangka mengekspresikan jati dirinya, untuk menjalani hidup ini. Idoim yang sangat luar biasa ini sering kita sebut " Mikul dhuwur Mendhem Jero".
Setiap keluarga sangat berharap setiap anaknya memahami idiom ini, karena jika anak belum memahami idiom ini barang kali dengan adanya kondisi masyarakat yang seperti sekarang ini, yang ditandai dengan kemajuan teknoligi dibidang informasi misal kemajuan teknologi komunikasi ,TV, VCD, DVD, HP dimana begitu mudah manusia sekarang berkomunikasi dari suatu tempat ketempat lain dengan sangat cepat tanpa dibatasi ruang dan waktu , yang dalam dekade sebelumnya tidak mungkin terlaksana, sehingga informasi baik dan jelek begitu cepat terserap oleh anak anak kita , jika tanpa lambaran atau benteng yang kuat maka anak anak kita terseret kedalamnya , yang akibatnya anak anak kita bisa menjadi korban .Memang tidak semua informasi jelek untuk perkembangan anak kita namun kita perlu waspada saja , karena untuk menghancurkan budaya adiluhung yang ternama dimasyarakat kita yang cukup lama tertanam disanubari sebagian besar masyarakat Indonesia ini , bisa hancur dengan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya kita , akibat yang muncul adalah begitu mudah idak berbakti lagi kepada orang tua , anak begitu mudah menyepelekan perintah orang tua, anak begitu mudah melakukan pelanggaran baik tata krama maupun bersikap kasar kepada orang tua.Hal inilah yang membuat prihatin banyak orang tua sekarang ini, bagaimana cara untuk mengatasi perkembangan negatif ini.saya sering merenung begitu indah jika memiliki anak anak yang berbakti, anak yang tahu diri, anak yang bisa membanggakan orang tua, anak yang bisa menjadipanutan anak anak dari keluarga lain , wah luar biasa ,rasanya begitu nikmat dan bahagia, dibanding kita memiliki segala fasilitas d baik rumah , mobil, harta banyak namun anak anak kita tidak berbakti kepada kita, karena prinsip hidup kita sederhana saja kok, punya rumah so pasti, punya kendaraan merupakan impian , punya harta benda sebuah harapan , tapi kalau punya anak yang berbakti pasti itu tujuan /Goalnya sebuah keluarga, sehingga kalau disurh memilih antara antara kaya atau punya anak berbakti/soleh pasti kita memilih punya anak yang soleh.
Kita sekarang disuguhi berita yang nggegirisi atau berita yan menakutkan, misal seorang anak tega membunuh Ibu kandungnya atau tega membunuh ayah kandungnya, gara gara dimintai uang untuk minum minuman keras tidak boleh, anak tega menganiaya ibunya gara gara dilarang pacaran, anak lari dari rumah/minggat , dan berita berita yang memilukan, kok seperti ini ada ya ?.
Kita harus ikut membantu memecahkan masalah ini , dengan memberikan solusi atau pencerahan kepada masyarakat luas tentang keharmonisan sebuah keluarga dengan menjelaskan arti sebuah idiom sakti yaitu " Mikul dhuwur mendhem jero" , sebenarnya idiom ini jika kita bedah berasal dari dua kata Mikul dhuwur dan Mendem jero , arti mikul dhuwur adalah memikul tinggi tinggi, arti etimologisnya bahwa seorang anak berkewajiban mengharumkan nama ayah dan ibu serta martabat keluarga ,. Caranya dengan menghindari perbuatan tercela dan selalauberbuat mulia adalah usaha anakdalam rangka mikul dhuwur nama baikorang tuanya . Menjadi pelajar yang pintar atau mahasiswa yang cerdas, menghias diri dengan sopan santun dan ramah tamah , berprestasi dansukses adalah wujud dari perilaku yang menyenangkan hati orang tua. Demikian pula untuk masyarakat dan negara, seorang warga negara berkewajiban untuk mengharumkan nama baiknya dengan menjadi warga negara yang baik dan berprestasi demilang di dunia Internasional.Sedang Mendehem bukan berarti mabuk seperti mendehem kecubung, mendem jengkol, tetapi berarti mengubur, jero artinya dalam , mendhem jero maknanya mengubur dalam dalam keburukan dan kekurangan oran tua ,aib keluarga dan kelemahan masyarakat. sedapatdapatnya anak atau awarga negara harus menutupi apa yang menjadi rahasia keluarga dan masyarakat.
dalam lingkup yang lebih luas ,pemimpin yang sedang memerintah sebaiknya dapat menyembunyikan kekurangan pemimpin terdahulu. Dengan demikian saling dendam tidak akan terjadi. Pemimpin berikutnya tinggal melanjutkan program yang sudah ada, menjelek jelekkan pendahulu sama saja dengan melestarikan dendam dan permusuhan . Prinsip mendhem jero sangat mulia bila diterapkan dalam kehidupan keluarga, bermayarakat dan bernegara. Potret buram dan kenangan akan segera terhapus dan dapat menimbulkan rasa optimis baru.
Kita memang tidak boleh tinggal diam melihat perkembangan negatif akhir akhir ini, banyak anak anak muda menjadi korban oplosan minuman keras,narkoba dan bentuk penyalah gunaan obat dan perbuata yang menyimpang yang lain, sangat prihatin kita ini, was was jika melepaskan anak anak kita untuk melanjutkan kuliah atau sekaolah yang jauh pengawalan dan perhatian kita , kekawatiran ini wajar karena pihak pihak yang ingin agar anak bangsa menjadi rapuh yang berasal dari pihak asing nyata nyata ada, mereka menjajah negeri kita ini dengan wujud budaya , ekonomi dan bentuk bentuk lain yang sulit kita bendung.Maka kita saran saya segerakanlah ajaran adiluhung budaya jawa Mikul dhuwur mendhem jero betul betul kita tanamkan kepada anak anak kita ,agar generasi penerus kita tidak semakin terjerumus dalam jurang kesengsaraan ... Semoga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar