"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Selasa, 31 Agustus 2010

Hikmah yang bisa dipetik dari permasalahan dengan Malaysia


Saya termasuk orang yang selalu berprasangka baik sama siapapun termasuk dalam melihat sesuatu dengan kacamata yang mungkin bisa dikatakan kacamata seribu masalah, artinya bahwa munculnya suatu masalah bisa berarti,ada yang kurang benar dipihak kita, atau ada yang tidak beres dipihak lain, namun ketidak beresan ini bisa berarti positip jika kita mengganggap dalam rangka penyadaran, karena dibalik masalah ada hikmah yang bisa dipetik didalamnya, kan manusia hidup belajar dari masalah .
Masalah atau musibah yang menimpa hambanya memiliki manfaat yang sangat besar terutama bagi orang yang telah dilapangkan hatinya oleh Allah, karena musibah atau masalah menyadarkan atau bahkan membukakan pendengaran, penglihatan, dan hati selalu diselimuti oleh berbagai kenikmatan , disinggahi oleh tamu kesenangan dan dihalangi sekat kelalaian.
Musibah dapat menguatkan hati, menyadarkan dari kelalaian, mengasah akal,sehingga menjadi orang yang bijak , yang peka, yang punya pemikiran mendalam , yang banyak pengalaman, dan memiliki daya pemahaman yang kuat. Pengaruh yang muncul adalah kita bisa menikmati nilai nilai karunia setelah musibah berakhir, sehingga mendorong seseorang menjadi lebih sabar dan tabah.
Sehubungan dengan adanya masalah dengan negara tetangga Malaysia yang senantiasa mengusik jati diri bangsa Indonesia , dengan berbagai isue dan kejadian misal Hilangnya dari peta Kedaulatan kita tentang Pulau Sipadan Ligitan, masalah Tapal batas laut kita yang belum jelas sehingga menimbulkan saling Klaim wilayah, masalah yang terakhir tentang ditangkapnya Petugas Kelautan kita oleh petugas Pengawal perbatasan Malaysia dan ditangkap diwilayah kita sendiri, masalah TKI yang berjumlah 2 Juta orang serta adanya kasus yang menyeret TKI dalam masalah hukum sebanyak 500 orang lebih di Malaysia yang bisa dipidana mati merupakan masalah yang pelik bagi negara kita.
Ada apa dibalik itu semua. ada hikmah apa yang bisa dipetik dari masalah masalah tersebut diatas, saya masih ingat sabda nabi SAW " Orang mukmin yang satu dengan yang lain seperti sebuah bangunan yang menguatkan sebagian akan sebagiannya" ( HR. Bukhari - Muslim ).Jika kita sebagai bangsa bersatu, kokoh tidak saling menyalahkan dan salin introspeksi maka kemungkinan kita bisa mengatasi semua masalah negara kita dengan baik , tanpa ada satu pihakpun yang merasa direndahkan.
Sabda nabi yang bisa menjadi rujukan kita yaitu " jauhilah kamu terhadap buruk sangka , maka sesungguhnya buruk sangka itu, adalah seperti ucapan yang paling bohong dan janganlah kamu mendengarkan kelakuan orang lain , janganlah kamu untuk saling berlomba(dalam keburukan), saling dengki dengkian, saling membenci dn saling memalingkan muka, Dan jadilah kamu sebagai hamba Allah yang bersaudara" (HR . Bukhari - Muslim ), sehingga kita kalau melihat dari isi hadist diatas hendaklah saling bersatu dan tidak berburuk sangka antara yang satu dan yang lain , semua permasalahan dengan Malaysia , hendaklah kita kaji dengan lebih mendalam ada kesalahan dibagian mana di negeri kita ini, apa pemimpinnya yang belum melaksanakan Mulat sariro hangrosowani dan berbudi bawaleksana atau rakyatnya yang tidak mau tahu kesulitan pemimpinya, dan rakyat yang tidak mau diatur , merupakan suatu kajian tersendiri.
Mengapa Pemerintahan Malaysia sekarang berani melakukan provokasi kepada negara kita, mengapa mereka menganggap remeh kita sekarang, dulu pada era tahun 80an pada saat bom minyak , mereka begitu antusias mendatangkan guru guru kita diberbagai bidang ilmu pengetahuan untuk mengajar di Malaysia , sedangkan kita pada waktu bom minyak bumi tahun 80an malah membangun Hotel berbintang dan bukanya menyiapkan sumber daya manusia dengan mengirim putra terbaik bangsa kuliah diluar negeri. Menurut pengamatan saya sebagai masyarakat kecil merasa ada yang salah dalam penanganan permasalah dengan Malaysia, tetapi sekali lagi Allah SWT mungkin mempunyai rencana tersendiri dengan munculnya permasalahan dengan Malaysia, agar investasi sumber daya manusia itu mempunyai tempat yang strategis dalam rangka memperkuat jati diri bangsa kita sehingga negara lain tidak menginjak nginjak kedaulatan bangsa kita dengan seenaknya sendiri, marilah kita bersatu padu untuk mencari solusi yang terbaik dengan mau menerima masukan yang konstruktif dari kelompok masyarakat barangkali memiliki ide yang brilian tanpa ada pihak yang diturunkan gengsinya dimata internasional, jangan mudah kita menyalahkan orang lain atau kepemimpinan negara kita karena sebenarnya kita hanya kurang peduli saja terhadap kemajuan bangsa kita , kita hanya berkutat untuk mengurusi diri kita dan keluarga kita sendiri tanpa memikirkan kemajuan bangsa dan negara kita secara keseluruhan , banyak pemimpin yang berusaha memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan nasib daerah yang dipimpinnya , hal hal inilah barangkali menjadi faktor mundurnya atau hilangnya kepercayaan kepada para pemimpin, karena tidak memiliki sifat bawalaksana yaitu satunya kata dengan perbuatan.
Marilah kita sebagai individu mencoba untuk memperbaiki diri sehingga akhirnya dengan perbaikan diri kita ini bisa menular kepada masyarakat lain sehingga jika ada permasalahan seperti sekarang ini misalnya dengan negara tetangga Malaysia , kita bisa urun rembug agar bisa memberikan sumbangan pemikiran yang bisa digunakan sebagai solusi jalan keluar permasalah tersebut, perbaiki citra diri kita dulu , sehingga merembet ke citra diri masyarakat baru akhirnya perbaikan citra diri bangsa , yang muaranya jika citra bangsa baik tidak ada satu negara pun yang berani menginjak nginjak kedaulaatan bangsa kita, semoga menjadi bahan renungan kita bersama.

Sabtu, 28 Agustus 2010

Kemulyaan manusia karena menjaga lidahnya


Saya sangat berharap untuk pembaca untuk meresapi kalimat pendek ini " Tolong jaga lidahmu" , mengapa kita harus menjaga lidah , nah tulisan kali ini kita akan bahas sedikit tentang konsekwensi kita memiliki lidah, lidah adalah anggota tubuh kita yang berada dirongga mulut kita merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rongga kepala manusia , Allah menciptakan manusia komplit jika semua organ manusia dalam kondisi yang normal artinya kompenen yang diciptakannya tidak ada satupun yang berkurang termasuk memiliki lidah, sehingga fungsi sebagai manusia bisa menjalankan kodratnya sebagai manusia utuh.
Mengapa kita membahas masalah lidah ini , karena lidah sebagai alat ucap memiliki fungsi yang strategis apakah manusia itu sukses atau tidak sukses bisa dilihat dari fungsi lidahnya.salah satu hadist Mu'adz mengatakan " Banyak orang yang diseret keneraka dengan lehernya , hanya dikarenakan lidah mereka " wah wah ... bikin merinding saja , ternyata lidah mempunyai tempat tersendiri yang harus kita jaga dengan sebaik baiknya .
Berarti Lidah merupakan suatu komponen anggota tubuh kita yang paling membahayakan manusia . banyak orang ditahan gara gara ucapan,. Banyak orang dihukum karena salah ucap dan banyak orang dipenggal kepalanya karena lidah,hal ini baru berlaku didunia lho....
Masalah menjaga lidah ini sebenarnya sering dibicarakan oleh banyak orang , sebagai referensi pada jaman orang tua kita dulu sering diperingatkan agar bisa menjaga lidah kita dengan mengatakan " mandi guneme dewe" artinya apa yang kita katakan mempunyai makna bisa positif juga bisa negatif, jika kita mengatakan sesuatu yang bermakna dan berguna bagi orang lain maka kita akan dihargai tetapi sebaliknya jika apa yang kita katakan menyakitkan orang lain bisa dipastikan kita mendapatkan dampak langsung yaitu kita dikucilkan atau dianggap orang yang tidak tahu diri.
Sebagai manusia biasa kita memang tidak lepas dari salah ucap , tetapi sebaiknya sekarang setiap perkataan yang akan kita keluarkan haruslah sudah melalui buah pemikiran sehinga senantiasa terjaga dari fitnah karena setiap ucapan kita membawa makna yang baik.
Saya sering mengingatkan diri saya sendiri bahwa kita senantiasa untuk melakukan proses undur kaifa artinya kilas balik , apa yang sudah kita berikan kepada orang lain , karena nilai kita sesungguhnya adalah yang telah diberikan kepada orang lain, orang lain menganggap keberadaan kita karena kita punya nilai atau bermakna , setiap apa saja yang kita lakukan dan ucapkan ternyata berdampak positif bagi lingkungan kita, sehingga keberadaan kita senantiasa dinanti oleh orang lain.
Satu hal yang saya tekankan kali ini adalah jagalah lidahmu! ,berbicaralah yang baik baik saja. jangan menyinggung penguasa,atau ulama atau siapapun, karena resikonya akan membayar mahal baik di dunia maupun diakhirat kelak . Sebelum berbicara dipikir lebih dahulu , sebab jika sudah terlanjur berucap sulit untuk memperbaiki atau menarik kembali ucapan kita, makanya saran yang sering kali diucapkan para mubalig adalah jaga lidahmu , karena jika tidak bisa menjaga lidah kita, bisa bikin susah kita dan orang lain.
Banyak penipuan dimana mana, kedengkian merajalela, keserakahan terus meningkat, oleh karena itu kita senantiasa terus menjaga lidah kita dari perkataan yang tidak ada gunanya, bahkan bisa mendatangkan resiko dunia dan akhirat. Memang kita akui bahwa hidup makin susah , permasalahan makin komplek dan banyaknya orang yang telah kehilangan jati diri sebagai manusia , sehingga apa yang dilakukannya kadang telah melanggar kodratnya sebagai manusia, seharusnya kita bisa memuliakan manusia yang lain ,agar kita dihargai oleh orang lain,bahkan Seorang ulama besar Imam Ahmad bin Hambal walaupun tergolong orang yang taqwa , rajin beribadah namun setiap kali duduk setiap majelis ia selalu berdoa " Ya Allah . selamatkanlah... selamatkanlah ", karena orang yang binasa lebih banyak dari orang yang selamat.
Suatu kajian yang senantiasa kita pahami bahwa kita hendaknya menjadi manusia yang senantiasa berfikir produktif dan pola perilakunya senantiasa bermakna bagi orang lain , jangan sampai kita memiliki sifat senang dan gembira diatas penderitaan orang lain, oleh karena itu jagalah lidahmu karena ekspresi manusia yang paling banyak dikeluarkan adalah ucapanya.
Kita hidup hanya sekali maka kita upayakan memiliki peninggalan yang baik , alias memiliki tipak yang baik, sehingga kita senantiasa ditunggu kehadirannya karena kita dihadapan mereka memiliki nilai yang baik , itu saja tidak usah yang muluk muluk jadi manusia yang bisa menjaga lidah ... karena menjaga bukan perkara yang mudah, manusia senantiasa di lingkari dengan nafsu, sehingga perang yang paling besar Menurut kanjeng Nabi Muchammad SAW perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsu, ekspresi yang bisa diukur adalah dari ucapan yang dikeluarkan , sehingga memang menjaga lidah adalah suatu perbuatan yang mulia... semoga ada manfaatnya

Selasa, 24 Agustus 2010

Hebatnya kesempurnaan akal kita dalam menghadapi manusia dengki


Sebagai manusia biasa seringkali kita dihadapkan pada permasalahan lingkungan pergaulan , salah satu yang akan kita bahas kali ini adalah bagaimana cara mengatasi masalah jika teman kita ada yang mempunyai sifat "dengki" . tanda tanda orang memiliki sifat dengki kepada kita adalah :
1. Tidak pernah puas dengan keputusan anda
2. Tidak ada satupun dari anda yang bisa membuatnya bahagia
3. Ia tidak tertarik dengan ucapan anda
4. Ia tidak tertatik dengan harta anda, anak anda dan keluarga anda
5. Ia tidak akan membalas kebaikan anda
6. Ia memiliki bara dendam yang membara , berhentinya jika anda lenyap atau terkena musibah
7. Ia merasa bahagia jika anda mendapat hukuman yang berat
8. Ia senantiasa berusaha untuk mencelakakan anda
9. Ia suka membantu musuh anda
10. Ia merasa benci jika anda membantunya
11. Ia merasa anda adalah orang yang memiliki dosa besar
12. Ia memandang anda tidak memiliki kesempatan bertobat
13. Ia senang membesar besarkan kesalahan anda
14. Ia senang menyerang kehormatan anda
nah komplit sekali bukan? , memang untuk menghadapi manusia yang memiliki hati gelap seperti ini kita haruslah memiliki usus yang panjang alias "sabar" , kuncinya adalah kesabaran, oleh karena itu setiap orang yang memiliki tatakrama orang taqwa biasanya memiliki salah satu ciri yaitu Sabar , orang sabar kekasih Allah.
Untuk menjadi orang sabar bukan suatu kondisi yang tiba tiba namun melalui proses pelereman jati diri manusia artinya orang tersebut sudah melakukan laku prihatin, sehingga daya lenturnya dalam menghadapi masalah sudah teruji, setiap masalah dihadapinya dengan hati dan pikiran yang tenang, sehingga semua keputusan yang diambilnya sudah melalui proses yang mendalam sehingga semua keputusan yang dikeluarkan menjadi rujukan bagi orang lain , jika mengalami masalah yang sama.Suatu kebahagian tersendiri jika kita memiliki katagori orang yang sabar karena kesabaran adalah bagian dari kemulyaan manusia, hebatnya kita dimata Allah jika masalah yang diberikan kepada kita bisa dilalui dengan baik dan malah menimbullan hikmah bagi manusia yang lain , kita senantisa menonjolkan konsep fastabiqul Khoirot.
Sebagai bagian dari suatu masyarakat akademis atau pendidikan hendaknya senantiasa menggali potensi diri kita agar kita bisa menjadi bagian pembangunan manusia , dengan demikian kita bisa memberikan makna, menurut aturan kenegaraan bahwa kita bisa menjadi warga negara yang baik jika kita memberikan konstribusi positip bagi kemajuan negara, kita bisa menjadi Citizen Ship( Civic). Apa yang harus kita berikan kepada negara bukan apa yang akan negara berikan kepada kita, kita yang harus aktif dulu , sehingga kita senantiasa memberikan warna kehidupan, artinya kita senantiasa berfikir produktif untuk kemajuan bangsa dan negara apapun bentuknya.
Dalam mengatasi permasalah manusia seperti sifat dengki tadi, kita anggap saja orang yang tidak sepaham dengan kita tidak ada, sehingga kita tidak terpengaruh dengan keberadaan orang dengki tersebut ,karena jika energi kita tersedot memikirkan dia maka kita akan terkuras sehingga hasilnya negatip, oleh karena itu anggap saja bahwa hidup itu memilki pernak pernik , sehingga pintar pintarnya kita dalam mensiasati hidup .Sebenarnya kata kuncinya adalah pandai nya kita menggunakan akal kita , kita bermakna karena akal kita berkualitas, kita mulia karena akalnya bertambah dan kita dungu karena akal kita berkurang, sebagai contoh jika kita menggunakan kalimat yang tidak benar dan proporsional menandakan kita kurang akal, berkat keji dan mengabaikan rasa malu itu tanda kurang akal, bertindak sembrono dan ceroboh itu juga tanda kurang akal, bertindak nekad dan ngawur juga tanda kita kurang akal , pokoknya kualitas kita ditandai dengan pengguaan akal.
Sehingga dalam menghadapi orang dengkipun kita senantiasa tenang , memberikan jawaban dengan baik dan santun dalam menggunakan kata kata, berdialog dengan bijaksana, konsisten terhadap setiap masalah dan menyadari akibat yang akan terjadi semuanya adalah bukti kalau kita menggunakan akal kita dengan sempurna, sekali lagi kita haruslah sabar dan penuh perhitungan dalam menghadapi semua permasalah hidup kita sehingga Allah akan melihat kita layak untuk diberikan kemudahan hidup dimasa depan, sebagai penutup marilah kita senantisa berfikir positip jika kita dicobai dengan adanya orang dengki disekitar kita, kita anggap sebagai pengawas hidup kita sehingga kita terselamatkan dari godaan syetan, kita senantiasa hidup sesuai koridor kehidupan yang diridhoi Allah sehingga harta kita bisa kita jaga dengan baik untuk bekal kehidiupan anak anak kita ... Amin

Jumat, 20 Agustus 2010

Manusia yang bermakna


Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan datangnya Bulan Ramadhan hendaklah kita senantiasa berupaya untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepadanya, sebagai bentuk balas jasa kebaikan dan sifat Rochman dan Rochimnya Allah maka sebaiknya ya menjalankan apa yang sudah digariskan Allah agar bisa menjadi manusia yang layak diberkahi Allah dan dogolongkan menjadi manusia yang bertaqwa.
Sebagai bulan investasi maka sebaiknya apa yang sudah ditetapkan Allah, kita manfaatkan sebaik baiknya karena fasilitas Allah pada bulan Romadhan ini luar biasa, semua amalan dilipat gandakan oleh Allah. Dengan hukum alamnya dan berjalannya waktu maka semua mahluk di dunia ini akan senantiasa menjalankan kodratnya sebagai mahluk yang harus bisa menyesuaiakan diri dengan lingkungan alamnya , tidak mungkin mahluk mau makan tiba tiba didepannya sudah tersedia makanan tetapi musti melalui proses yang namanya pengorbanan, seperti burung yang mencari makan dia terbang di pagi hari pulang disore hari dengan penuh makan ditemboloknya, cacing mencari makanan maka dia menggeliat pergi kesana kemari akhirnya bisa dapat makanan, manusia juga sama mau makan ya harus bekerja , semua pasti ada pengorbanannya.
Manusia merupakan mahluk yang unggul sehingga ditempatkan derajatnya lebih tinggi dibanding hewan, sehingga fasilitas yang diberikan juga berbeda ,oleh karena itu banyak yang menggunakan metode tawar menawar dan loby kepada Allah SWT , akhirnya manusia bisa mengatasi permasalahan kehidupan.
Perlu diketahui bahwa untuk bisa berkarya dalam kehidupan ini menurut Dr. Aid abdullah Al Qarni manusia harus memiliki posisi yang strategis di dunia ini. anda harus menempati nomor atau angka yang punya nilai, bukan harus yang kosong melompong . Ini artinya sebisa bisanya anda harus ikut ambil bagian dalam membangun dan memberi , demi meringankan beban berat umat.Sesungguhnya seekor lebah yang telah mati harus dibuang dari luar sarangnya, karena sudah tidak ada nilainya sama sekali. Pohon yang layu harus dihilangkan dari taman, karena sudah tidak ada gunannya sama sekali. bagi seseorang yang bisa melihat dan mendengar namun tidak mau memberi , berproduksi dan beramal , ia tidak akan memperoleh balasan sama sekali . bagi pelajar yang tidak mau belajar tanpa alasan, tetapi memilih duduk santai bersama ibunya dirumah, ia akan menerima akibat yang menyakitkan berupa kegagalan studi yang menyedihkan.Seorang karyawan yang lebih mengutamakan tidur daripada bekerja , ia akan dibentak oleh majikannya." Seseorang tidak mendapatkan kebajikan dalam hidup ini jika ia dianggap sebagai barang dagangan yang murah"
Barang dagangan yang paling murah adalah manusia yang hanya bisa makan , minum dan tidur . Ia tidak memberi manfaat sama sekali bagi orang lain.Orang model seperti ini jatuh dimata orang yang mulia, karena ia telah menghapus sendiri namanya dalam daftar kehidupan , dan mencoret nomornya dari papan orang orang yang mau memberi serta berkorban buat sesama.
Sebenarnya kita haruslah merasa malu jika hidup kita tidak punya makna buat sesama karena sebenarnya kita ditakdirkan sebagai kafilah dimuka bumi ini, oleh karenanya kafilah kehidupan tidak akan menunggu orang orang yang malas. Mereka hanya siap sedia membawa rombongan para aktivis kehidupan. Orang orang yang santai pasti akan ditinggalkan . Waktu tidak akan mau menunggu siapapun, dan diantara romobongan kafilah kesuksesan tidak ada yang tolol satupun.
Sebagai penutup tulisan ini jika anda ingin memiliki makna dalam kehidupan ini segeralah untuk mulai memikirkan apa yang sebaiknya aku lakukan dalam umur seperti sekarang ini, aku sudah punya apa untuk bekal menjalali hidup yang lebih bermakna, aku harus berubah untuk menjadi lebih baik lagi,karena waktu berjalan terus umur bukanya makin bertambah namun makin berkurang karena jatah umur manusia ada batasnya , sehingga dari kondisi sekarang yang terbaik adalah berfikir produktif untuk sesama hidup untuk saling menghidupi. Menurut Montena " seseorang tidak perlu terpengaruh oleh apa yang telah terjadi , tetapi ia harus memikirkan terhadap apa yang akan terjadi".Sehingga kita haruslah berfikir seperti Konfosius " tidak penting kamu dijahati , tetapi yang penting ialah kamu berfikir bagaimana agar tidak ada siapapun yang berbuat jahat kepadamu"... semoga ada manfaatnya

Sabtu, 14 Agustus 2010

Fasilitas Allah SWT yang menyertai ibadah puasa


Nilai keunggulan manusia ditinjau dari kepatuhan kepada Allah terutama saat menjalankan ibadah puasa sangatlah mudah untuk diukur, karena jika memahami fasilitas yang membarengi pelaksanaan ibadah puasa sangatlah luar biasa , kita bisa lihat fasilitas Allah yang diberikan kepada manusia antara lain:
1. Setan dibelenggu sehingga tidak bisa menggoda manusia, jika manusia melakukan tindakan dosa itu terjadi karena hawa nafsunya tidak bisa dikendalikan sehingga menurut kanjeng nabi Muchamad SAW dikatakan bahwa ibadah puasa adalah ibadah dalam memerangi hawa nafsu
2. Fasilitas pemberian wa'ad ( jasa pahala ) ,jika membaca alqur'an satu huruf satu kebaikan
3. pahala sholat berjamaah dikalikan 10 X dahulu baru dikalikan 27 darojat
4. Sholat sunah dihitung sebagai sholat wajib
5. Setiap doa diijabah oleh Allah SWT
6. fasilitas lain yang menyertainya dan diberikan lebih dibanding dilaksanakan diluar bulan ramadhan.
jika manusia sadar akan fasiltas yang diberikan Allah kepada manusia dan memahami hukum perdagangan maka saat bulan Romadhon adalah bulan untuk mencari keuntungan sebesar besarnya dalam rangka mengumpulkan rahmat ibadah untuk bekal di akhirat kelak, sehingga aneh jika manusia tidak mau melaksanakan kegiatan yang mulia tersebut. Sekali lagi semua bisa berjalan dengan penuh hikmah jika si manusianya telah sadar, oleh karena itu saya menyarankan kepada teman semua gunakana waktu dengan sebaik baiknya untuk medulang keuntungan sebesar besarnya karena dalam 1 tahun hanya terdapat 1 bulan saja yang dilipat gandakan pahalanya.
Dalam kesibukan kita mencari rejeki atau menjemput karunia Allah haruslah tidak boleh lupa bahwa kita juga diberi kesempatan untuk tetap menjalankan ibadah keimanan kita dengan seluas luasnya sehingga jangan sampai kita terlena dengan ketekunan kita bekerja tetapi kita lupa Sholat sebagai benteng agama kita sehingg aneh rasanya jika berhasil dalam mencari rejeki tetapi kita tidak menjaga hubungan baik dengan yang memberi rejeki kepada kita , hal ini jika terjadi bisa dipastikan rejeki itu akan datang hanya dalam tempo yang singkat, dan terus beralih kepada orang lain.
Oleh karena itu jika kita sudah dalam kondisi yang nyaman berhubungan dengan Allah SWT dan merasakan ada pengaruh positif yang dirasakan misalnya aman dan tentram dan penuh berkah maka saat itulah kita harus mencari jalan bagaimana agar fasilitas yang diberikan tidak berpindah kepada orang lain, sehingga dengan fasilitas yang diberikan Allah bisa digunakan sebagai sarana menjalin kebaikan sesama muslim dan menjadi jalan kebaikan kepada orang lain dengan jalan kita senang membantu orang lain ( fastabiqul Khoirot )/ berlomba lomba mencari jalan kebaikan.
Ibadah puasa yang ditunggu tunggu umat islam sebaiknya menjadi wahana untuk mengembangkan ukuwah islamiyah , agar hidup kita terasa bermakna dengan meberikan kebaikan kepada sesama karena kita memahami dibalik kebaikan yang kita berikan kepada orang lain akan dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda kebaikannya, jika kita merasa tidak ada pengaruhnya sama sekali maka bisa dipastikan kita tidak memperoleh karomah, alias kita tidak merasakan hikmah , oleh karena itu kita sebaiknya segera mencari jalan yang terbaik yaitu kita tetap senantiasa melaksanakan semua kuajiban kita se bagai umat manusia untuk bisanya dimata Allah kita tetap jadi mukmin yang taqwa, karena kunci keberhasilan manusia jika dia digolongkan jadi manusia yang taqwa , orang taqwa akan tetap diberi kemudahan dan pertolongan tanpa disangka sangka dari mana asal pertolongn itu , marilah kita senantisa menjaga hati kita agar tetap senang dan bahagia dengan kehadiran datangnya bulan Ramahan karena merupakan bulan penuh hikmah , sebagai bentuk penghargaan kepada manusia yang bertaqwa , sehinga fasilitas yang disediakan betul betul dapat diamanfaatkan oleh semua umat Islam dengan baik , sebagai bentuk rasa syukurnya maka kita terus berupaya membangun dan menjalin hubungan dengan Allah sebaik baiknya sehingga pahala yang disediakan akan hadir kepada kita , dan kita digolongkan dari golongan orang yang beriman , golongan orang taqwa, bebas dari siksa api neraka karena jita kita tidak bisa menjalankan amanat yang diberikan oleh Allah SWt karena kecerobohan kita dalam menjalankan Amanah Allah dengan melaksanakan perbuatan yang dilarang agama dan telah memelaksanakan sholat 5 waktu dengan baiak,oleh karena itu marilah kita menjadi pribadi yang unggul dengan menjalankan semua perintah Allah dalam bula Romadhon ini dengan kiat konsentrasi dengan melaksanakan perintah Allah SWT sebai baiknya manusia ... semoga ada manfaatnya.. amin.

Jumat, 13 Agustus 2010

Bawalaksana III


Suatu kisah yang saya ambil dari cerita pewayangan dari lakon Mahabharata kali ini lebih seru lagi, yang menurut kacamata kita sebagai manusia biasa penuh dengan intrik kemanusiaan , yang dalam keseharian hanya terjadi dilingkungan manusia yang mengagungkan nilai luhur kemanusiaan yang senantiasa menilai seseorang bisa dilihat dari ucapan yang dilontarkan dengan berlandaskan ajaran bahwa luwih "mandi guneme dewe" artinya apa yang diucapkan memiliki tuah yang ampuh sehingga yang diucapkan memiliki pengaruh untuk mengubah sesuatu atau istilah orang sakti memiliki tuah " laduni" yang dibicarakan menjadi kenyataan.Untuk menggali konsepsi bawalaksana atau konsep filsafat Jawa " Sabdo Pandhito Ratu tan keno wala wali".
Kali ini saya akan menceritakan kisah Bisma atau Dewa Brata yang melaksanakan bawalaksana yang lebih tragis , kita ambilkan dari cerita pewayangan Mahabharata. Dikisahkan pada waktu itu di kerajaan Wiratha sedang berlangsung sayembara pilih. Siapa yang berminat bisa mengikuti dan peserta yang terpilih oleh Dewi Durgandini ( Putri raja Wiratha) akan dijodohkan dengannya , menjadi menantu raja Wiratha.
Sebenarnya sayembara ini dimaksudkan sebagai sarana bagi Dewi Durgandini untuk meresmikan hubungannya dengan seorang kesatria sakti yakni Bambang Palasara yang pernah menyembuhkan Dewi Durgandini dari penyakit berbau amis (anyir) sehingga ia dijuluki sebagai Dewi lara Amis.
Telah disepakati oleh keduanya , bahwa dalam sayembara pilih itu Bambang Palasara akan muncul dengan menggendong anak bayi hasil hubungan mereka berdua . oleh karena itu pada saat Prabu Sentanu ( yang wajah dan penampilan mirip Bambang Palasara muncul di gelanggang sayembara menggendong bayi Dewa Brata , dengan serta merta Dewi Durgandini menjatuhkan pilihan kepadanya. Akan tetapi setelah peserta itu mendekat untuk memperoleh kalungan bunga ( tanda terpilih) , Dewi Durgandini terperanjat bukan main karena peserta itu ternyata bukan Bambang Palasara . Dan berbarengan dengan itu muncullah Bambang Palasara yang menggendong bayi anak mereka berdua yang diberi nama Bambang Abiyasa atau Wiyasa. Tetapi kata telah diucapkan dan sebagai putri raja yang baik Dewi Durgandini harus bawalaksana . Ia tak dapat menarik kembali kesanggupan untuk menjadi istri Prabu Sentanu, akan tetapi ia belum diboyong ke Astina dan mengajukan permintaan agar kelak ia dijemput oleh anak lakilaki yang dalam gendongan Prabu Sentanu itu . berarti Prabu Sentanu harus menunggu bertahun tahun lamanya.Demikian setelah Dewa Brata menginjak Dewasa , ia diutus ayahnya untuk menjemput Dewi Durgandini . Dan Dewi Durgandini yang pada dasarnya memang enggan menjadi istri Prabu Sentanu, mengajukan syarat kepada Dewa Brata ( Bisma) ia mau diboyong saat itu ke Astina asal Dewa Brata berjanji bahwa ia merelakan tahta kerajaan Astina kepada anak anak yang akan lahir dari Dewi Durgandini. Disini situasi yang dihadapi Bisma mirip dengan yang dihadapi Sri Rama . Bedanya adalah bahwa Rama telah terikat oleh janji yang pernah diucapkan ayahnya, sedangkan Dewa brata sebenarnya masih bebas , belum terikat janji apapun.Akan tetapi sebagai anak yang berbakti kepada orang tua dan itu memang salah satu nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam budaya jawa yang terpateri dalam ungkapan " Mikul dhuwur mendhem Jero " ia merelakan haknya itu kepada Dewi Durgandini , bahkan atas desakan Dewi Durgandini untuk menjamin terlaksananya janji itu , Dewa Brata pun bersumpah untuk "wadad", yaitu tidak akan kawin selama hidupnya. Sungguh suatu pengorbanan yang luar biasa. dan sebagai satria utama ia memang konsekwen memenuhi sumpah dan janjinya itu, sampai suatu saat ia dipojokkan dalam suasana dilematik yang amat sulit.
Setela adik adik yang lahir dari Dewi Durgandini ( Yakni Citraganda dan Wicitrawirya) menjadi Dewasa , Dewa Brata yang amat sakti itu diutus untuk demi adiknya , mengikuti sayembara perang melawan Ditya Wahmuka dan Arimuka di kerajaan Giyantipura , dimana pemenangnya boleh memboyong ketiga putri raja tersebut , yakni Dewi Amba, Dewi Ambika dan Dewi Ambalika, akhirnya Dewa Brata keluar sebagai pemenang dan diboyonglah ketiga putri tersebut ke Astina untuk dijodohkan dengan adiknya.Akan tetapi Dewi Amba yang cantik jelita dalam perjalanan itu makin tertambat kepada Dewa Brata yang memang tampan dan gagah perkasa.
Dewi Amba mengingatkan bunyi sayembara yaitu bahwa pemenangnya dapat memboyong ketiga putri itu sebagai istrinya. Dewa Brata memenangkan sayembara itu , oleh karena nya Dewi Amba hanya mau diperistri oleh Dewa Brata , bukan oleh siapa siapa.
Dewa Brata sebenarnya dapat memahami alasan itu. disamping itu sebagai laki laki, ia pun sebenarnya tertarik kepada dewi Amba, akan tetapi ia berangkat dari Astina adalah memikul kesanggupan untuk mengikuti sayembara bagi adiknya. Ini adalah kesanggupan atau janji utamannya yang harus ditepati, akan tetapi bunyi sayembara itu pada hakekatnya memang juga suatu janji bahwa ketiga putri itu akan diperistri oleh pemenangnya , meskipun janji ini terasa lebih mengikat bagi penyelenggara ketimbang pesertanya. Oleh karena itu itulah Dewa Brata tetap menolak permintaan Dewi Amba untuk mengambilnya sebagai istri , meskipun semangat kelaki lakiannya berbicara lain. Suasana dan posisi yang dihadapi oleh Dewa Brata ini persih sama posisi yang dihadapi Begawan Wisrawa waktu memenangkan sayembara Dewi Sukesi dari Alengka hanya saja Dewa Brata lebih teguh dalam dan tetap tidak menyerah kepada Dewi Amba yang cantik, dan pada saat Dewi Amba mendesaknya , Dewa Brata terpaksa menakut nakuti dengan anak panah yang telah siap dibusurnya dan takdir telah menetukan ,bahwa anak panah tadi terlepas dari genggaman Dewa Brata yang gemetar dalam puncak keraguannya dan tamatlah riwayat Dewi Amba yang sangat mencintai dan juga dicintainya itu, yang arwahnya tetap sabar menanti untuk masuk ke surga bergandengan tangan dengan Dewa Brata , yang dijemputnya lewat tangan Srikandi dalam perang Bharata yuda.
Seumur hidup Dewa Brata yang kebetulan umurnya sangat panjang selalu dihantui oleh penyesalan dan penderitaan batin akibat terbunuhnya Dewi Amba yang tak berdosa dan sangat mencintainya itu Suasana dilematik yang membuahkan tragedi yang dialami Dewa Brata itu barangkali memang lebih sulit diatasi ketimbang yang dialami Sentanu ayahnya waktu menghadapi ulah Dewi Gangga. (diunggah kembali dari buku Ir Sujamto " Sabdha Pandito Ratu ";1997)

Kamis, 12 Agustus 2010

Bawalaksana II


Dalam upaya untuk menjadikan suri tauladan pemimpin yang baik, maka kita tidak boleh sungkan sungkan untuk mencari literatur walaupun mungkin literatur tersebut diperoleh dari cerita pewayangan, yang menurut saya mempunyai nilai adiluhung yang perlu kita lestarikan dan sebagai kajian Kebudayaan Jawa yang memiliki sifat filsafati unggul. masih berbicara masalah bawalaksana kali ini saya akan mengetengahkan cerita yang diambil dari kisah Mahabharata , lebih banyak lagi kita disuguhi dilema dilema bawalaksana ini, bahkan dengan cara cara yang lebih realistik,artinya lebih sesuai dengan kenyataan, yaitu bahwa seorang raja pun manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Pada waktu Prabu Sentanu, seorang raja yang masih muda usia dari Astina , melamar dewi Gangga ( seorang bidadari) untuk menjadi permaisurinya , Dewi gangga menyanggupi dengan satu syarat bahwa apapun yang akan dilakukan oleh dewi Gangga , Prabu Sentanu tidak boleh mencampuri, apalagi mencegah . Syarat itu disanggupi oleh Prabu Sentanu.Beberapa waktu kemudian Dewi Gangga mengandung dan akhirnya lahir seorang anak sangat bagus parasnya. Tentu kesukaan itu hanya berlangsung sesaat. bagaikan disambar petir di siang bolong , Prabu Sentanu menyaksikan bayi itu oleh ibunya dibuang ke sungai gangga segera setelah ia dilahirkan . Barulah Prabu Sentanu menyadari betapa berat konsekwensi yang harus ditanggungnya akibat kesanggupan atau janji yang dahulu. Meskipunhatinya pedih bukan main, ia tak dapat berbuat apa apa, karena sebagai seorang raja yang baik ia harus konsekwen terhadap apa yang telah dijanjikan ia harus bawalaksana.
Setahun kemudian Dewi Gangga mengandung lagi, akan tetapi lagi lagi , harapan harapan Prabu Sentanu untuk memperoleh putra berakhir dengan penderitaan yang pedih, karena bayi laki laki yang kedua ini juga segera dibuang ke sungai Gangga beberapa saat setelah ia dilahirkan.
Kejadian seperti berulang sampai delapan kali . Luka luka di hati Prabu Sentanu semakin lama semakin tak terderitakan lagi. Ia semakin tidak dapat memahami mengapa permaisurinya berlaku demikian kejam terhadap anak anaknya , akan tetapi ia tidak dapat berbuat apa apa karena terikat oleh janji yang telah diucapkan , jangankan untuk mencegah atau melarangnya mempersoalkan saja berarti pengingkaran terhadap janjinya, jelas ini penderitaan batin yang jauh lebih berat dari yang dialami oleh Prabu Dasarata atau pun Sri Rama . Apa yang telah dilakukan berulang ulang oleh istrinya bukan hanya memupuskan harapan Prabu Sentanu untuk memperoleh keturunan yang dapat menggantikan di kemudian hari , tetapi merupakan kekejaman yang sebagai raja harus wajib memberantasnya.
Sungguh amat berat ujian yang dihadapi Prabu Sentanu , setiap kali kejadian itu berulang setiap kali hatinya semakin bimbang untuk menentukan sikap. Apakah ia harus membiarkan kekejaman istrinya yang juga berarti pupuslah harapan untuk memperoleh keturunan ataukah ia harus melanggar janji, yang berarti ia merobah nilai bawalaksana yang harus dijunjung tinggi oleh setiap raja yang baik. Kebimbangan Prabu Sentanu itu menjadi semakin memuncak pada waktu Dewi Gangga mengandung lagi untuk yang kesembilan kalinya . dan ternyata Prabu Sentanu hanyalah seorang manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Pada saat anak kesembilan lahir , ternyata pikiran , perasaan dan pertimbangan pertimbangan lainnya telah mengental sedemikian kuat dan mengalahkan keteguhan untuk memegang janji yang pernah ia ucapkan . Dengan segala resiko , ia mencegah Dewi Gangga yang berniat membuang anak yang kesembilan ini kesungai Gangga . Dengan demikian janji telah dilanggar oleh Prabu Sentanu dan Dewi Gangga kembali kekahyangan , karena tak mau lagi menjadi istri seorang raja tak kuat memegang janji.
Sikap bawalaksana yang harus dijunjung tinggi terutama oleh para pemimpin tetapi yang sering kali memang amat berat taruhannya.Dan Prabu Sentanu yan pada akhirnya tidak sanggup mempertahankan sikap bawalaksana itu terpaksa menjadi seorang duda dengan bayi laki laki yang diberi nama Bisma atau dewa Brata.
, yang telah ditinggalkan ibunya ke kahyangan .Semoga bisa menjadi perenungan