"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Minggu, 17 Juli 2011

Teori Ivan Illich tentang sekolah versus tujuan SMK


Beberapa puluh tahun lalu, dunia pendidikan pernah digemparkan dengan kehadiran seorang pemikir pendidikan revolusioner yang pikiran-pikirannya dipenuhi dengan gagasan-gagasan meletup-letup lagi mencengangkan. Dialah Ivan Illich, seorang pemikir besar kelahiran Wina tahun 1926, yang mempunyai latar belakang pendidikan teologi dan kemudian menjadi seorang rohaniawan Katolik penuh kontroversi. Pikiran-pikirannya dapat ditelusuri melalui beberapa karya yang telah ditulisnya. Penelusuran terhadap karya-karyanya ini menjadi demikian penting bagi generasi-generasi sepeninggalnya untuk secara arif menyikapi serta mengkritisi setiap gagasan yang dicetuskannya. Penulis menganggap proses kreatif ini, dengan menyelami serta mengkritisi, akan menemukan signifikansinya ketika dipahami dalam kerangka historis pada waktu pemikiran Illich lahir dan kemudian dikontekstualisasikan dalam masa sekarang.



Pemikiran yang akan disoroti dalam tulisan ini, adalah pemikiran pendidikan Ivan Illich dalam buku kontroversialnya yang berjudul “Deschooling Society”. Tentu saja penulis tidak akan terlalu jauh membahas setiap detil gagasan Illich, disebabkan luasnya gagasan-gagasan yang telah ia tuangkan dalam buku tersebut. Buku yang ditulis Illich dalam rangka mengkritisi praktek kemapanan pendidikan yang selama beberapa tahun diselenggarakan oleh sekolah ini, dianggap sangat berbahaya oleh beberapa pihak. Ia dianggap telah menyadarkan masyarakat akan urgensi peninjauan ulang beberapa konsep yang selama ini dianggap mapan oleh sebagian besar masyarakat. Ivan Illich memang berbeda dengan beberapa pemikir pendidikan lainnya seperti Paulo Freire. Ivan dianggap bukan sebagai pemikir yang memiliki massa (baca: pengikut) seperti layaknya Freire. Pemikiran-pemikiran Freire diikuti oleh banyak orang dikarenakan mempunyai target yang jelas, yaitu kaum tertindas (proletar dalam bahasa Marx) yang termarjinalkan oleh praktek pendidikan yang memang tidak adil lagi sangat menindas. Namun pemikiran Illich tetap penting dan, tentu saja, tetap menarik untuk dikaji.



Melucuti kemapanan sekolah adalah tujuan awal dan gagasan pokok yang kemudian Illich tuangkan dalam tulisan-tulisannya. Sekolah, dalam pandangan Illich, adalah lembaga pendidikan yang membagi masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang sangat tidak egaliter lagi diskriminatif. Sekolah dianggap sebagai lembaga pendidikan dalam era industri yang telah menjadi sedemikian mekanistik namun memperkurus kemanusiaan (dehumanisasi – meminjam istilah Freire). Penyelenggaraan pendidikan oleh sekolah merupakan praksis yang tidak sebangun dengan pendidikan itu sendiri. Murid-murid sekolah kemudian mempunyai logika baru; belajar dianggap sebagai hasil proses pembelajaran yang diadakan oleh sekolah, semakin banyak pengajaran maka semakin banyak hasilnya, menambah materi maka akan semakin mempermudah keberhasilan. Illich menggedor kesadaran masyarakat untuk segera melakukan revolusi budaya, yakni dengan menguji mitos-mitos yang ada dalam lembaga sosial secara radikal yang selama ini telah mapan dalam pandangan masyarakat.



Mayoritas penduduk dalam negara-negara seperti Brasil, Meksiko, Argentina, dan negara-negara Amerika Latin lainnya, dalam pandangan Illich, berada dalam keterkungkungan sekolah. Penduduk ini disekolahkan karena merasa rendah diri dengan terhadap mereka yang mendapat pendidikan sekolah yang lebih baik. Anehnya, menurut Illich, keyakinan bahwa pendidikan melalui sekolah secara universal mutlak diperlukan justru begitu kuat dianut negara dimana sangat sedikit orang yang telah – dan akan – mengenyam bangku sekolah.



Benar bahwa pengajaran mempunyai andil dalam penciptaan proses belajar dalam waktu dan situasi tertentu. Namun hal ini bukan lalu berarti bahwa hanya pengajaran an sich yang bisa menciptakan proses belajar. Banyak orang yang bisa membaca dan senang membaca beranggapan bahwa mereka bisa dan senang membaca karena sekolah, namun ketika mereka ditanya secara langsung mengenai hal ini, mereka akan melepaskan ilusi ini. Fakta yang ada malah menunjukkan bahwa kebanyakan orang mendapatkan banyak pengetahuan yang berguna justru di luar pengajaran yang telah diprogram sebelumnya.



Salah satu permasalahan yang disoroti Illich adalah mengenai legitimasi yang diberikan sekolah terhadap ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang telah lulus dari sekolah. Orang yang telah mengenyam pendidikan di sekolah dianggap telah memiliki ketrampilan yang memadai yang ditandai dengan diberikannnya ijazah oleh sekolah. Dalam pandangan Illich, sekolah telah memonopoli ketrampilan/peran sosial yang seharusnya tidak dilakukannya. Sekolah telah menyingkirkan orang-orang yang tidak setuju dengan pandangannya. Sekolah hanya melayani kepentingan segelintir masyarakat yang konsumtif-konsumeristik.dengan mencetak serta memasok tukang-tukang yang bisa diberikan instruksi untuk berbuat sesuai dengan keinginan sekolah. Masyarakat telah “dipaksa” untuk selalu tunduk pada diskriminasi yang didasarkan atas sertifikat atau ijazah mengenai ketrampilan yang dimiliki seseorang. Maka kemudian dengan secara tegas, Illich menyatakan “ School, invariably, shapes the consumer who values institutional commodities above the nonprofessional ministration of a neighbor”. Fenomena inilah yang kemudian menjadi dasar pijakan bagi Illich untuk menyatakan bahwa sekolah telah melakukan praktek-prektek pendidikan yang diskriminatif.



Satu hal yang bisa jadi tidak disadari Illich adalah pernyataannya mengenai tindakan diskriminatif sekolah terhadap anak usia sekolah. Dalam pandangan penulis, pembagian anak usia sekolah ke dalam kelas yang berbeda-beda memang dibutuhkan. Karena hal ini sesuai dengan kondisi psikologis anak yang memang berbeda-beda dan, tentu saja, membutuhkan treatment yang berbeda-beda pula. Sehingga bisa dikatakan bahwa konklusi Illich dalam perpsektif psikologi tidak bisa dibenarkan. Dengan demikian, tesis Illich memang bisa dibenarkan sebagian, dan tidak bisa dibenarkan dalam beberapa hal. Namun setidaknya, lagi-lagi, Illich memang telah menyadarkan kita mengenai hal-hal yang tidak kita duga sebelumnya mengenai sekolah.



Kasus Indonesia yang mungkin bisa dianggap relevan dengan kritikan Illich adalah permasalahan yang saat ini masih digodok oleh decision maker yang berkenaan dengan sertifikasi guru. Dunia pendidikan Indonesia merupakan dunia problematis lagi kompleks. Sebagaimana pernah dilaporkan dalam salah satu TV swasta bahwa guru yang telah benar-benar memenuhi sertifikasi yang ditetapkan pemerintah hanyalah sekitar 31% (data per Desember 2006). Dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa men”sertifikasi’kan seluruh guru di negeri ini.



Memang realita yang ada di Indonesia berbeda dengan realita yang dihadapi Illich pada waktu itu. Tesis Illich telah sampai pada kesimpulan bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan telah menyebabkan langkanya ketrampilan. Sebagaimana dinyatakan oleh Illich “….Skill teachers are made scarce by the belief in the value of licenses. Certification constitutes a form of market manipulation and is plausible only to a schooled mind. Most teachers of arts and trades are less skillful, less inventive, and less communicative than the best craftsmen and tradesmen….”Ada permasalahan lain yang pada waktu itu belum sempat muncul. Penggalakan sertifikasi di Indonesia, disamping membuat diskriminasi, disinyalir juga akan memunculkan praktek jual beli gelar yang ilegal, program kuliah jarak jauh yang mempersingkat waktu untuk mendapatkan gelar, serta program kuliah yang berangkat dari logika semakin banyak uang semakin singkat waktu kuliah yang bisa ditempuh. Sungguh sangat ironis melihat kenyataan seperti itu. Pendidikan telah benar-benar direduksi dari makna mulia yang sebenarnya. Maka jangan salahkan kalau kemudian lulusan yang dihasilkanpun tidak mempunyai ruh pedagogis yang seharusnya dimiliki. Pendidikan kemudian kehilangan elanvitalnya.



Dunia pendidikan Indonesia bak lingkaran setan. Sementara pemerintah meminta semua guru harus bersertifikasi dengan terlebih dahulu harus mengenyam pendidikan tinggi, masyarakatpun mengeluh dengan semakin mahalnya biaya pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Di sisi lain, lembaga-lembaga pendidikan tinggi “pemasok” guru bersertifikat (lembaga pendidikan tinggi yang mempunyai jurusan keguruan), seringkali juga dikritik karena ketidakmampuannya menyiapkan lulusan yang berkualifikasi dan kompeten di bidangnya. Lembaga pendidikan tinggi ini dituding melahirkan lulusan yang setengah-setengah, bahkan tidak pantas menjadi seorang guru. Lulusan bersertfikatpun ternyata juga belum tentu memiliki kompetensi. Dan hal inilah yang perlu untuk segera dibenahi. Lalu sebenarnya quo vadis pendidikan Indonesia?.

Selasa, 07 Juni 2011

Bisnis Centre harus memiliki rasa pembeda!!


Salah satu kunci keberhasilan bisnis adalah melakukan kegiatan yang dikenal sebagai Unique selling proposition artinya jika kita sudah memutuskan suatu bidang bisnis yang akan kita geluti , mka kita harus fokus pada bisnis kita . Fokus waktu, fokus tenaga dan pikiran dan fokus pada keberhasilan bisnis kita. Fokus terhadap keberhasilan harus lebih kuat daripada fokus pada ketakutan terhadap kegagalan.Kita harus mempelajari dengan lebih jeli bagaimana agar kita lebih unggul dibanding pesaing kita baik didalam produk,ketepatan pengiriman,layana purna jual,customer service dll, sehingga kita harus memahami inti dari bisnis kita.Jika kita bergerak dibidang bisnis makanan artinya kita memberi orang makan, adapaun inti dari makanan adalah masalah keamanan produk, rasa dan selera . banyak sekali contoh tentang rumah makan , tampilannya sederhana tapi sangat laris, karena lezatnya masakan. Sehingga kita harus mempelajari urutan prioritas bisnis , ini akan memberikan kita panduan tentang strategi pemasarannya.Sering kita lihat bahwa pelanggan cenderung membeli dari perusahaan specialis , contohnya jika kita mau beli bakso biasanya ya kewarung bakso, bukan ke warung yang menjaul bkso, mie ayam,sup dan ayam goreng dll, jadi intinya konsumen lebih cenderung cari yang specialis.Kebanyakan bisnis restoran yang laris menjual produk makanan yang special. sebagai ilustrasi donat yang enak dan lengkap ya ke dunkin donat, ayam goreng ya ke Mbok berek, atau Ayam goreng Ibu Suharti, sehingga untuk mendapatkan produk terbaik biasanya kita beli dari toko khusus daripada toko serba ada.
Sehingga arah yang kita upayakan adalah menuju ke specialisasi produk atauapun keahlian yang menuju Unique Selling proposition dibanding produk jasa pesaing , sehingga kita memiliki daya pembeda dimata konsumen, pastikan kita memiliki produk dan jasa yang special dimata pelanggan, dan kita tidak perlu repot repot mencari pelanggan, justru pelanggan yang akan datang ketempat kita.Jika bisnis adalah perang maka cara untuk bertahan hidup dan makmur adalah menjadi lebih baik dari pesaing kita.Apakah kita kecil atau besar , strategi yang kita lakukan adalah berpusat pada kompetensi inti kita, mengapa fokus pada kompetensi inti kita begitu penting? karena konsumen berkonsentrasi pada satu aktivitas atau produk spesifik.
Pelanggan cenderung memandang perusahaan yang fokus sebagai pakar dibidangnya. Dan sebagai pakar , konsumen akan memandang mereka lebih berpengatahuan dan berpengalaman dari seharusnya . Sebaliknya konsumen jarang memuji generalis yang memiliki banyak produk ataupun keahlian , betapapun mahirnya sang generalis ini, akal sehat akan memberitahu konsumen bahwa seseorang ataua perusahaan tidak bisa menjadi ahli atau mahir dibanyak bidang sekaligus.Sebagai contoh diatas Suharti sukses di ayam goreng , pada prinsipnya semakin fokus dan terspesialisasi bidang usaha kita , maka akan semakin sedikit pesaing yang bisa melawan anda. Sering kali dalam bisnis kita tergoda untuk meniru sukses orang lain, sehingga terkadang kita cepat memutuskan untuk meniru atau bahkan berpindah bisnis . Dibutuhkan kesabaran untuk dapat fokus pada bisnis kita, sehingga saya cenderung menentukan fokus atau tidak kurun waktu yang saya pakai adalah lima tahun , karena biasanya kecenderungannya setelah berjalan lima tahun bisnis kan membaik, apabila kita tetap fokus di bisnis kita, kesulitan yang kita hadapi pada awal berusaha harus fokus kita atasi bukanya malah meninggalkannya, resepnya adalah bertahan dimasa sulit dan berkembang dimasa yang baik. Selalu percaya pada roda bisnis yang selalu berputar akan kita alami masa baik dan masa sulit tetapi kita harus tegar.Businnes Centre yang kita geluti juga harus menuju pada specialisasi produk walaupu awalnya kita bergerak di retail tetapi karena persaingan luar biasa keras saya menyarankan nantinya kita fokus disuatu produk agar kita bisa punya rasa pembeda khususnya kita bergerak di grosir, jadi yang kita perbesar adalah grosirnya, namun sekali lagi kita hanya bergerak disuatu produk unggulan saja , demikian sekedar urun rembug semoga ada manfaatnya... Barvo SMK bisa!!

Senin, 06 Juni 2011

Bagaimana kiat agar sebagai karyawan tapi punya hak menjadi kaya!


Tulisan ini aku resume dari buku Safir Senduk yang berjudul ”Siapa Bilang Karyawan Nggak Bisa Kaya ? ”. Aku sebagai karyawan ingin mempunyai tabungan yang cukup, tapi terasa sulit sekali. Nafsu belanjaku masih lebih besar daripada niat menabungku. Memang menabung itu membutuh niat yang kuat dan konsistensi yang tinggi.

Mudah-mudahan dengan resume ini temen-temen yang baca tulisan ini bisa ikut lebih semangat lagi untuk menabung. Apalagi di jaman yang serba mahal seperti sekarang ini.

Resumenya sebagai berikut :

3 pemikiran yang harus Anda miliki sebagai seorang karyawan:

1. Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak─sekali lagi tidak─menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan.

Berapa pun gaji yang Anda dapat, tidak menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan, yang menjamin adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang.

2. Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah─entah Anda banyak tanggungan, banyak utang, atau boros─sebagai alasan untuk selalu minta naik gaji

Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, kalau anda merasa bahwa gaji Anda koq sepertinya nggak cukup untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya banyak, yah, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika anda menambah anak, Anda nggak minta izin dulu ‘kan ke perusahaan?

3. Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda.

Kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan.



3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN

1. Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.

“Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai, kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?” Hallah, kalaupun penghasilan Anda naik, toh penghasilan itu akan habis juga, kan? Jadi, sebelum habis, kenapa Anda tidak selamatkan dulu sebagian, daripada nabungnya di belakang terus habis? Ya nggak

2. Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda.

Pada beberapa kasus, Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda.

3. Pakai celengan.

Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng─katakan─lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya? Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan.

RAHASIA MENJADI KAYA SEBAGAI SEORANG KARYAWAN

A. Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif

Bagaimana Melakukannya?

1. Tentukan Harta Produktif yang ingin Anda miliki.

2. Tulis pos-pos Harta Produktif yang Anda inginkan tersebut di kolom Harta Produktif. Contohnya seperti pada tabel di halaman berikut.

3. Segera setelah mendapatkan gaji, prioritaskan untuk memiliki pos-pos Harta Produktif sebelum Anda membayar pengeluaran Anda yang lain. Kalau perlu, pelajari seluk-beluk masing-masing Harta Produktif tersebut.

HARTA PRODUKTIF


HARTA KONSUMTIF

Tabungan di Bank Niaga

Deposito di Bank Mandiri

Reksadana Pendapatan Tetap (dari

Trimegah)

Rencana Harta Produktif Lain:

Deposito di Bank Danamon

Unit Link dari Prudential

Emas Koin

Reksadana Saham Shcroeder

Motor (disewakan ke tukang ojek

dekat rumah)

Bisnis Laundry (perantara saja)

Bisnis Burger Edam (Franchise)


Teve

Radio tape

Perabot rumah

Hiasan dinding (5 buah)

Meja makan

Handphone

Sofa (3 buah)

Komputer

Perangkat makan

Ranjang (4 buah)

Perhiasan

Peralatan masak

Busana (banyak sekali)

Kaset dan CD (banyak sekali)

VCD dan DVD (banyak sekali)

Setumpuk buku

Rumah

Mobil Kijang

Motor Yamaha

Tabungan di BCA (untuk belanja)

B. Atur Pengeluaran Anda

Tiga hal yang harus Anda perhatikan dalam mengatur pengeluaran.

1. Bedakan kebutuhan dan keinginan.

2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.

3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran.



C. Hati-hati dengan Utang

Tahukah Anda perbedaan ngutang dan nabung?

Menabung berarti bersusah-susah dulu, bersantai-santai kemudian. Artinya, Anda bekerja keras di depan, setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang, berarti Anda bersantai-santai dulu, baru merasakan susahnya di belakang. Sekali lagi, nabung berarti Anda bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang, sedangkan ngutang berarti Anda menikmati nikmatnya di depan, setelah itu melakukan kerja keras.

Kebanyakan orang Indonesia lebih senang ngutang daripada nabung.



Kapan BOLEH Berutang

1. Ketika utang itu akan digunakan untuk sesuatu yang produktif.

Misalnya, untuk bisnis. Bisnis jelas produktif, biarpun hasilnya kadang tidak selalu bisa langsung dinikmati. Harapannya sih , hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar.

2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik.

Contohnya, rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya. Nilai bangunan biasanya akan menurun dalam jangka waktu 10─15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan. Di sini, Anda boleh berutang karena hampir bisa dipastikan persentase kenaikan nilai rumah Anda lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.

3. Ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.

Misalnya, barang elektronik. Kulkas deh. Kulkas nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Bahasa kerennya: urgent. Nah, kalau tidak punya uang tunai yang cukup untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda.



Kapan Sebaiknya TIDAK Berutang

Ketika barang yang Anda beli nilainya menurun dan Anda punya uang untuk membelinya secara tunai.

Kembali ke contoh kulkas yang urgent itu. Kalau Anda memiliki uang tunai, lebih baik beli cash. Kenapa? Membeli secara kredit akan lebih mahal dibanding kalau Anda membeli secara tunai. Bagaimana dengan rumah? Apa harus tunai juga? Memang, membeli rumah secara tunai akan lebih murah. Akan tetapi, khusus untuk rumah, tidak apa-apa kalau Anda membelinya secara kredit. Berbeda dengan kendaraan atau barang elektronik yang nilainya menurun, nilai rumah biasanya naik sehingga kalaupun Anda membayar lebih mahal dalam bentuk pembelian secara kredit, toh persentase kenaikan nilai rumah Anda biasanya lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.


Berikut sejumlah tip bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berutang.

1. Pilih dengan siapa Anda berutang.

2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan Anda.

3. Perhatikan prosedur pembayaran utang Anda.


Kalau sudah punya hutang

1. Tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan.

2. Jalin hubungan dengan si pemberi utang.

3. Kadang-kadang, tidak apa-apa melakukan gali lubang tutup lubang.



D. Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa Yang Akan Datang

Ada empat alasan mengapa orang tidak mempersiapkan dana sejak sekarang untuk

membayar pos-pos pengeluaran yang penting di masa depan.

1. Merasa belum urgent, toh masih lama.

2. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana.

3. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar.

4. Pasrah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri.



Pos-pos Pengeluaran di Masa Depan yang Umumnya Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang

1. Pendidikan Anak

2. Pensiun

3. Properti

4. Bisnis

5. Liburan dan Perjalanan Ibadah





E. Miliki Proteksi

Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan Anda antara lain adalah:

1. Kematian

2. Kecelakaan

3. Sakit

4. Musibah pada rumah

5. Musibah pada kendaraan

6. Pemutusan Hubungan Kerja



Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya ada tiga, yaitu:

1. Miliki asuransi.

2. Miliki dana cadangan.

3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terusmenerus.



“MILIKI PROTEKSI” Bagaimana melakukannya?

1. Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian. Syukur kalau dari beberapa dari jenis jasa asuransi itu sudah dibayari oleh kantor. Kalau tidak, beli saja dengan biaya sendiri.

2. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau Anda kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan uang pesangon, atau kalau uang pesangonn Anda sangat kecil.

3. Miliki Sumber Penghasilan Lain di Luar Gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji Anda yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti
sumber ( warna warni dunia bicara)

Minggu, 05 Juni 2011

Perlunya kita menikmati proses untuk meraih sukses


Bagaimana kita menikmati Proses menuju Sukses

Donald Trump, pebisnis properti yang sangat terkenal di AS mengatakan, Orang yang menganggap bahwa mencapai sukses adalah proses garis lurus A ke Z, adalah orang yang tidak mengerti kenyataan hidup. Memang ada beberapa kisah tentang orang sukses dalam semalam, namun sebenarnya yang terjadi mungkin diawali proses bertahun-tahun.

Kesuksesan nampak cepat karena kita melihat dari media yang mempublikasikan keajaibannya, bukan prosesnya. Sukses tidaklah instan, yang dapat kita upayakan adalah mempercepat proses saja. Sama seperti kita memasak mie instan, meskipun sangat cepat, urut-urutannya sama dengan memasak nasi yang tidak instan. Yang membuat cepat adalah, kita kebagian tugas memasak mie yang sudah dipersiapkan bumbunya. Proses untuk sampai menjadi mie instan itu sendiri tidaklah instan.

Proses untuk membuat bisnis berkembang menjadi besar pada umumnya adalah proses bagaimana pemilik bisnis mengalokasikan keuntungan dari bisnisnya untuk mengembangkan bisnis, bukan untuk kegiatan konsumtif.

Di sekitar kita, banyak sekali warung yang barangnya laris tapi tak bisa berkembang. Mengapa ini bisa terjadi? Biasanya para pakar mengatakan, faktor utamanya adalah kekurangan modal dan SDM yang lemah. “Tanpa dukungan modal, mereka tidak akan maju,” kata banyak pakar.

Benarkah demikian? Belum tentu. Yang saya lihat di lapangan, stagnasi usaha skala rumah tangga lebih disebabkan karena pola pikir mereka tentang uang. Mereka telah bertahun-tahun menjadi pelaku bisnis, namun pola pikirnya tak jauh beda dengan pegawai.

Ingat, orang bermental pegawai adalah mereka yang selalu menggunakan penghasilannya untuk kebutuhan konsumtif. Mereka selalu kekurangan uang berapapun gajinya. Bahkan setiap kenaikan gaji selalu diiringi dengan kenaikan hutang. Konon para eksekutif yang gajinya di atas 20 juta, menggunakan 60% penghasilannya untuk membayar hutang. Celakanya, semua hutang mereka adalah hutang konsumtif seperti mobil, rumah, alat elektronik dan sebagainya.

Pada pedagang yang bermental pegawai juga demikian. Setiap hari mereka mendapatkan keuntungan dari bisnisnya, dan setiap hari pula mereka menghabiskan uangnya untuk kebutuhan rumah tangga. Sewaktu saya kecil, Ibu saya memiliki warung sembako. Sebagian keuntungan usaha dikumpulkan, tapi setelah terkumpul semuanya untuk merenovasi rumah. Akibatnya usaha warung itu bertahun-tahun tak juga berkembang. Usaha itu baru terlihat berkembang ketika sebagian keuntungan digunakan untuk usaha yang baru di bidang pertanian.

Ada pula yang mengatakan bahwa usaha mikro tidak dapat maju karena penghasilannya kecil sehingga tidak dapat menyisihkan keuntungannya untuk pengembangan. Menurut saya ini kurang tepat. Kenyataan menunjukkan bahwa orang-orang yang mampu mengembangkan bisnis umumnya selalu berupa menghemat pengeluaran meskipun penghasilannya masih pas-pasan. Mereka rela menunda kesenangan bahwa menghemat biaya makan dan pakaian demi mengusahakan pengembangan bisnis. Mereka lebih suka menyisihkan keuntungannya untuk merekrut tenaga baru atau membuka cabang baru daripada untuk membeli kendaraan baru atau baju mahal atau rumah baru.

Kadang ada orang yang usil bertanya begini,” kalau kita menunda menikmati hasil usaha kita, kapan kita menikmati jerih payah kita?” . Pertama kita harus menyadari bahwa kita harus mampu menikmati liku-liku perjalanan sebelum sampai ke tujuan. Bila kita tidak mampu menikmati proses, percayalah kita akan menjadi tidak sabar dan bisa stress akibat banyaknya hambatan di tengah jalan. Ketidaksabaran itu justru pangkal dari kegagalan. Jadi, nikmatilah hidup ini selagi kita dalam keadaan berjuang keras. Kelak kemudian hari anda akan dapat mengisahkan perjalanan hidup anda yang luar biasa itu kepada anak cucu dan sahabat anda dengan bangga.

Pada umumnya jika kita mencapai kesuksesan tertentu, kita segera ingat dan terkenang dengan masa-masa sulit. Kita menjadi sadar bahwa proses kesulitan itu sendiri menjadi indah karena telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang dramatis. Tentunya, daripada kita hanya mengenang masa sulit, akan lebih baik bila kita sudah mampu menikmati proses di dalam kesulitan itu sendiri. Seperti tubuh yang sehat karena olah raga hingga nafas kita ngos-ngosan, begitupun dengan kesehatan bisnis anda. Ia bisa sehat karena sering menghadapi banyak tantangan.

Dunia memang bergerak dengan cepat sehingga kita kerap kali tidak sabar ketika segala sesuatu berjalan sangat lambat, apakah itu antrian di SPBU atau akses internet. Kita kadang menjadi tidak toleran terhadap hal-hal yang tidak dapat dipercepat atau dilewati. Padahal setelah kita sabar menikmati proses antrian, di depan sana kita akan mendapat sesuatu yang menyenangkan.

Bila anda saat ini tengah mengalami kesulitan dalam bisnis, nikmatilah, sambil terus berusaha mengembangkan bisnis. Biasakanlah menyisihkan laba bisnis anda untuk mengembangkan bisnis.

Selamat menikmati proses
Menikmati Proses Menuju Sukses
( sumber dari Indonesian entrepreneur society )

Jika Lulusan SMK mampu memiliki 8 ketrampilan yang disukai perusahaan


8 KETERAMPILAN PALING DICARI PERUSAHAAN
Seperti tiap orang yang ingin karirnya maju, masa depan karir anda juga ditentukan keterampilan yang anda miliki dan dapat anda 'jual' pada perusahaan. Dan para pencari kerja dengan keterampilan yang diinginkan perusahaan pencari kerja itulah, yang akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan.

Sebenarnya, anda dapat meningkatkan keterampilan yang anda miliki lho, tentu saja tergantung dengan minat, kemampuan, bakat, kecukupan dana dan kesesuaian target karir. Tetapi, mengingat ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ataupun saat mendatang, maka lebih baik anda mengutamakan untuk memiliki keterampilan yang berguna untuk peningkatan karir anda dalam waktu dekat. Berikut ini 8 keterampilan yang paling dicari saat ini,menurut penelitian Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.
1. Keterampilan bahasa asing
Pada jaman modern seperti ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak di semua perusahaan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan. Karena itu, mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis, acapkali lebih disukai dan diprioritaskan dalam ujian saringan masuk di sebuah perusahaan. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.
2. Keterampilan teknis tentang mesin
Saat ini, teknologi adalah mutlak diperlukan di semua bidang usaha. Bagian instalasi yang memperbaiki sebagian besar jaringan listrik suatu gedung, peralatan elektronik dan sebagainya. Insinyur, bagian telekomunikasi, ahli otomotif, ahli transportasi adalah sebagian diantara bidang kerja yang masuk dalam kategori ini.
3. Keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia
Umumnya, perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari satu orang, tentu mempunyai masalah yang berhubungan erat dengan bagaimana melakukan interaksi timbal balik di perusahaan itu. Sehingga sudah pasti, sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada bagaimana para pegawai di semua lini perusahaan itu dapat saling bekerja sama. Mereka yang bergerak di bidang kerja ini umumnya memang memahami dan menangani segala kebutuhan para pekerja di suatu perusahaan.
4. Keterampilan di bidang pemrograman komputer
Perusahaan masa kini telah sangat bergantung pada sistem komputerisasi yang canggih. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer. Jika anda mempunyai keterampilan berupa penguasaan seluk beluk tentang HTML, Visual Basic, Unix atau SQL Server, anda akan menjadi salahsatu aset besar perusahaan dan berpeluang meningkatkan karir anda.
5. Keterampilan Mengajar
Sebagai bagian dari komunitas modern yang selalu berkembang setiap waktu, perusahaan masa kini kerap menginginkan anak buahnya mempuanyai pengetahuan yang multi dimensi, bahkan yang bukan bidang kerjanya. Sebab itu, kini banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap 'dikejar' banyak perusahaan untuk memberikan 'short course' bagi pegawai mereka.
6.Keterampilan manajemen keuangan
Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan penasihat bisnis, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan mereka. Oleh karena itulah, anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.
7. Keterampilan ilmu kimia dan matematika
Banyak sekali kemajuan besar di dunia ini tercipta dari beragam penemuan di bidang kimia dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan pasar kerja terhadap sumber daya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.
8. Keterampilan memecahkan masalah
Berbagai tugas yang kita hadapi setiap harinya, baik secara personal dan juga dari segi bisnis merupakan hal yang kompleks yang kerap terjadi. Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan-keputusan yang efektif adalah nilai tambah yang paling dicari perusahaan. Yang masuk dalam kategori ini misalnya bidang kerja bisnis administrasi, konsultan manajemen, administrasi negara, ilmu pengetahuan, obat-obatan atau insinyur.
(sumber dari bloggaul.com)

Kamis, 02 Juni 2011

Bagaimana mendidik siswa menjadi unggul baik prestasi maupun karakternya


Indah dan berkelas jika sekolah kita mampu membawa nuansa produktifitas dan jati diri lulusan yang berkatagori "prigel", saya lebih suka dengan istilah berkelas dan prigel , karena konotasi dari kata berkelas mempunyai arti sudah punya rasa pembeda, siapapun itu jika sudah memiliki katagori berkelas pasti nuasanya unggul dan elegan. Istilah unggul tidak jauh dari prestasi sehingga saya sangat suka dengan istilah berkelas ini.SMK sebagai salah satu jalur pendidikan, dimaksudkan sebagai tempat untuk mencetak tenaga profesional kelas menengah yang mempunyai ciri khas " produktif" dan berkarakter, sehingga pemakai atau Du/Di akan merasa terbantu dan tidak akan kesulitan untuk mencari tenaga kerja. Oleh karena itu bagi sekolah sendiri setiap pembukaan program keahlian atau program studi haruslah mampu menjalin kerjasama dengan calon pemakai, artinya kurikulum haruslah disesuaikan dengan kebutuhan Du/Di sehingga harus digiatkan dengan sikronisasi kurikulum dan diciptakan nuansa industri, sehingga siswa merasakan pendidikannya serasa dilingkungan perusahaan.Kita rasakan nuansa industri ini belum tercipta di sekolah sehingga, masih banyak kita rasakan seolah olah sekolah terpisah dengan Industri, sehingga banyak kalangan pendidik yang berorientasi pokoknya lulus, soal pekerjaan dipikir belakang, nah inilah yang menyebabkan semakin jauh rasa atau taste yang dihasilkan sekolah berupa lulusan yang masih jauh dari harapan Du/Di,apalagi sampai tingkatan prigel. Apa yang perlu kita perbaiki kalau melihat kondisi tersebut?.Sebagai sekolah yang orientasinya lulusanya laku dipasaran tentu senantiasa menjaga rasa atau taste lulusannya, sehingga setiap ada perubahan atau pergerakan atau perubahan selera pemakai maka dengan cepat diantisipasi, sehingga tidak ada istilah terlambat.Sehingga di sekolah sendiri haruslah ada bagian yang tugsnya mengadakan kegiatan forecasting atau mempridiksikan atau meramalkan kapan harus berubah atau menyesuaiakan diri demi tuntutan Du/Di alias pemakai lulusan, jika sekolah sudah memiliki renbang maka salah satu tugas renbang ya mengadakan kegiatan forecasting ini, nah orang yang terlibat di renbang ya orang yang memiliki wawasan luas tentang kurikulum ,memahami pola perkembangan industri , serta mempunyai kemampuan analisa kebutuhan perusahaan., tanpa kemampuan itu maka saya jamin akan jalan ditempat, biasanya hanya mengurus kesenjangan jabatan, jabatan basah dan kering dan bahkan hanya cari kesalahan teman sendiri , nah jika ini yang terjadi dijamin sekolah tidak akan mampu berkembang dengan baik.Oleh karena itu merupakan PR buat pengelola persekolahan dari Kepala Sekolah dan pembantunya serta dewan gurunya ,bahwa tidak mudah untuk mengelola sekolah yang orientasinya menghasilkan lulusan yang tinggi produktifitasnya sekaligus prigel dalam mengatasi masalah.Menurut Ahli pendidikan Prof Dr.Ate Sugito, SH,MM guru besar Unnes , untuk mengelola sekolah unggul memang dibutuhkan orang orang super dibawah pimpinan yang telah paham betul dengan pola kepemimpinan asta Brata, sehingga untuk menjadi kepala sekolah disekolah unggul haruslah yang memiliki usus yang panjang, harus sabar dan mempunyai tingkat kemanusiaan yang tinggi , semua bisa diselesaikan dan tidak boleh ada yang kececer artinya sebagai pemimpin yang memiliki watak Bawa Laksono, satunya kata dengan perbuatan, bisa dipercaya.
Satu hal yang tidak boleh dipisahkan dari proses pembelajaran adalah penanaman karakter unggul untuk para siswanya , sehingga nilai kesopanan, unggah ungguh , tepo seliro danpenghormatan kepada yang lebih tua harus ditanamakan sejak dini, saya sangat bangga jika melihat siswa yang lembut , mudah menyapa,ramah dan sopan tapi tahan banting alias mampu memperlihatkan diri sebagai pemuda yang tidak mudah menyerah yang ditandai dengan kemampuan menahan diri dari situasi sulit, mampu bertahan dari kondisi pailit. nah jika mampu menjaring siswa dengan kriteria tersebut bisa dipastikan sekolah kita mudah dalam pengelolaan dan mudah pula menyalurkan karena merupakan impian Du/Di,ingin karyawannya memiliki jiwa tersebut, nah sekali lagi PR buat para petugas PPDB yang sebentar lagi akan mulai penerimaan siswa baru ditingkat SMK , buatlah soal test atau bentuk seleksi yang dapat menghasilkan siswa dengan kreteria beranui menanggung resiko, tahan uji dan mau bertahan dalam situasi sulit, nah jika sudah terjaring siswa dengan kriteria tersebut maka guru tidak akan mungkin mengalami kesulitan dalam membentuik pribadi maupun karakternya serta tidak akan kesulitan dalam meningkatkan produktifitas kerjanya... semoga ada manfaatnya buat kita yang berkecimpung di dunia pendidikan.

Konsep pengembangan jati diri Pengelola Businnes Centre SMK


Janji
Adalah niat dalam hati yang berkorelasi dengan kesetiaan. Janji bisa diniatkan dalam hati, diucapkan secara lisan maupun tertulis yang biasanya tertuang pada produk perjanjian. Dengan adanya janji/perjanjian, maka akan mencegah terjadinya pengkhianatan/penyelewengan.

Sadar Diri
Adalah kemampuan jiwa dan raga untuk ingat tentang keberadaan janji tersebut. Jika jiwa sudah ingat tentang eksistensi diri berada dalam lingkaran janji kepada seseorang/perusahaan, maka raga akan bergerak secara otomatis sadar melakukan tindakan yang berkaitan dengan janji. Sadar diri bahwa dirinya bekerja pada sebuah perusahaan yang telah memberikan gaji dan bonus serta pangkat, maka diri ini harus sadar bahwa perusahaan tersebut telah memberikan sesuatu kepada dirinya.

Komitmen
Adalah penerapan dari rasa tekad atas segala kekurangan, kelebihan, resiko, konsekwensi seseorang/perusahaan. Apapun yang terjadi, hantaman badai ataupun limpahan bahagia, seseorang itu akan tetap berbuat baik/positif dalam menjaga harmonisasi tim/perusahaan.

Tunduk
Tunduk bukan hanya merupakan tindakan tetapi lebih merupakan sikap patuh terhadap peraturan perusahaan, kebijakan pimpinan dalam suasana hukum positif (Agama, budaya dan norma kemanusiaan). Manusia mempunyai isi otak dan keinginan yang berbeda-beda. Jika pemimpin mempunyai kebijakan yang arahnya positif, maka dengan adanya komitmen maka secara bersama harus mendukung.

Inisiatif
Adalah kemampuan mengambil tindakan konstruktif secara mandiri dalam hadapi situasi dan kondisi tertentu untuk tujuan kebaikan perusahaan. Pemimpin adalah manusia yang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Inisiatif hadir untuk saling melengkapi segala kekurangan pemimpin/perusahaan.

Setelah semua terpenuhi, maka pemimpin harus secara bijaksana bertindak atas prestasi yang tercipta oleh tim nya. Tindakan itu bisa berupa pemberian penghargaan dalam komunikasi hubungan atau material.

Bagaimanakah watak bisa merusak sebuah hubungan ?
Saya bersikap ambigu terhadap keberadaan watak/sifat mendasar kepribadian manusia. Ada yang mengatakan watak adalah sifat mendasar kepribadian manusia yang ada semenjak lahir. Tapi, saya lebih condong berpendapat bahwa watak berasal dari pengaruh lingkungan, maksudnya disini watak ini diperoleh berdasarkan pengaruh dari lingkungan yang telah memberikan perubahan terhadap kehidupannya ataupun gaya hidup yang dia jalankan.

Untuk membangun manusia (menurut Islam), Allah mewakilkan kepada manusia melalui nafsu yang empat ( Amarah, Mutmainah, Sufiah, Aluamah ). Amarah adalah kemarahan, Mutmainah adalah kebaikan, Sufiah adalah keinginan, dan Aluamah adalah mementingkan diri sendiri. Dari 4 nafsu dasar tersebut menghasilkan sifat-sifat manusia diantaranya: Lemah, Gampang terperdaya, Lalai, Penakut/gampang kawatir, Bersedih hati, Tergesa-gesa, Suka Membantah, Suka berlebihan, Pelupa, Suka berkeluh kesah, Kikir, Kejam dan Bodoh, Suka menuruti prasangka, dan Suka berangan-angan.

Jika nafsu tersebut tidak seimbang, ada salah satu yang mendominasi, bakal punya potensi yang menghancurkan. Karena efeknya adalah menghasilkan dominasi watak pula terhadap keberlangsungan sebuah hubungan.

Oke, saya menyatakan bahwa hal diatas adalah diskusi terbuka. Para pembaca bisa mengkritik dan menambahkan pendapatnya. Semoga bermanfaat.Khusus bagi pengelola businnes Centre SMK saya sarankan untuk lebih mawas diri dalam menjalankan pengelolaan bisnisnya jangan terjebak pada nafsu yang merugikan yang akibatnya adalah kekecewaan, tetapi jangan jadi penakut untuk bertindak karena jika tidak segera memulai dengan kreatifitas maka akan tertinggal dari pesaing kita barvo para pengelola selamat berkarya ! tunjukan kamu bisa .... SMK Bisa !!