"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Minggu, 22 Mei 2011

Sudah benarkan kita memposisikan diri di Businnes Centre ?

Sebagai pelaku bisnis saya sering menemui hal hal yang diluar dugaan terutama jika memandang sebuah jenis barang dagangan, kadang kadang yang kita anggap tidak mungkin jadi lahan keuntungan ternyata diluar dugaan malah dengan cepatnya menjadi sumber penghasilan yang sangat besar dan kalau saya melakukan kegiatan rutin dengan menjual produk harian mungkin harus menjual dengan jumlah omset yang besar dan dan dalam waktu yang cukup lama, oleh karena itu saya memberi saran janganlah menganggap remeh apapun yang diciptakan Allah kepada manusia, karena semua yang diciptakan didunia ini pasti punya makna dan manfaat. Kunci yang harus kita senantiasa pelajari adalah bagaimana memposisikan diri kita disetiap peluang yang ada dihadapan kita, apakah kita sebagai produsen , sebagai pedagang atau sebagai makelar atau broker atau hanya sebagai marketing.Dimana disetiap peran yang kita ambil punya konsekwensi masing masing , Jika kita sebagai produsen tentu saja kita paling tidak memiliki modal yang cukup karena kita menguasai kemampuan mengelola bahanbaku , kemampuan mengelola tenaga kerja dan kemampuan mengolahnya baik dengan mesin maupun tanpa mesin , tentu peran sebagai produsen sangat berat karena pengusaha dengan kapasitas sebagai owner pabrikan atau produsen tentu memiliki tantangan yang lebih berat karena dia harus memikirkan efisiensi bahanbaku, efisiensi tenaga kerja dan tingkat kelancaran produksi serta memikirkan juga masalah marketing, jadi lebih komplek saya katakan .Sedang peran sebagai pedagang lebih pendek jangkauan nya karena dia hanya melakukan kegiatan pemilihan produk yang menurut dia paling laku terus melakukan pembelian dengan maksud untuk dijual kembali yang paling maksimal.Yang menarik dan paling disukai para entrepreneur penjualan adalah kegiatan marketing atau broker karena dia bergerak di sektor pemilihan produk yang paling mudah untuk dijual dan dia masuk zone paling aman , karena modalnya adalah kemampuan membidik pangsa pasar, apapun jenis barang dan merk asalkan ada yang membutuhkan produk tersebut maka merupakan lahan mereka.Saya mencoba untuk membuat peta produk dan mencoba memposisikan diri apakah mau menjadi produsen , pedagang atau menjadi broker atau kegiatan marketing saja tanpa membeli produk tapi hanya menyediakan tenaga marketing dari suatu produk, karena masing masing pilihan mempunyai resiko dan tanggung jawab sendiri sendiri.Bagi teman teman pengelola BC di Jawa Tengah mulailah berfikir jernih apakah peran kita di BC sudah maksimal dan senantiasa berbicara hanya tentang mengamankan asset negara saja atau kita sudah berbicara dalam taraf pengembangan usaha, karena jika sudah jeli maka tidak semua dana kita gunakan untuk membeli barang dagangan semua tetapi sulit menjadikan kembali uang karena kita tidak benar cara memilih barang dagangan yang kita kulak atau barang yang kita beli bukan kesukaan konsumen yang akhirnya menyebabkan barang ada yang mengalami resiko rusak sehingga akhirnya asset kita menjadi menurun.Apa yang sudah menjadi komitmen kita harus kita jalankan dengan sepenuh hati dan berusaha agar BC kita menjadi Brainemage sekolah kita. Selama kita diberi kepercayaan mengelola BC tolong kita berusaha untuk menunjukkan bahwa kita memang layak dihargai. Posisikan diri kita sebaik mungkin sehingga kita bisa tepat dalam mengambil posisi dari setiap peluang yang ada disekitar kita , karena setiap waktu ada saja peluang yang bisa kita manfaatkan, jangan pernah patah semangat dalam mengelola BC .... Selamat bekerja dan sukses selalu !!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar