"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Selasa, 24 Agustus 2010

Hebatnya kesempurnaan akal kita dalam menghadapi manusia dengki


Sebagai manusia biasa seringkali kita dihadapkan pada permasalahan lingkungan pergaulan , salah satu yang akan kita bahas kali ini adalah bagaimana cara mengatasi masalah jika teman kita ada yang mempunyai sifat "dengki" . tanda tanda orang memiliki sifat dengki kepada kita adalah :
1. Tidak pernah puas dengan keputusan anda
2. Tidak ada satupun dari anda yang bisa membuatnya bahagia
3. Ia tidak tertarik dengan ucapan anda
4. Ia tidak tertatik dengan harta anda, anak anda dan keluarga anda
5. Ia tidak akan membalas kebaikan anda
6. Ia memiliki bara dendam yang membara , berhentinya jika anda lenyap atau terkena musibah
7. Ia merasa bahagia jika anda mendapat hukuman yang berat
8. Ia senantiasa berusaha untuk mencelakakan anda
9. Ia suka membantu musuh anda
10. Ia merasa benci jika anda membantunya
11. Ia merasa anda adalah orang yang memiliki dosa besar
12. Ia memandang anda tidak memiliki kesempatan bertobat
13. Ia senang membesar besarkan kesalahan anda
14. Ia senang menyerang kehormatan anda
nah komplit sekali bukan? , memang untuk menghadapi manusia yang memiliki hati gelap seperti ini kita haruslah memiliki usus yang panjang alias "sabar" , kuncinya adalah kesabaran, oleh karena itu setiap orang yang memiliki tatakrama orang taqwa biasanya memiliki salah satu ciri yaitu Sabar , orang sabar kekasih Allah.
Untuk menjadi orang sabar bukan suatu kondisi yang tiba tiba namun melalui proses pelereman jati diri manusia artinya orang tersebut sudah melakukan laku prihatin, sehingga daya lenturnya dalam menghadapi masalah sudah teruji, setiap masalah dihadapinya dengan hati dan pikiran yang tenang, sehingga semua keputusan yang diambilnya sudah melalui proses yang mendalam sehingga semua keputusan yang dikeluarkan menjadi rujukan bagi orang lain , jika mengalami masalah yang sama.Suatu kebahagian tersendiri jika kita memiliki katagori orang yang sabar karena kesabaran adalah bagian dari kemulyaan manusia, hebatnya kita dimata Allah jika masalah yang diberikan kepada kita bisa dilalui dengan baik dan malah menimbullan hikmah bagi manusia yang lain , kita senantisa menonjolkan konsep fastabiqul Khoirot.
Sebagai bagian dari suatu masyarakat akademis atau pendidikan hendaknya senantiasa menggali potensi diri kita agar kita bisa menjadi bagian pembangunan manusia , dengan demikian kita bisa memberikan makna, menurut aturan kenegaraan bahwa kita bisa menjadi warga negara yang baik jika kita memberikan konstribusi positip bagi kemajuan negara, kita bisa menjadi Citizen Ship( Civic). Apa yang harus kita berikan kepada negara bukan apa yang akan negara berikan kepada kita, kita yang harus aktif dulu , sehingga kita senantiasa memberikan warna kehidupan, artinya kita senantiasa berfikir produktif untuk kemajuan bangsa dan negara apapun bentuknya.
Dalam mengatasi permasalah manusia seperti sifat dengki tadi, kita anggap saja orang yang tidak sepaham dengan kita tidak ada, sehingga kita tidak terpengaruh dengan keberadaan orang dengki tersebut ,karena jika energi kita tersedot memikirkan dia maka kita akan terkuras sehingga hasilnya negatip, oleh karena itu anggap saja bahwa hidup itu memilki pernak pernik , sehingga pintar pintarnya kita dalam mensiasati hidup .Sebenarnya kata kuncinya adalah pandai nya kita menggunakan akal kita , kita bermakna karena akal kita berkualitas, kita mulia karena akalnya bertambah dan kita dungu karena akal kita berkurang, sebagai contoh jika kita menggunakan kalimat yang tidak benar dan proporsional menandakan kita kurang akal, berkat keji dan mengabaikan rasa malu itu tanda kurang akal, bertindak sembrono dan ceroboh itu juga tanda kurang akal, bertindak nekad dan ngawur juga tanda kita kurang akal , pokoknya kualitas kita ditandai dengan pengguaan akal.
Sehingga dalam menghadapi orang dengkipun kita senantiasa tenang , memberikan jawaban dengan baik dan santun dalam menggunakan kata kata, berdialog dengan bijaksana, konsisten terhadap setiap masalah dan menyadari akibat yang akan terjadi semuanya adalah bukti kalau kita menggunakan akal kita dengan sempurna, sekali lagi kita haruslah sabar dan penuh perhitungan dalam menghadapi semua permasalah hidup kita sehingga Allah akan melihat kita layak untuk diberikan kemudahan hidup dimasa depan, sebagai penutup marilah kita senantisa berfikir positip jika kita dicobai dengan adanya orang dengki disekitar kita, kita anggap sebagai pengawas hidup kita sehingga kita terselamatkan dari godaan syetan, kita senantiasa hidup sesuai koridor kehidupan yang diridhoi Allah sehingga harta kita bisa kita jaga dengan baik untuk bekal kehidiupan anak anak kita ... Amin

Jumat, 20 Agustus 2010

Manusia yang bermakna


Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan datangnya Bulan Ramadhan hendaklah kita senantiasa berupaya untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepadanya, sebagai bentuk balas jasa kebaikan dan sifat Rochman dan Rochimnya Allah maka sebaiknya ya menjalankan apa yang sudah digariskan Allah agar bisa menjadi manusia yang layak diberkahi Allah dan dogolongkan menjadi manusia yang bertaqwa.
Sebagai bulan investasi maka sebaiknya apa yang sudah ditetapkan Allah, kita manfaatkan sebaik baiknya karena fasilitas Allah pada bulan Romadhan ini luar biasa, semua amalan dilipat gandakan oleh Allah. Dengan hukum alamnya dan berjalannya waktu maka semua mahluk di dunia ini akan senantiasa menjalankan kodratnya sebagai mahluk yang harus bisa menyesuaiakan diri dengan lingkungan alamnya , tidak mungkin mahluk mau makan tiba tiba didepannya sudah tersedia makanan tetapi musti melalui proses yang namanya pengorbanan, seperti burung yang mencari makan dia terbang di pagi hari pulang disore hari dengan penuh makan ditemboloknya, cacing mencari makanan maka dia menggeliat pergi kesana kemari akhirnya bisa dapat makanan, manusia juga sama mau makan ya harus bekerja , semua pasti ada pengorbanannya.
Manusia merupakan mahluk yang unggul sehingga ditempatkan derajatnya lebih tinggi dibanding hewan, sehingga fasilitas yang diberikan juga berbeda ,oleh karena itu banyak yang menggunakan metode tawar menawar dan loby kepada Allah SWT , akhirnya manusia bisa mengatasi permasalahan kehidupan.
Perlu diketahui bahwa untuk bisa berkarya dalam kehidupan ini menurut Dr. Aid abdullah Al Qarni manusia harus memiliki posisi yang strategis di dunia ini. anda harus menempati nomor atau angka yang punya nilai, bukan harus yang kosong melompong . Ini artinya sebisa bisanya anda harus ikut ambil bagian dalam membangun dan memberi , demi meringankan beban berat umat.Sesungguhnya seekor lebah yang telah mati harus dibuang dari luar sarangnya, karena sudah tidak ada nilainya sama sekali. Pohon yang layu harus dihilangkan dari taman, karena sudah tidak ada gunannya sama sekali. bagi seseorang yang bisa melihat dan mendengar namun tidak mau memberi , berproduksi dan beramal , ia tidak akan memperoleh balasan sama sekali . bagi pelajar yang tidak mau belajar tanpa alasan, tetapi memilih duduk santai bersama ibunya dirumah, ia akan menerima akibat yang menyakitkan berupa kegagalan studi yang menyedihkan.Seorang karyawan yang lebih mengutamakan tidur daripada bekerja , ia akan dibentak oleh majikannya." Seseorang tidak mendapatkan kebajikan dalam hidup ini jika ia dianggap sebagai barang dagangan yang murah"
Barang dagangan yang paling murah adalah manusia yang hanya bisa makan , minum dan tidur . Ia tidak memberi manfaat sama sekali bagi orang lain.Orang model seperti ini jatuh dimata orang yang mulia, karena ia telah menghapus sendiri namanya dalam daftar kehidupan , dan mencoret nomornya dari papan orang orang yang mau memberi serta berkorban buat sesama.
Sebenarnya kita haruslah merasa malu jika hidup kita tidak punya makna buat sesama karena sebenarnya kita ditakdirkan sebagai kafilah dimuka bumi ini, oleh karenanya kafilah kehidupan tidak akan menunggu orang orang yang malas. Mereka hanya siap sedia membawa rombongan para aktivis kehidupan. Orang orang yang santai pasti akan ditinggalkan . Waktu tidak akan mau menunggu siapapun, dan diantara romobongan kafilah kesuksesan tidak ada yang tolol satupun.
Sebagai penutup tulisan ini jika anda ingin memiliki makna dalam kehidupan ini segeralah untuk mulai memikirkan apa yang sebaiknya aku lakukan dalam umur seperti sekarang ini, aku sudah punya apa untuk bekal menjalali hidup yang lebih bermakna, aku harus berubah untuk menjadi lebih baik lagi,karena waktu berjalan terus umur bukanya makin bertambah namun makin berkurang karena jatah umur manusia ada batasnya , sehingga dari kondisi sekarang yang terbaik adalah berfikir produktif untuk sesama hidup untuk saling menghidupi. Menurut Montena " seseorang tidak perlu terpengaruh oleh apa yang telah terjadi , tetapi ia harus memikirkan terhadap apa yang akan terjadi".Sehingga kita haruslah berfikir seperti Konfosius " tidak penting kamu dijahati , tetapi yang penting ialah kamu berfikir bagaimana agar tidak ada siapapun yang berbuat jahat kepadamu"... semoga ada manfaatnya

Sabtu, 14 Agustus 2010

Fasilitas Allah SWT yang menyertai ibadah puasa


Nilai keunggulan manusia ditinjau dari kepatuhan kepada Allah terutama saat menjalankan ibadah puasa sangatlah mudah untuk diukur, karena jika memahami fasilitas yang membarengi pelaksanaan ibadah puasa sangatlah luar biasa , kita bisa lihat fasilitas Allah yang diberikan kepada manusia antara lain:
1. Setan dibelenggu sehingga tidak bisa menggoda manusia, jika manusia melakukan tindakan dosa itu terjadi karena hawa nafsunya tidak bisa dikendalikan sehingga menurut kanjeng nabi Muchamad SAW dikatakan bahwa ibadah puasa adalah ibadah dalam memerangi hawa nafsu
2. Fasilitas pemberian wa'ad ( jasa pahala ) ,jika membaca alqur'an satu huruf satu kebaikan
3. pahala sholat berjamaah dikalikan 10 X dahulu baru dikalikan 27 darojat
4. Sholat sunah dihitung sebagai sholat wajib
5. Setiap doa diijabah oleh Allah SWT
6. fasilitas lain yang menyertainya dan diberikan lebih dibanding dilaksanakan diluar bulan ramadhan.
jika manusia sadar akan fasiltas yang diberikan Allah kepada manusia dan memahami hukum perdagangan maka saat bulan Romadhon adalah bulan untuk mencari keuntungan sebesar besarnya dalam rangka mengumpulkan rahmat ibadah untuk bekal di akhirat kelak, sehingga aneh jika manusia tidak mau melaksanakan kegiatan yang mulia tersebut. Sekali lagi semua bisa berjalan dengan penuh hikmah jika si manusianya telah sadar, oleh karena itu saya menyarankan kepada teman semua gunakana waktu dengan sebaik baiknya untuk medulang keuntungan sebesar besarnya karena dalam 1 tahun hanya terdapat 1 bulan saja yang dilipat gandakan pahalanya.
Dalam kesibukan kita mencari rejeki atau menjemput karunia Allah haruslah tidak boleh lupa bahwa kita juga diberi kesempatan untuk tetap menjalankan ibadah keimanan kita dengan seluas luasnya sehingga jangan sampai kita terlena dengan ketekunan kita bekerja tetapi kita lupa Sholat sebagai benteng agama kita sehingg aneh rasanya jika berhasil dalam mencari rejeki tetapi kita tidak menjaga hubungan baik dengan yang memberi rejeki kepada kita , hal ini jika terjadi bisa dipastikan rejeki itu akan datang hanya dalam tempo yang singkat, dan terus beralih kepada orang lain.
Oleh karena itu jika kita sudah dalam kondisi yang nyaman berhubungan dengan Allah SWT dan merasakan ada pengaruh positif yang dirasakan misalnya aman dan tentram dan penuh berkah maka saat itulah kita harus mencari jalan bagaimana agar fasilitas yang diberikan tidak berpindah kepada orang lain, sehingga dengan fasilitas yang diberikan Allah bisa digunakan sebagai sarana menjalin kebaikan sesama muslim dan menjadi jalan kebaikan kepada orang lain dengan jalan kita senang membantu orang lain ( fastabiqul Khoirot )/ berlomba lomba mencari jalan kebaikan.
Ibadah puasa yang ditunggu tunggu umat islam sebaiknya menjadi wahana untuk mengembangkan ukuwah islamiyah , agar hidup kita terasa bermakna dengan meberikan kebaikan kepada sesama karena kita memahami dibalik kebaikan yang kita berikan kepada orang lain akan dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda kebaikannya, jika kita merasa tidak ada pengaruhnya sama sekali maka bisa dipastikan kita tidak memperoleh karomah, alias kita tidak merasakan hikmah , oleh karena itu kita sebaiknya segera mencari jalan yang terbaik yaitu kita tetap senantiasa melaksanakan semua kuajiban kita se bagai umat manusia untuk bisanya dimata Allah kita tetap jadi mukmin yang taqwa, karena kunci keberhasilan manusia jika dia digolongkan jadi manusia yang taqwa , orang taqwa akan tetap diberi kemudahan dan pertolongan tanpa disangka sangka dari mana asal pertolongn itu , marilah kita senantisa menjaga hati kita agar tetap senang dan bahagia dengan kehadiran datangnya bulan Ramahan karena merupakan bulan penuh hikmah , sebagai bentuk penghargaan kepada manusia yang bertaqwa , sehinga fasilitas yang disediakan betul betul dapat diamanfaatkan oleh semua umat Islam dengan baik , sebagai bentuk rasa syukurnya maka kita terus berupaya membangun dan menjalin hubungan dengan Allah sebaik baiknya sehingga pahala yang disediakan akan hadir kepada kita , dan kita digolongkan dari golongan orang yang beriman , golongan orang taqwa, bebas dari siksa api neraka karena jita kita tidak bisa menjalankan amanat yang diberikan oleh Allah SWt karena kecerobohan kita dalam menjalankan Amanah Allah dengan melaksanakan perbuatan yang dilarang agama dan telah memelaksanakan sholat 5 waktu dengan baiak,oleh karena itu marilah kita menjadi pribadi yang unggul dengan menjalankan semua perintah Allah dalam bula Romadhon ini dengan kiat konsentrasi dengan melaksanakan perintah Allah SWT sebai baiknya manusia ... semoga ada manfaatnya.. amin.

Jumat, 13 Agustus 2010

Bawalaksana III


Suatu kisah yang saya ambil dari cerita pewayangan dari lakon Mahabharata kali ini lebih seru lagi, yang menurut kacamata kita sebagai manusia biasa penuh dengan intrik kemanusiaan , yang dalam keseharian hanya terjadi dilingkungan manusia yang mengagungkan nilai luhur kemanusiaan yang senantiasa menilai seseorang bisa dilihat dari ucapan yang dilontarkan dengan berlandaskan ajaran bahwa luwih "mandi guneme dewe" artinya apa yang diucapkan memiliki tuah yang ampuh sehingga yang diucapkan memiliki pengaruh untuk mengubah sesuatu atau istilah orang sakti memiliki tuah " laduni" yang dibicarakan menjadi kenyataan.Untuk menggali konsepsi bawalaksana atau konsep filsafat Jawa " Sabdo Pandhito Ratu tan keno wala wali".
Kali ini saya akan menceritakan kisah Bisma atau Dewa Brata yang melaksanakan bawalaksana yang lebih tragis , kita ambilkan dari cerita pewayangan Mahabharata. Dikisahkan pada waktu itu di kerajaan Wiratha sedang berlangsung sayembara pilih. Siapa yang berminat bisa mengikuti dan peserta yang terpilih oleh Dewi Durgandini ( Putri raja Wiratha) akan dijodohkan dengannya , menjadi menantu raja Wiratha.
Sebenarnya sayembara ini dimaksudkan sebagai sarana bagi Dewi Durgandini untuk meresmikan hubungannya dengan seorang kesatria sakti yakni Bambang Palasara yang pernah menyembuhkan Dewi Durgandini dari penyakit berbau amis (anyir) sehingga ia dijuluki sebagai Dewi lara Amis.
Telah disepakati oleh keduanya , bahwa dalam sayembara pilih itu Bambang Palasara akan muncul dengan menggendong anak bayi hasil hubungan mereka berdua . oleh karena itu pada saat Prabu Sentanu ( yang wajah dan penampilan mirip Bambang Palasara muncul di gelanggang sayembara menggendong bayi Dewa Brata , dengan serta merta Dewi Durgandini menjatuhkan pilihan kepadanya. Akan tetapi setelah peserta itu mendekat untuk memperoleh kalungan bunga ( tanda terpilih) , Dewi Durgandini terperanjat bukan main karena peserta itu ternyata bukan Bambang Palasara . Dan berbarengan dengan itu muncullah Bambang Palasara yang menggendong bayi anak mereka berdua yang diberi nama Bambang Abiyasa atau Wiyasa. Tetapi kata telah diucapkan dan sebagai putri raja yang baik Dewi Durgandini harus bawalaksana . Ia tak dapat menarik kembali kesanggupan untuk menjadi istri Prabu Sentanu, akan tetapi ia belum diboyong ke Astina dan mengajukan permintaan agar kelak ia dijemput oleh anak lakilaki yang dalam gendongan Prabu Sentanu itu . berarti Prabu Sentanu harus menunggu bertahun tahun lamanya.Demikian setelah Dewa Brata menginjak Dewasa , ia diutus ayahnya untuk menjemput Dewi Durgandini . Dan Dewi Durgandini yang pada dasarnya memang enggan menjadi istri Prabu Sentanu, mengajukan syarat kepada Dewa Brata ( Bisma) ia mau diboyong saat itu ke Astina asal Dewa Brata berjanji bahwa ia merelakan tahta kerajaan Astina kepada anak anak yang akan lahir dari Dewi Durgandini. Disini situasi yang dihadapi Bisma mirip dengan yang dihadapi Sri Rama . Bedanya adalah bahwa Rama telah terikat oleh janji yang pernah diucapkan ayahnya, sedangkan Dewa brata sebenarnya masih bebas , belum terikat janji apapun.Akan tetapi sebagai anak yang berbakti kepada orang tua dan itu memang salah satu nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam budaya jawa yang terpateri dalam ungkapan " Mikul dhuwur mendhem Jero " ia merelakan haknya itu kepada Dewi Durgandini , bahkan atas desakan Dewi Durgandini untuk menjamin terlaksananya janji itu , Dewa Brata pun bersumpah untuk "wadad", yaitu tidak akan kawin selama hidupnya. Sungguh suatu pengorbanan yang luar biasa. dan sebagai satria utama ia memang konsekwen memenuhi sumpah dan janjinya itu, sampai suatu saat ia dipojokkan dalam suasana dilematik yang amat sulit.
Setela adik adik yang lahir dari Dewi Durgandini ( Yakni Citraganda dan Wicitrawirya) menjadi Dewasa , Dewa Brata yang amat sakti itu diutus untuk demi adiknya , mengikuti sayembara perang melawan Ditya Wahmuka dan Arimuka di kerajaan Giyantipura , dimana pemenangnya boleh memboyong ketiga putri raja tersebut , yakni Dewi Amba, Dewi Ambika dan Dewi Ambalika, akhirnya Dewa Brata keluar sebagai pemenang dan diboyonglah ketiga putri tersebut ke Astina untuk dijodohkan dengan adiknya.Akan tetapi Dewi Amba yang cantik jelita dalam perjalanan itu makin tertambat kepada Dewa Brata yang memang tampan dan gagah perkasa.
Dewi Amba mengingatkan bunyi sayembara yaitu bahwa pemenangnya dapat memboyong ketiga putri itu sebagai istrinya. Dewa Brata memenangkan sayembara itu , oleh karena nya Dewi Amba hanya mau diperistri oleh Dewa Brata , bukan oleh siapa siapa.
Dewa Brata sebenarnya dapat memahami alasan itu. disamping itu sebagai laki laki, ia pun sebenarnya tertarik kepada dewi Amba, akan tetapi ia berangkat dari Astina adalah memikul kesanggupan untuk mengikuti sayembara bagi adiknya. Ini adalah kesanggupan atau janji utamannya yang harus ditepati, akan tetapi bunyi sayembara itu pada hakekatnya memang juga suatu janji bahwa ketiga putri itu akan diperistri oleh pemenangnya , meskipun janji ini terasa lebih mengikat bagi penyelenggara ketimbang pesertanya. Oleh karena itu itulah Dewa Brata tetap menolak permintaan Dewi Amba untuk mengambilnya sebagai istri , meskipun semangat kelaki lakiannya berbicara lain. Suasana dan posisi yang dihadapi oleh Dewa Brata ini persih sama posisi yang dihadapi Begawan Wisrawa waktu memenangkan sayembara Dewi Sukesi dari Alengka hanya saja Dewa Brata lebih teguh dalam dan tetap tidak menyerah kepada Dewi Amba yang cantik, dan pada saat Dewi Amba mendesaknya , Dewa Brata terpaksa menakut nakuti dengan anak panah yang telah siap dibusurnya dan takdir telah menetukan ,bahwa anak panah tadi terlepas dari genggaman Dewa Brata yang gemetar dalam puncak keraguannya dan tamatlah riwayat Dewi Amba yang sangat mencintai dan juga dicintainya itu, yang arwahnya tetap sabar menanti untuk masuk ke surga bergandengan tangan dengan Dewa Brata , yang dijemputnya lewat tangan Srikandi dalam perang Bharata yuda.
Seumur hidup Dewa Brata yang kebetulan umurnya sangat panjang selalu dihantui oleh penyesalan dan penderitaan batin akibat terbunuhnya Dewi Amba yang tak berdosa dan sangat mencintainya itu Suasana dilematik yang membuahkan tragedi yang dialami Dewa Brata itu barangkali memang lebih sulit diatasi ketimbang yang dialami Sentanu ayahnya waktu menghadapi ulah Dewi Gangga. (diunggah kembali dari buku Ir Sujamto " Sabdha Pandito Ratu ";1997)

Kamis, 12 Agustus 2010

Bawalaksana II


Dalam upaya untuk menjadikan suri tauladan pemimpin yang baik, maka kita tidak boleh sungkan sungkan untuk mencari literatur walaupun mungkin literatur tersebut diperoleh dari cerita pewayangan, yang menurut saya mempunyai nilai adiluhung yang perlu kita lestarikan dan sebagai kajian Kebudayaan Jawa yang memiliki sifat filsafati unggul. masih berbicara masalah bawalaksana kali ini saya akan mengetengahkan cerita yang diambil dari kisah Mahabharata , lebih banyak lagi kita disuguhi dilema dilema bawalaksana ini, bahkan dengan cara cara yang lebih realistik,artinya lebih sesuai dengan kenyataan, yaitu bahwa seorang raja pun manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Pada waktu Prabu Sentanu, seorang raja yang masih muda usia dari Astina , melamar dewi Gangga ( seorang bidadari) untuk menjadi permaisurinya , Dewi gangga menyanggupi dengan satu syarat bahwa apapun yang akan dilakukan oleh dewi Gangga , Prabu Sentanu tidak boleh mencampuri, apalagi mencegah . Syarat itu disanggupi oleh Prabu Sentanu.Beberapa waktu kemudian Dewi Gangga mengandung dan akhirnya lahir seorang anak sangat bagus parasnya. Tentu kesukaan itu hanya berlangsung sesaat. bagaikan disambar petir di siang bolong , Prabu Sentanu menyaksikan bayi itu oleh ibunya dibuang ke sungai gangga segera setelah ia dilahirkan . Barulah Prabu Sentanu menyadari betapa berat konsekwensi yang harus ditanggungnya akibat kesanggupan atau janji yang dahulu. Meskipunhatinya pedih bukan main, ia tak dapat berbuat apa apa, karena sebagai seorang raja yang baik ia harus konsekwen terhadap apa yang telah dijanjikan ia harus bawalaksana.
Setahun kemudian Dewi Gangga mengandung lagi, akan tetapi lagi lagi , harapan harapan Prabu Sentanu untuk memperoleh putra berakhir dengan penderitaan yang pedih, karena bayi laki laki yang kedua ini juga segera dibuang ke sungai Gangga beberapa saat setelah ia dilahirkan.
Kejadian seperti berulang sampai delapan kali . Luka luka di hati Prabu Sentanu semakin lama semakin tak terderitakan lagi. Ia semakin tidak dapat memahami mengapa permaisurinya berlaku demikian kejam terhadap anak anaknya , akan tetapi ia tidak dapat berbuat apa apa karena terikat oleh janji yang telah diucapkan , jangankan untuk mencegah atau melarangnya mempersoalkan saja berarti pengingkaran terhadap janjinya, jelas ini penderitaan batin yang jauh lebih berat dari yang dialami oleh Prabu Dasarata atau pun Sri Rama . Apa yang telah dilakukan berulang ulang oleh istrinya bukan hanya memupuskan harapan Prabu Sentanu untuk memperoleh keturunan yang dapat menggantikan di kemudian hari , tetapi merupakan kekejaman yang sebagai raja harus wajib memberantasnya.
Sungguh amat berat ujian yang dihadapi Prabu Sentanu , setiap kali kejadian itu berulang setiap kali hatinya semakin bimbang untuk menentukan sikap. Apakah ia harus membiarkan kekejaman istrinya yang juga berarti pupuslah harapan untuk memperoleh keturunan ataukah ia harus melanggar janji, yang berarti ia merobah nilai bawalaksana yang harus dijunjung tinggi oleh setiap raja yang baik. Kebimbangan Prabu Sentanu itu menjadi semakin memuncak pada waktu Dewi Gangga mengandung lagi untuk yang kesembilan kalinya . dan ternyata Prabu Sentanu hanyalah seorang manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Pada saat anak kesembilan lahir , ternyata pikiran , perasaan dan pertimbangan pertimbangan lainnya telah mengental sedemikian kuat dan mengalahkan keteguhan untuk memegang janji yang pernah ia ucapkan . Dengan segala resiko , ia mencegah Dewi Gangga yang berniat membuang anak yang kesembilan ini kesungai Gangga . Dengan demikian janji telah dilanggar oleh Prabu Sentanu dan Dewi Gangga kembali kekahyangan , karena tak mau lagi menjadi istri seorang raja tak kuat memegang janji.
Sikap bawalaksana yang harus dijunjung tinggi terutama oleh para pemimpin tetapi yang sering kali memang amat berat taruhannya.Dan Prabu Sentanu yan pada akhirnya tidak sanggup mempertahankan sikap bawalaksana itu terpaksa menjadi seorang duda dengan bayi laki laki yang diberi nama Bisma atau dewa Brata.
, yang telah ditinggalkan ibunya ke kahyangan .Semoga bisa menjadi perenungan

Bawalaksana I


Satu lagi pembelajaran adiluhung dari filsafat Jawa yang akan saya bicarakan adalah bawalaksana yang mungkin lebih dikenal melalui sesanti sabdha pandita ratu tan kena wola wali ,suatu kata yang luhur yang jika dijalankan oleh para pemimpin Negara atau pemimpin apa saja , akan menjadikan dirinya dihormati dan disayang oleh rakyatnya .
Arti sebenarnya bawalaksana adalah satunya kata dengan perbuatan, untuk menjalankan konsep njawani ini tidaklah mudah, karena orang yang menjalankan konsep hidup ini maka dia betul betul sudah mencapai derajat tinggi dalam ilmu kamanungsan /ilmu kemanusiaan.
Sebagai manusia biasa seperti saya ini jauh untuk bisa melaksanakan konsep bawalaksana ini, marilah kita buka pembicaraan ini dengan niat untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi , yang senantiasa melaksanakan konsep undur kaifa yaitu konsep untuk senantiasa membuka diri tentang kekurangan dan kelebihan dirinya untuk kebaikan, orang yang tahu diri jika ingin melakukan suatu tindakan haruslah dipikir dengan seksama/ tidak ceroboh.
Dalam mengukur etika Jawa dari peristiwa peristiwa dalam dunia pewayangan baik yang bersumber dari Ramayana maupun dari Mahabharata yang telah dijabarkan dengan baik dan tersimpan dengan baik pula dalam dunia pewayangan . Dunia pewayangan Jawa telah dapat mencerna dengan baik semua kebenaran yang datang dari manapun , di dunia ini tidak ada yang sempurna baik dan tak ada yang mutlak buruk. Dan apabila etika wayang merupakan jabaran obyektif dari etika Jawa , maka berarti daya ramu dunia pewayangan haruslah mampu mempertemukan segala isi kebenaran, dari manapun datangnya dan ini telah dibuktikan . Dunia pawayangan telah menghasilkan dan menyimpan dengan baik satu nilai filsafat yang disebut Bawalaksana , yang dulu dijunjung tinggi oleh masyarakat yang merumuskannya, yakni masyarakat Jawa masa lalu , namun sekarang masyarakat jawa masa kini agaknya tidak terlalu menghargainya lagi , meskipun pada dasarnya juga tidak menolaknya ( Ir. Sujamto" Sabda Pandhito Ratu")
Pada Kesempatan ini kita akan membahas tentang konsep bawalaksana dalam pewayangan purwa ( ramayana dan mahabharata), yaitu peristiwa peristiwa yang menggambarkan betapa berat dan besarnya konsekwensi dari suatu janji yang telah diucapkan yang sering kali harus ditebus dengan pengorbanan yang tiada taranya. Kasus yang akan kita tampilkan adalah konsekwensi pemenuhan janji atau ikrar , bahkan ada kalanya hanya berupa kata kata biasa yang tidak bersifat janji atau pun ikrar ) yang pernah diucapkan.
Kisah diusirnya Sri Rama dari kerajaan Ayodya menjelang saat saat penobantannya sebagai raja menggantikan ayahnya ( Parbu Dasarata), adalah akibat etika bawalaksana yang harus dijunjung tinggi oleh prabu Dasarata sebagai seorang raja yang baik.Tak seorangpun meragukan ketepatan dan kearifan prabu dasarata yang berniat menunjuk Sri Rama menggantikan dirinya sebagai raja Ayodya. Ditinjau dari segala segi , keputusan itu adalah yang paling baik .Sri Rama bukan saja sebagai anak tertua diantara kempat anak Prabu Dasarata ( Rama, Bharata, Laksmana dan Satugna) , tetapi ia juga yang paling pandai , paling bijaksana dan paling banyak pengalaman serta lahir dari istri pertama Prabu Dasarata yakni Dewi Ragu atau dewi Sukasalya, ia bahkan diyakini sebagai Avatara Wisnu ( dalam pewayangan Jawa disebut titising Bhatara Wisnu) . Akan tetapi pada malam hari menjelang hari penobatan Rama ,tiba tiba Prabu Dasarata diingatkan oleh seorang istrinya , yakni Dewi Kekeyi ( Ibu Bharata), bahwa prabu Dasarata pernah berjanji kepadanya bahwa anak Dewi Kekeyilah yang kelak akan diangkat menjadi raja menggantikan dirinya.
Dengan hati yang hancur luluh , malam itu juga beliau panggil Sri Rama untuk memberitahukan masalah ini. dan sebagai anak yang berbakti kepada orang tua . Sri Rama dengan tulus ihklas menyarankan kepada ayahnya untuk memenuhi janji itu. Adalah aib besar bagi seorang raja mengingkari janjinya yang pernah diucapkan . Biarlah Bharata yang menggantikan ayahnya sebagai raja Ayodya dan Rama juga tulus ihklas memenuhi permintaan Dewi Kekeyi untuk meninggalkan kerajaan Ayodya dan hidup di hutan selama 14 tahun lamanya.
Demikian dengan hati yang amat pilu , Prabu Dasarata terpaksa membuat keputusan yang tidak sesuai dengan norma norma keadilan dan kebenaran dan merelakan anaknya yang sangat disayanginya untuk hidup dalam penderitaan di hutan Dandaka ditemani sang istri Dewi Sinta ,Laksmana , adik dari lain ibu) semuanya itu terpaksa dilakukan karena seorang raja yang baik harus bawalaksana . Ia memang bisa mengingkari semua itu tanpa konsekwensi apapun kecuali satu yakni runtuhnya satu norma yang selalu harus dijunjung tinggi oleh seorang raja yaitu bawalaksana dan keruntuhan norma ini baginya hanyalah berakibat pencemaran nama, tapi bagi khalayak ramai dan bagi sejarah kerajaan Ayodya , keruntuhan itu sebenarnya memang suatu bencana besar.Bagaimana rakyat Ayodya dapat mengharapkan hari depan yang cerah jika dipimpin oleh seorang raja yang esuk dele sore tempe ( pagi kedelai sore tempe) artinya kata katanya tak dapat dipegang. Oleh karena itulah dengan hati yang hancur berkeping keping ( dan akhirnya segera wafat dalam penderitaan batin) , Prabu Dasarata konskwen memenuhi janjinya
Bukan hanya Prabu Dasarata , juga SriRama sendiri memberikan contoh yang baik tentang sifat dan sikap bawalaksana yang harus dijunjung tinggi oleh setiap manusia , terutama para pemimpin.Semoga menjadi bahan perenungan kita .

Selasa, 10 Agustus 2010

Biasakanlah menghargai orang lain ,karena keajaiban akan datang pada kita


Penghargaan kita kepada manusia lain sangat tergantung dari bagaimana orang lain menghargai kita, sehingga saya sering memberikan nasehat kepada anak anak ;" Le anaku yen kowe kepingin diregani wong liyo, kowe yo kudu ngregani wong liyo sik " , artinya " anakku jika kamu ingin dihargai orang lain maka kamu juga harus menghargai dulu orang lain".
Hukum menghargai ini mirip dengan hukum jual beli, kalau ada yang jual maka ada pihak yang beli, cuma obyeknya yang berbeda yang satu menyangkut hukum ekonomi dan yang satu tentang manajemen qolbu. Dalam rangka membicarakan masalah penghargaan kepada orang lain kuncinya pada hati manusia, terutama yang sudah terbuka bahwa untuk hidup damai dan mulia maka perlunya ada penghargaan kepada orang lain, sehingga hidup kita bermakna karena kita bisa membahagiakan orang lain juga. Sering kali kita dengar dalam lingkungan rumah tangga kita saja banyak sekali permasalahan antar rumah tangga , Ibu RT dengan Ibu ibu warganya dan lain lain kasus rumah tangga suami tidak bisa menghargai istrinya dan sebaliknya istri tidak menghargai dan menghormati suaminya.
jangan dianggap remeh masalah penghargaan kepada orang lain ini , karena pengaruhnya sangatlah luas dan bahkan menyebabkan rumah tangga jadi berantakan karena antar penghuni rumah saling tidak menghargai bahkan saling diam tidak saling bicara.
Dengan kita mengetengahkan masalah penghargaan kepada orang lain ini kita jadikan referensi buat keluarga kita untuk bisanya menjalin hubungan yang harmonis, hubungan antara Ayah dengan anak anaknya, hubungan Ibu dengan putra putrinya dan hubungan antar suami dan istri .Jika dalam keluarga terjalin hubungan yang harmonis maka tampilan keluarga tersebut akan kelihatan romantis orang lain akan senang memandangnya dan bahkan bisa menjadi contoh tauladan bagi keluarga yang lain. Kunci sukses dikeluarga tersebut dari pengalaman teman teman yang rukun adalah adanya keterbukaan antara suami dan istri dan saling menghargai diantaranya.
Kunci kesuksesan yang lain menurut para pakar rumah tangga adalah diantara suami dan istri harus memiliki rasa saling menyayangi dan memelihara suasana hati, saling menghargai kekurangan masing masing. Nah kembali kemasalah menghargai orang lain , maka sebaiknya kita membiasakan diri untuk senantiasa menjaga perasaan orang lain dengan tidak mudahnya mengucapkan kata kata yang menyinggung orang lain, membuat orang lain panas hatinya karena seringnya kita membuat pernyataan bikin suasana panas, makanya tidaklah mudah mengendalikan suasana hati , karena sangat dipengaruhi oleh situasi dan stresing kehidupan , yang akibanya kita bertemperamen keras dan maunya menang sendiri dan benar sendiri.
Kalau kita memiliki hati yang lembut dan pemaaf maka kita bisa digolongkan orang yang memiliki gudang kebaikan bagi orang lain, kita dianggap orang yang mumpuni bisa digolongkkan orang yang jembar hatinya sehingga orang lain sangat menghargai peran kita di lingkungan masyarakat, betapa bahagianya kita bisa mempunyai peran seperti itu , karena kebahagian seseorang kan tidak selalu diukur dari bergelimpangnya harta saja namun bisa wujud lain yaitu memiliki hati yang kaya dengan khasanah kedamaian , sehingga kita sangat bisa mengubah pola perilaku lingkungan dan akibatnya lebih luas jika dibandingkan dengan peran harta untuk mengubah pola perilaku, oleh karena itu jangalah kita mendewa dewakan harta , bukanlah kepemilikan harta tidaklah bisa langgeng, karena jika tidak bisa mengelolanya maka akan pindah kepada orang lain yang memiliki kemampuan untuk memanage dengan baik, satu hal yang harus kita pahami untuk menjadi pribadi yang unggul dengan modal murah maka kita bisa mencoba dengan berprilaku unggul untuk kebahagiaan orang lain , nah dengan cara seperti itu kiranya apa yang kita inginkan akan mudah tercapai , karena kuncinya hanya di hati , namun jika kita ingin mengatur orang lain dengan kekayaan kita maka kita haruslah kaya dulu dan baru kekayaan kita secara sistimatis bisa digunakan untuk mempengaruhi orang lain , contoh mudah adalah kita mengangkat anak asuh dan kita didik mereka sesuai apa yang kita inginkan, nah cara cara seperti itulah yang biasanya digunakan orang kaya dalam memberikan sebagian rejekinya untuk mempengaruhi orang lain.
Memang masih terlalu panjang ceritanya kalau kita berfikiran bahwa hidup itu mudah , namun sebenarnya hidup itu perjuangan, yaitu perjuangan untuk mewujudkan keinginan dan menyesuaikan antara harapan dengan kenyataan , karena mensinkronkan antara harapan dan kenyataan itu suatu pekerjaan tersendiri karena ada bentuk sinyal yang nyata bahwa harapan tidak selalu sama dengan kenyataan , sehingga manusia terus berjaung untuk mendekatkan harapan agar sama dengan yang kenyataan hidupnya.salah satu caranya adalah dengan memerankan penghargaan kepada orang lain dengan sebaik baiknya, kita tidak bisa sukses sendiri namun kita sukses karena kita bisa memerankan diri memanfaatkan orang lain untuk membantu kita sukses dan sebaliknya setelah kita sukses maka kita juga punya kewajiban untuk mensukseskan juga orang lain , hidup untuk menghidupi supaya hidup.