"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Selasa, 20 Juli 2010

Jadilah orang yang mulia disisi Allah dengan kekayaanya


Ada rasa bahagia tersendiri jika kita bisa membantu teman ataupun tetangga kita ataupun saudara kita yang lagi mengalami kesulitan apapun kesulitannya, karena hakekat manusia sesungguhnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri melainkan saling bekerjasama untuk mengatasi masalah kehidupan bersama dan dalam rangka menyelamatkan kehidupan ini, sehingga aneh jika kita saling bertentangan satu sama lain , karena hakekatnya kita saling menghidupi untuk hidup artinya hidup untuk menghidup, suatu kondisi yang saling tergantung .
Bila kita melaksanakan kegiatan apapun bentuknya sebenarnya merupakan implementasi pola kehidupan yang sama yaitu memperoleh pekerjaan dalam rangka memperoleh pendapatan dan pendapatan digunakan untuk menghidupi keluarga, sehingga polanya sama , dalam bahasa jawa disebut "Obah mamah" , kalau mau mamah haruslah Obah atau bergerak dalam artian kerja, siapa saja kalau mau makan haruslah bekerja dan akhirnya memperoleh pendapatan untuk membeli keperluan hidup, dengan demikian bekerja untuk menghidupi diri sendiri ataupun keluarga .
Kita tidak boleh menganggap bahwa semua yang diperoleh akibat kita bekerja bukan campur tangan Allah SWT , padahal semua karena campur tangan Allah SWT , karena jika kita menganggap semua karena prestasi kita , maka bisa berakibat fatal bagi diri kita, Rejeki yang kita peroleh bisa tidak barokah , sehingga proses kerja kita menjadi kerjas keras , banting tulang .
Saya menyarankan kepada pembaca , setelah membaca apa yang saya tulis diatas haruslah bisa membuat analisa tentang bagaimana menjadi manusia yang produktif namun tanpa bekerja keras, kita menjalankan hidup ini dengan cerdas, bahwa setiap permasalahan kehidupan seyogyannya dicari jalan keluar terbaik dengan bijaksana sehingga pengorbanan kita tidak sia sia belaka.
Kita harus berupaya menjadi manusia unggul, baik dimata Allah maupun dimata manusia ada salah satu cara untuk membantu orang lain jika kita dalam kondisi kaya, sebenarnya kalau memilih antara kaya beriman dan miskin beriman , allah suka yang mana ? , suatu pertanyaan yang mudah untuk menjawab nya namun butuh analisa yangtepat karena jika kita tidak menggunakan analisa yang tepat maka jawabannya biasanya menggunakan tolok ukur yang gampang ditemukan dimasyarakat, sebenarnya kata kuncinya adalah sama sama beriman dan dimata Allah semua baik, namun jika kita telusuri kebanyakn orang beriman biasanya miskin, karena kemiskinannya menjadi prihatin dan dekat sama Allah SWT , sedangkan kondisi Kaya biasanya lupa kepala Allah, kaya biasanya banyak cobaan untuk lupa kepada yang memberi kekayaan sehingga tampilannya jika tidak sadar kepada yang memberi kekayaan biasanya tampilannya sombong , sok kuasa dan tampilan yang kurang baik, sehingga jika memilih diantaranya maka penulis memilih kaya beriman, karena dengan kekayaan tapi beriman maka Menurut Allah lebih dahulu masuk sorga, dengan kekayaannya digunakan untuk membantu sesama, banyak beramal sholeh , banyak mengangkat derajat kaum duafa,mengangkat derajat anak yatim dll, sehingga dimata Allah jika digunakan untuk kemaslahatan umat nilainya luar biasanya.
Bagaimana menuju ke kondisi kaya beriman, ada dua formula yang bisa digunakan
1. formula yang pertama gunakan formula yang digunakan oleh Ustad Mansur, perbanyak amal , karena jika kita mau mengarah pada capaian angka angka tertentu bisa menggunakan hitungan matematika misal jika kita punya uang Rp.1 juta dan kelipatannya , maka kita bisa memperolehnya dengan kita beramal minimal Rp.100.000,00 dan berikan kepada orang yang menderita disekitar kita dan kita harus yakin itu!, konsep ustad Mansur menggunkan istilah kita punya 10 jika kita beramal satu menjadi berapa hasilnya ternyata hitungannya menjadi sbb: 10 - 1 = 19 , karena nilai yang berkurang 1 dilipat gandakan Allah menjadi 10 , sehingga sisa 9 ditambah 10 menjadi 19 , jika yang kita amalkan 2 , hasilnya menjadi = 10-2 =28 , 2 dilipat gandakan menjadi 20 dan sisanya 8 ditambahkan sehingga nilainya menjadi 28 dst , jika setelah memperoleh harta dari pemberian Allah kita gunakan untuk kemaslahat umat maka hasilnya luar biasa ... Buktikan dan percaya itu !
2. Formula yang kedua adalah menggunakan gelombang otak alfa , kita setiap mau tidur setelah wiridan ( ingat sama Allah ), kita konfirmasikan kepada gelombang otak Alfa , artinya kita kondisikan kita dalam kondisi santai, kondisi nyaman , hening , setelah mencapai kondisi tersebut langsung perintahkan pikiran bawah sadar kita untuk mewujudkan apa kehendak kita dengan tegas misal sebutkan " saya perintahkan pikiran bawah sadar untuk memiliki kekayaan berupa apa ...... dalam waktu berapa hari ..." ini harus disebutkan tegas tetapi hening ( mantap ) , dan dengan sifat Invisible hand nya , Allah mengatur segalanya tanpa kentara akan mewujudkan itu semua , tanpa kita ketahui , karena alam bawah sadar kita yang akan menuntunnya , semua karena Sifat Rahman dan Rochimnya , Al Ghoni dan Al Mugninya Allah SWT, sehingga secara ajaib akan mewujudkan keinginan kita dengan syarat kita percaya kepada yang membikin hidup kita ! , jangan sampai ada pertentangan antara pikiran dan imajinasi anda ! , karena tidak akan terwujud kalau ada pertentangan. nah setelah anda memperoleh apa yang kehendaki maka jangan lupa dengan konsep hidup untuk menghidupi , saling bantu membantu , karena nikmatnya hidup jika kita saling bantu membantu kepada siapapun yang membutuhkan.
Banyak cara untuk merubah nasib kita , cuma tergantung kita mau merubah atau tidak ,karena jika kita bisa memanfaatkan umur kita dengan baik maka kita termasuk orang orang yang beruntung dan dimata Allah kita digolongkan manusia yang mulia , digolongkan orang yang taqwa , tidak ada balasan yang lain kecuali sorga janatun naim , semoga tulisan ini menambah wawasan kita dan ada manfaatnya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar