"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Selasa, 31 Mei 2011

Mungkinkah rumus mas Ipho Santosa dalam 7 Keajaiban Rejeki mampu memperbesar Businnes centre SMK


Ingin pertumbuhan rezeki senantiasa meningkat? Banyak orang menjawabnya iya. Menurut motivator bisnis Ippho Santosa, cara efektif untuk itu adalah melalui perdagangan dan sedekah.

Mas Ippho - begitu motivator kelahiran Pekanbaru itu akrab disapa - mengungkapkan rahasia tersebut dalam Seminar 7 Keajaiban Rezeki di beberapa tempat.

Perputaran uang juga akan terjadi melalui dua cara itu. Dua hal tersebut juga diajarkan agama. Nabi dan para sahabat meneladani bahwa perdagangan dan sedekah merupakan dua hal yang tidak ditinggalkan Bahkan disebutkan, banyak pintu rezeki berasal dari perdagangan.

‘’Tidak heran delapan dari 10 sahabat nabi yang dijamin syurga adalah orang-orang kaya. Nabi juga seorang yang kaya tapi hidupnya sederhana,’’ ujarnya di depan 250 peserta seminar.

Diungkapkannya, tidak ada perintah agama menyuruh untuk menjadi orang miskin. Justru perintah agama menganjurkan sebaliknya, misalnya untuk zakat, infak, haji dan lainnya. Ibadah-ibadah tersebut menyiratkan seorang muslim mesti kaya. ‘’Kalau tidak, bisa jadi sebaliknya. Tidak bisa zakat, maka dizakati,’’ ungkap Ippho.

Selain melalui perdagangan, cara kedua melipatkan rezeki adalah dengan bersedekah. Disebutkannya ada hukum horizontal yang berlaku. Jika ingin dapat duit banyak maka banyak pula menyedekahkan duit. ‘Hukum ini berlaku bagi semua orang. Lalu ada yang bertanya, rezeki saya kok sedikit? Karena sedekahnya sedikit. Ibarat memukul garputala, maka suara yang kembali kecil, coba pukul gong, maka suara yang kembali juga besar. Makanya sedekahnya harus banyak, maka yang akan kembali banyak. Duit yang disedekahkan itu akan mengajak teman-temannya kembali ke kita,’’ katanya bertamsil.

Perdagangan dan sedekah tak cukup untuk melipatgantikan rezeki, perlu juga doa dan shalat dhuha, karena shalat di waktu dhuha tersebut memiliki keutamaan menambah rezeki. Untuk itu Ippho memiliki rumus D1 + D2 + D3 + D4 + = D5 + D6 (Dagang + Doa + Dhuha + Derma = Duit + Dahsyat).

Dikemukakannya, ada orang bertanya ia telah banyak bersedekah tapi rezekinya tidak bertambah-tambah. Menurutnya pernyataan itu salah. Karena Allah senantiasa membalas tunai setiap apa yang manusia sedekahkan. ‘’Hanya saja kita tidak mengetahui balasan rezeki apa kita terima. Bisa jadi, kesehatan, terhindar dari kecelakaan adalah balasan dari sedekah yang kita berikan,’’ tambah motivator yang bermastautin di Batam ini.

Dalam seminar yang ditaja Komunitas Pencinta Sedekah dan Taman Kanak-Kanak Khalifah (lembaga pendidikan milik Ippho Santoso yang saat ini memiliki franchise di berbagai kota di Indonesia, termasuk Pekanbaru) ini, Ippho Santosa mengajak peserta untuk mempraktekkan ilmu sedekah tersebut.
Hal yang disampaikan Mas Ipho di atas jika diterapkan untuk memperbesar Bc kita sangatlah memungkinkan, karena konsepnya sama yaitu dagang dan sedekah , dimana keberadaanya sangatlah erat, jika ingin berkembang maka konsep dagang secara islami diterapkan dan tidak lupa sedekah dengan nilai yang sepadan dalam artian makin lama sedekahnya makin besar, dan percaya saja pasti akan diberi kemudahan dalam menagkap peluang dan peluang memperbesar bisnisnya, biasakan anak didik kita yang praktek di Bc menguasai konsep cara ini, karena bisa merupakan lahan amal buat pengelola dan guru wirausaha, mohon baca buku 40 hari percepatan rejeki dalam 40 hari dengan otak kanan karya mas Ipho yang lain,... semoga ada manfaatnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar