"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Rabu, 21 April 2010

Sumbangan pemikiran untuk saudaraku yang suka Miras


saya sangat prihatin dengan beberapa kejadian belakangan ini banyaknya korban miras oplosan jenis ciu dengan metanol, banyak diantara mereka yang minum campuran miras tersebut akhirnya meninggal dengan jarak waktu 2 sampai 3 hari setelah minum.
Jenis minuman keras ini sangat tinggi kadar alkoholnya , sehingga dampak yang ditimbulkannya sangat parah, metanol merupakan bahan yang sangat mudah terbakar, bisa dibayangkan kalau masuk perut manusia, betapa rusak organ tubuh kita, namun bagi yang sudah kecanduan, maka informasi tentang pengaruh negatif ini akan dianggap sepele, dan mereka tidak jera, tetapi bisa dijamin efek penggunaan metanol ini sangat berbahaya,
Dalam insiklopedia dijelaskan tentang metanol, Metanol juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada "keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Ia digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri.

Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air.

Reaksi kimia metanol yang terbakar di udara dan membentuk karbon dioksida dan air adalah sebagai berikut:

2 CH3OH + 3 O2 → 2 CO2 + 4 H2O

Api dari metanol biasanya tidak berwarna. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati bila berada dekat metanol yang terbakar untuk mencegah cedera akibat api yang tak terlihat.

Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan additif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri; Penambahan "racun" ini akan menghindarkan industri dari pajak yang dapat dikenakan karena etanol merupakan bahan utama untuk minuman keras (minuman beralkohol). Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu merupakan produk samping dari distilasi kayu. Saat ini metanol dihasilkan melului proses multi tahap. Secara singkat, gas alam dan uap air dibakar dalam tungku untuk membentuk gas hidrogen dan karbon monoksida; kemudian, gas hidrogen dan karbon monoksida ini bereaksi dalam tekanan tinggi dengan bantuan katalis untuk menghasilkan metanol. Tahap pembentukannya adalah endotermik dan tahap sintesisnya adalah eksotermik.
Karena berbahayanya sifat dan kadar kimia yang terbentuk ini maka , perlu kiranya agar pihak pemerintah untuk lebih ketatnya larangan miras ini , karena dampak yang ditimbulkanya sangat berat.Bentuk larangan dari penguasa adalah terbitnya peraturan tentang larangan minum minuman keras apalagi yang dicampur metanol.
Bagaimana agar peraturan berhasil diterapkan di tengah-tengah ?masyarakat? Yang jelas, perlu ada penyuluhan, pemberian pengertian dan ?pengertian itu disosialisasikan. Bila penyuluhan, pemberian pengertian dan ?pengertian itu disosialisasikan, tentu akan timbul kesadaran masyarakat.?


Bila kesadaran masyarakat telah muncul, maka peraturan itu dapat ?diterapkan tanpa susah-susah lagi. ? Contoh yang paling mudah dipahami adalah bagaimana Islam ?memberantas minuman keras.?

Di zaman permulaan Islam, minuman keras menjadi kebiasaan bangsa ?Arab, kebiasaan yang telah mendarah daging. Para penyair Arab memuji ?minuman keras dengan syairnya dan berpengaruh dalam masyarakat bangsa ?Arab. Umru’ul Qais, seorang penyair yang terkenal, ketika itu menerima berita ?bahwa ayahnya terbunuh. Mendengar berita ini, Umru’ul Qais tidak mau ?melepaskan gelas tuaknya dan dia tidak mau meninggalkan tempatnya ?bermabuk. Namun dia mengucapkan, “Al-Yauma khamru, wa ghadan amru” ??(Hari ini adalah untuk mabuk-mabukan dan besok baru boleh ada urusan).?


Dalam masyarakat Arab Jahiliyyah, hampir tidak ada orang yang tidak ?meminum khamar, selain beberapa orang yang dapat dihitung dengan jari dan ?dipandang aneh. ?


Bukti besarnya pengaruh dan meluasnya kebiasaan ini, kebanyakan ?sahabat-sahabat nabi -setelah turun dua ayat mengenai minuman keras, tetapi ?belum ada ketegasan larangan-, mereka masih mengkonsumsinya. Kedua ayat ?yang dimaksud adalah;? Allah berfirman, “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. ?Katakanlah, "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at ?bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya." (Al-Baqarah ??(2):219)?
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, ?sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ?ucapkan.” (An-Nisaa’(4):43)?


Hingga turunlah ayat ketiga yang dengan tegas untuk mengkonsumsi ?minuman keras. Ayat yang dimaksud adalah, “Hai orang-orang yang beriman, ?sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, ?mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan ?syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat ?keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan ?permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan ?berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka ?berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al-Maidah (5):90-91)?


Apa yang terjadi? Perubahan yang ajaib secepat kilat. Orang-orang yang ?tadinya gemar meminum minuman keras, sekarang memecah piala tuaknya dan ?menumpahkan minuman keras yang masih ada. Dibuangnya di tengah-tengah ?jalan, sehingga jalan-jalan di kota Madinah dilanda banjir minuman keras. ?


Larangan minuman keras turun di Madinah. Rasulullah telah mendidik, ?menanam keimanan dan kesadaran taat pada Allah dan Rasul-Nya sewaktu ?masih di Mekkah. Bertahun-tahun, beliau melakukan hal ini. Menanam ?keimanan, menumbuhkan keimanan dan terus menyadarkan umatnya untuk ?selalu taat pada Allah dan Rasul-Nya.?


Modal inilah yang membuat kaum muslimin tidak kesulitan untuk ?menerima larangan Allah terhadap minuman keras. Padahal minuman keras ?sebelumnya merupakan hobi dan kegemaran mereka. Mengapa dapat ?demikian? Jawabannya, keimanan, kesadaran, pemahaman dan pengertian. ?Tidak jauh dari hal-hal seperti ini.?


Peraturan akan menghadapi tantangan yang amat berat bila masyarakat ?belum disadarkan terlebih dahulu. Peraturan akan menghadapi benturan keras ?dari masyarakat, bila pemerintah menerapkan peraturan secara paksa. ?(arnab)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar