"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Kamis, 07 Juni 2012

Manajemen kepepet untuk membahagiakan orang lain

Apakah sukses dalam bisnis bisa dilakukan secara alami atau memerlukan kondisi tertentu, alias kepepet? Bagaimana Anda menjadikan setiap detik menjadi sangat penting dan genting dalam hidup Anda.

Sejak 14 abad yang lalu Rasulullah Muhammad SAW menegaskan pentingnya memelihara dan menggunakan 5 hal sebelum datangnya (kepepet) 5 hal "Muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sempit, hidup sebelum mati". (HR Muslim).

Seorang sahabat nabi Muhammad mengatakan "Jemputlah rezeki untuk duniamu seakan-akan Anda akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhirat Anda seakan Anda akan mati besok".


Maka... Mari Kita segera Jemput CAHAYA dengan CAHAYA. Pastikan Setiap Detik Hidup Kita ini Menjadi nilai IBADAH, ILMU, Silaturahim, Manfaat, Solusi, dan menjadi nilai FINANCIAL(Uang).

Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, diluar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang ‘kepepet’ sebelumnya. Seperti per atau pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara Pertama untuk mengeluarkan ‘potensi kepepet’ kita, adalah dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan mengfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini anda di PHK, apa yang akan anda lakukan?
Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara Nyata. Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berfikir bagaimana melunasinya. Jika anda masih single dan tidak punya tanggungan keluarga, mungkin anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan anda lho, jangan salahkan saya untuk resikonya. Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Kuncinya: Tetap jaga KREDIBILITAS Anda.

Dalam tubuh kita ternyata ada faktor kelenturan atau istilah daya menyangga stresing, setiap orang kondisinya berbeda beda. Ada yang daya lenturnya kuat ada yang daya lenturnya pendek , kuat dan pendeknya daya lentur berpengaruh kuat pada kemampuan menerima stres , sehingga orang yang daya lenturnya kuat biasanya tahan uji dan tahan stres , sedangkan yang daya lenturnya pendek biasanya tidak kuat menahan stres.

Kembali pada pembicaraan manajemen kepepet , kita sudah terbiasa jika kondisi kepepet baru melakukan kreatifitas, oleh karena itu upaya untuk memunculkan daya kreatif inilah yang selalu kita gali agar kita selalu dalam posisi memiliki daya tawar. Keterbatasan pihak lain seharusnya menjadikan kita memiliki posisi tawar lebih dibanding yang lain. Tetapi kenyataanya  sebaliknya karena posisi sudah enak atau memiliki harta cukup maka kemampuan daya kreasinya tidak mau dikeluarkan demi kemajuan sesama , hal ini biasanya karena faktor ego yang kuat , sehingga kita kadang kadang memiliki sifat negatif tersebut.
Satu hal yang perlu kita catat bahwa hidup hanya sekali maka sebaiknya bagi siapa saja yang memiliki kemampuan lebih dalam hal kreasi sudahlah jangan lama lama dipendam tetapi hendaklah sesegera mungkin gunakan untuk kemakmuran sesama karena orang yang baik kan yang sebesar besarnya berguna bagi orang lain. Maka jangan pelit lah ..... apa yang bisa kita berikan untuk sesama berikan saja , harta kita sesungguhnya adalah yang telah kita berikan kepada orang lain.

Para pembaca yang budiman , saya sering mengingatkan kepada orang lain , bahwa kita akan dihargai oleh orang lain atau pihak lain dari pemberian kita kepada pihak lain , jadi jika belum pernah memberikan sesuatu jangan punya pikiran kalau kita kaya, atau dermawan. Kita hidup harus meninggalkan bekas yang baik jangan hanya hidup hidupan saja. Oleh karena itu menejemen kepepet ini harus digunakan terutama untuk mewujudkan jati diri kita sebagai mahluk yang berguna , kita ingat orang tua kita dulu bilang bahwa tumbuhan berguna mulai dari daunnya , rantingnya , kayunya , bekas daunnya untuk pupuk , semuanya untuk keperluan manusia , sedang binatang mulai dari dagingnya, kulitnya tulangnya berguna bagi manusia , la kita sebagai manusia apa yang berguna untuk sesama kalau kita tidak menjadi manusia yang baik , masa kalah sama tumbuhan dan binatang......semoga bisa menjadi  sebuah perenungan   

2 komentar:

  1. maukah anda memberi saya saran.
    Saya sedang dalam kondisi serba susah / kepepet. Saya mau bertahan dipekerjaan saya sekarang, tp bisa dibilang tk lg memberikan hasil dan malah tanda2 akan bangkrut semakin jelas, saya memutuskan untuk beralih kepeluang yg lebih besar namun terhalang faktor usia, saya berpikir untuk memulai suatu usaha tp jiwa saya belum siap ,terlebih situasi & kondisi lingkungan saya sama sekali tk mendukung, malah menambah iri perasaan saya. Terhimpit kanan kiri, terdesak dari belakang, ada halangan didepan, mau melompat tidak berani,
    Saya berharap anda mau berbagi tips & trick nya. Terima kasih .wassalam

    BalasHapus
  2. Salam Kenal bapak, semua proses kehidupan tidak ada yang mulus , rumus harapan tidak selalu sama dengan kenyataan selalu memang jitu, sehingga kita harus senantiasa sadar dan optimis bahwa kehidupan kita ada yang mengatur, jalani saja hidupa ini dengan optimis, jika kita telah melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi larangannya, serta melakukan amal sholeh serta rajin shodaqoh, insya allah yang menjadi kekawatiran anda tidak terbukti dan harapan anda akan terwujud, jika setiap doa anda terkabulkan melalui jalan yang tak terduga duga , maka jalan anda sudah benar tetapi jika sebaliknya berarti anda harus banyak istigfar, ubah pemikiran yang selama ini dilakukan, mulailah rubah kehidupan anda dengan mencari Ridho ilahi, banyak bersyukur yang telah diterima dan lakukan kebaikan sekecil apapupun setiap hari, jangan patah semangat , niscaya sebentar lagi ada perubahan yang luar biasa, selalu berprasangka baik saja , jangan lemah dan loyo ,wajah jangan cemberut , gembira saja jalani hidup ini dengan iklhas ..., salam sukses

    BalasHapus