"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Minggu, 13 Juni 2010

Belajar untuk mengatasi masalah usaha


Kesederhanaan sebagai bentuk syukur kepada Allah , aku ingin jadi orang yang senantiasa sederhana, tampilan sederhana, namun perhatian dengan penderitaan orang lain dan senantiasa ingin membantu mereka, sebenarnya banyak cara untuk membantu mereka, hanya teman teman yang sedang menghadapi masalah kadang kadang mereka tutupi dan tidak berupaya segera melepaskannya, padahal sebenarnya jika segera sadar dan segera kembali minta petunjuk kepada Allah SWT niscaya segera akan diberi jalan keluar , percaya itu !
Banyak dari kita jika punya masalah pintarnya hanya mencari kambing hitam ,padahal sumber masalah ada pada kita. Sebenarnya untuk sukses apapun usahanya ada 3 hal yang harus dipahami yaitu :
1. Menguasai ketrampilan atau istilahnya memahami secara teknis cara kerjanya , apapun usahanya jika kita memahami proses kegiatan atau proses produksi dari suatu kegiatan maka , sudah merupakan mudal utama , sering kali kita terjun disuatu usaha namun secara teknis kita belum menguasai kegiatan prosesnya sehingga dalam perjalannya jika ada masalah kita masih minta bantuan orang lain atau bahkan bingung dan malas mencari solusi , nah ini merupaka kesalahan fatal , karena tidak ada bisnis yang maju tanpa dipahami oleh pemiliknya , karena merupakan kontrol tersendiri , secara insting akan paham betul kalau ada masalah, dengan catatan kita sudah paham betul kelebihan dan kekeurangan yang terjadi di bisnis kita, sehingga siapapun saja tidak berani mencoba coba mencari peluang untuk berbuat curang.

2. Teknis manajemen , secara sadar bahwa semua jenis usaha harus melalui sistem pencatatan , mulai sistem perencanaan , sistem pelaksanaan dan kontrolnya serta sistem pemasarannya , harus jelas , komponen biaya administrasi dan tetek bengeknya serta biaya lain lain yang mendukung agar usaha tersebut tetap jalan harus dimenejen dengan baik dan benar.

3. Teknis penampilan untuk membangun image usaha kita,baik performa karyawan, pemilik serta , tampilan usaha kita harus dikelola dengan baik , karena jika tampilan kita sudah baik dan menarik maka tentu banyak pihak yang segera mengadakan kerjasama dengan kita.
jika ketiga hal sudah kita kuasai ,maka langkah kita konsentrasi pada teknis pengembangan omset dan kualitas pelayanan saja, semua tanpa dikelola secara profesional tidak mungkin bisa berjalan sesuai yang kita harapkan , yang penting dari diri kita dulu mengadakan perubahan total, proses undur kaifa selalu kita tonjolkan untuk menampik semua problem dan kesulitan yang ada.

Kita belajar dari pengalaman pengusaha sukses, ternyata kalau kita pelajari tidak ada yang datang secara tiba tiba namun selalu diawali dari kondisi kekurangan dan keterbatasan , baru setelah muncul proses undur kaifa , mereka sadar segera bangkit untuk maju. apakah kita menunggu datangnya proses undur kaifa ( nek kaya gitu aku harus bagaimana ? soory kalau ada yang tanya artinya undur kaifa !)baru melangkah berusaha , tetu saja tidak melainkan kita tetap otimis berusaha asalkan pada jalan yang benar dan berorietasi pada kemajuan dan kemaslahan banyak orang serta bermanfaat bagi orang lain.

nah oleh sebab itu jangan terlalu lama kita pusing dengan permasalah kita , namun segera bangkit untuk menjalani usaha kita yang lain dengan cara lebih baik dan jangan lupa setiap akan melangkah menapaki usaha kita harus minta ijin kepada yang bikin hidup kita alias Allah SWT , sehingga usaha kita merupakan usaha yang barokah , sehingga hanya kebaikan dan kebahagian yang akan datang pada kita .... Amin

Jumat, 11 Juni 2010

Kita harus segera mengajarkan pendidikan karakter


Konsep pendidikan karakter dimulai dari kondisi ketidak berdayaan alias kondisi arphan , ketika kita masih bayi ,dimana bayi memperlihatkan ketidakberdayaannya , makan,minum, ganti pakaian dan lain lain semua dilakukan oleh orang lain , proses tersebut selesai setelah dia bisa melakukan sendiri.Pada saat itu kita sudah bisa menanamkan konsep tentang cara berkomunikasi dengan orang lain ,misal rasa unggah ungguh , tepo seliro, ngaku lepat lan ngapuro, konsep urip kanti sabar, jer budi bowo leksono, ojo dumeh,begjo lan ciloko.
Seringkali secara tidak langsung kita tidak memahami akibat dari ketergantungan alias ketidak berdayaan ini apabila tidak diubah secepat mungkin bisa berakibat anak kita menjadi mudah menyalahkan orang lain, mudah mencela masakan ibundanya, sulit mengucapkan maaf jika salah dan sulit mengucapkan terima kasih jika menerima sesuatu dari orang lain, Hal lain yang kita perlu waspadai adalah mudahnya anak kita mengeksploitasi oranglain , gampang main perintah dll, oleh karena itu perlunya didik tentang gotong royong, didik tentang kerjasama( net working society) dan kerjasama sampai tua.
Tahap kedua adalah periode Kluyuran atau wondere , karena ingin tahunya besar , jika tahap ini tidak dimenege dengan benar bisa berakibat anak jadi pemarah,jadi pemberontak, anak tidak betah dirumah atau disekolah, anak tidak puas, anak suka memamerkan pakaian, mengikuti model rambut, imajinasinya kluyuran kemana mana, jika ada anak sedang melakukan hal seperti itu jangan sampai kita menghukumnya namun diarahkan saja karena dia baru masuk tahap kreatif, mereka lagi senang tantangan, semangat juangnya tinggi , jika kita keliru menafsirkanya bisa terjadi pembantaian SDM dikelas ... wah berbahaya !.
Tahap ke tiga adalah kita harus memunculkan anak didik kita memiliki climber mentality/Fighting Mentality, yaitu mental luar biasa, suka menghadapi resiko/tantangan, oleh karena itu untuk menyelamatkan bangsa dan negara kita perlunya segera melakukan proses pendidikan yang berbudaya, artinya proses pendidikan yang berorientasi pada penyiapan SDM yang bermental baja/Fighting mentality) karena mau tidak mau kita akan terlindas jika hanya bermodalkan mental malas alias mental Omdo , omong doang tanpa bukti prestasi!, sehingga proses pendidikan berbudaya inilah merupakan jawaban pastinya.
Tahap ke- empat adalah kita menyiapka anak didik kita mempunyai mental Warrior , dari kecil kita sebenarnya sudah diajari dengan hal hal yang bernilai warrior contohnya rebutan layang layang ,jangan sampai kita memiliki sifat jika temannya sukses malah sedih, atau jika temannya senang malah susah,atau jika ada temannya yang mendapat layang layang maka layang layang tersebut kita robek artinya tidak boleh ada senang, akan tetapi harus ada yang memiliki jiwa kepahlawanan . bangga jika orang lain sukses, jangan malah mencari bocoran Ujian pada saat anaknya ujian disekolah, karena prinsip sukses hidup jika ingin sukses hidup maka harus mampu mengatasi ujian dari Tuhan , jika mampu mengatasi ujian maka kita akan naik kelas!,karena jika tidak mempersiapkan sedidini mungkin akibat yang muncul adalah seperti yang terjadi akhir akhir ini yatu adanya demo mahasiswa dengan merusak pagar kantor, merusak lampu lalu lintas , seharusnya mereka demo dengan cara elegan misalnya dengan adu argumentasi dengan mengupas tuntas tentang data yang diperoleh , sehingga yang kita inginkan adalah perang konsep, jangan sampai kita ditertawain oleh Piala , karena piala yang diperoleh dengan cara beli, sehingga tidak ada nya unsur keganggan , karena pialanya dari hasil beli bukan prestasi, sehingga setiap lihat piala harusnya bangga , kok malah setiap lihat piala yang geli pialanya karena diperoleh dengan cara beli he he he, oleh karena itu mulailah sekarang kita senantiasa berbicara tentang prestasi, kita senantiasa percaya pada orang lain, dimulai dari percaya pada diri sendiri,agar orang lain percaya pada kita , sering kali mendengar kemajuan negara dan kesuksesan suatu bangsa karena banyaknya warga negara mempunyai mental warrior , mereka bangga jika bendera negaranya berkibar di negara lain, biasanya mereka senang mempersembahkan piala untuk negaranya , oleh karena itu pendidikan karakter dengan bahagia jika menolong orang lain,bahagia jika muridnya lebih baik, bangga jika bis memberi, memang kesalahan kita selama ini adalah kita sulit membangun sikap Althuis atau sikap bangga jika membantu orang lain,senang dengan menolong orang lain, bangga dengan memberi kepada orang lain.
Tahap berikutnya adalah tahap berfikir innocent atau pemurah, tahap occountable life , atau tahap jika ketemu orang bahagia,artinya kita diharapkan mendidik anak kita dengan memberikan contoh yang baik , jadi pendidik itu harus beres, jika ingin kita dicontoh oleh anak anak kita.
Tahap terakhir adalah pendidik seharusnya memiliki keahlian sebagai magician , sehingga everyday my be miracle , setiap hari jadi pesulap , atau jadilah orang yang membuat miracle atau keajaiban setiap hari , sehingga semua orang dibuat kagum atas prestasi kita misal dari anak bodo jadi pinter, anak kurang ajar menjadi anak baik, nak loyo atau malas menjadi giat/juara dll.
Oleh karena pendidikan karakter menjadi tugas kita semua maka tidak ada istilah nanti saja kalau ada waktu atau ada kesempatan melainkan saat ini juga kita harus memikirkan bagaimana proses pendidikan karakter segera diajarkan kepada anak kita agar segera kita bisa melihat hasilnya yaitu banyaknya anak didik kita yang menjadi pemimpin yang memiliki karakter Mikul dhuwur medem jero, artinya anak yang bisa mengangkat derajat orang tuanya dan bisa menutupi semua keburukan orang tuannya ... semoga

Rabu, 09 Juni 2010

Topeng kehidupan manusia suatu pembelajaran


Saya sangat senang memperhatikan polah tingkah orang lain, semakin jeli saya memperhatikan semakin geli saya dibuatnya, kita ini aneh, karena semua pola tingkah laku kita sangat tergantung dari hati kita, kalau pas hati kita tentram tidak terburu buru atau hati kita nyaman , maka semua tingkah laku kita ya normal saja, sehingga tingkah laku kita tergantung dari suasana hati kita.
Sebuah lagu yang dilantunkan oleh musisi Ahmad Albar dari grub band Godbles yang berjudul "dunia panggung sandiwara", memang benar adanya, banyak kita temui bahwa perjalanan kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh ego manusia yang diwujudkan dengan penggunaan topeng, dengan kata lain setiap gerik gerik manusia sangat dipengaruhi oleh jenis topeng apa yang dipakai, mau alim, kasar, lembut,jantan,gagah,kaya,miskin,pengusaha, pekerja,jujur, penipu,pejabat,guru,petani,nelayan,pedagang, dll, pokoknya tergantung kepentingannya.
Semakin kita trampil memilih topeng yang tepat semakin profesional kita, karena semuanya diukur dari produktifitas untuk menghasilkan uang ... he he, ternyata sebenarnya kita masih kalah sama monyet , wong monyet aja pinter cari duwit untuk majikannya.
Sering kali kita jika bermain peranan keliru menggunakan topengnya sehingga secara penamppilan jelas jelek, sekaligus wagu,lucu kalau dilihat, karena merupakan suatu kesalahan fatal , kalau sampai salah menggunakan topeng, misal kalau kita mau pinjam uang di bank, bank sangat subyektif untuk memberikan pinjaman kepada nasabah, teman saya sendiri pernah melakukan trik, dia ingin minta pinjaman ke bank, tapi dia pakai strategi jitu, dia pinjam mobil BMW temannya yang terbaru, dia masuk ke bank sudah beda pelayanan, dia berlagak seperti pengusaha terkenal , eh ternyata pegawai bank sendiri juga belum begitu kenal sama teman saya tersebut, dia pinjam 1 Milyar, ternyata disetujui dan pelayanan sangat cepat, namun karena dia memang profesional maka pinjaman tersebut dalam waktu 2 tahun telah lunas. Dalam hal penggunaan topeng yang saya soroti adalah keahlian dia menyamar sampai pegawai bank sendiri percaya, namun karena dia dapat dipercaya maka perjalanannya juga lancar.
Kembali kepada masalah topeng tadi , secara otomatis kita sadar betul bahwa penggunaan topeng yang salah berakibat fatal dengan hasil yang merugikan, karena kepandaian kita dalam mengukur tingkat profesional manusia sangat ditentukan oleh kepandaaian dia menggunakan topeng yang tepat.Jika kita menyadari bahwa hidup itu perjuangan , memang benar adanya, kita senantiasa dicobai oleh ALlah, sehingga mempertebal tingkat keimanan kita kepada Allah, bahwa hidup manusia itu ada batasnya sehingga diharapkan setiap hari senantiasa dapat mengukur produktifitas kerjanya, antara pengorbanan dan hasil minimal seimbang, tidak ada yang dirugikan.
kondisi setiap orang berbeda beda , daya lentur untuk menghadapi stres kehidupan berbeda beda sehingga masing masing mengunakan topeng yang berbeda, tergantung kepentingannya, kalau ketemu sahabat lama harus menggunakan topeng apa?
nah nanti suatu saaat akan ketahuan mana yang emas, mana perak dan yang mana perunggu sehingga, jika dikelompokan ke kelompok emas maka secara otomatis tingkat keberhasilannya sempurna dan penampilannya maksimal , sehingga orang lain mengganggap bahwa kita digolongkan sebagai manusia unggul akibatnya topeng yang tepat adalah topeng berwajah pemimpin kharismatik dengan hati yang lembut dan berperawakan tegap serta dengan semangat tegur sapa jika ketemu orang lain. Demikian pula jika kita berlaku sebagai pegawai ya menggunakan topeng pegawai dengan motif kalem , wajah tenang dan cara bertutur kata lembut, sehingga model kaya gini kita menggunakan topeng karyawan dengan tingkat produktifitas sepadan dengan pengorbananya.
Ada yang menyebut bahwa kita sebaiknya jadi orang yang jeli, dalam artian setiap kita menggunakan topeng harus diukur dulu kemungkinan hasil yang akan diperolehnya , nah jika cara ini dipakai nanti kita menggunakan rumus politisi yaitu tidak ada kawan yang abadi yang ada adalah kepentingan yang abadi, nah jika hal seperti ini terjadi maka dipastikan dunia persilatan perpolitikan kelihatan gayeng, karena penuh intrik.
Maka saran saya ngono yo ngono ning ojo ngono, artinya kita sadar bahwa diluar kehidupan kita ternyata untuk hidup saja penuh dengan intrik dan trik sehingga kita harus waspada , karena prinsip ngono yo ngono ning ojo ngono itu punya arti boleh melakukan apa saja asalkan tetap menjunjung tinggi kejujuran dan kemaslahatan masyarakat, untuk menyingkapi kehidupan ini, agar kita tetap selamat karena orang yang beruntung adalah orang yang eling lan waspodo.... semoga.

Anak yang baik menjadi dambaan kita


Sebagai manusia kita membawa misi yang agung dan manusiawi yaitu memiliki anak dari keturunan kita, seringkali kita gusar dan bingung jika anak anak kita berkembang namun tidak sesuai dengan harapan kita, perkembangan yang ada dari sudut fisik tidak masalah, namun dari sudut mental, wah bikin pusing kepala, prototype yang ada pada anak kita ternyata berbeda dengan yang kita lakukan pada saat anak anak, mereka bertingkah laku dewasa namun dalam wujud kecil , nah ini yang bikin kita pusing, ada apa itu semua, mengapa mereka bisa berlaku seperti itu, tidak sopan dgn cara bertutur kasar, bahasa yang dipakai tidak sopan atau unggah ungguhnya kurang , serta tingkah lakunya tidak hormat sama orang tua.
Sebagai orang tua kita harus sadar betul terhadap pola tingkah laku anak anak kita, sehingga tidak kaget lagi, jika suatu saat mereka melakukan perbuatan yang diluar dugaan kita, karena kita tahu dunia mereka yaitu ingin mencari jati diri , dan mencari pengalaman baru, kalau perubahan tingkah laku anak anak hanya karena ingin mencari jati diri kita hanya perlu waspada saja, namun jika sudah merembet kehal hal kriminal maka kita harus segera mencegahnya jangan sampai terlambat, karena resiko sangatlah besar, kalau sudah melanggar aturan atau melakukan tindakan kriminal karena berhubungan dengan hukum.
Suatu hal yang harus kita sadari janganlah bermain api dengan kebebasan anak kita, karena jika kita terlalu bebas, maka bagi anak seolah olah kita membenarkan semua tindakan mereka yang akibatnya bisa fatal, oleh karena itu ada saatnya kita keras dan menghukum anak kita namun segera kita mengambil hati mereka kembali sehingga secara tidak langsung memperbaiki karakter anak kita.jangan sampai kita memanjakan anak anak kita karena akibat yang sering muncul adalah ketidak mandirian anak kita, kita harus mendidik secara tegas namun manusiawi penuh kelembutan , berkata yang lembut,saling menghormati antar kakak dan adik,, jika memanggil kakaknya dengan sebutan mas dan memanggil adiknya dengan sebutan dik, setiap hari diminta mengurus semua keperluan mereka sendiri, mulai mandi ,mencuci baju, seterika ,cuci piring ,jika perlu memasak sudah mulai dilatih sejak kelas 4 SD keatas, karena jika mereka sudah terbiasa mandiri nanti suatu saat pasti ada manfaatnya.
Memang kita akui kadang kadang kita tidak tega , namun dari pengalaman orang tua yang sukses kebanyakan menerapkan kebiasaan ini. sehingga dewasa kelak, mereka akan mudah menyesuaiakan diri dengan lingkungan.Menurut Prof Miyake Dari universitas Nagoya Jepang mengatakan bahwa anak anak kita adalah harta yang paling berharga buat kita, makanya harus kita didik sedemikian rupa agar memiliki karakter berfikir global bertindak lokal, suatu kalimat ringkas yang penuh arti , karena dibalik kalimat tersebut mengandung makna yang sangat dalam yaitu anak anak kita diberi pendidikan yang berkarakter misal kita tetap menjaga kesehatan baik diri sendiri maupun anak kita,mereka kita ajari tentang kesederhanaan, ketulusan, simpati, dan kepercayaan, setiap memberikan pendidikan kita dalam suasana yang cerah dan ceria,kita senantiasa memperhatikan hak hak anak anak kita dan privasi mereka,mengajari cara bekerjasama,kita tidak boleh pelit pujian jika anak kita berprestasi,kita tidak boleh segan menghukum anak kita yang salah, malas dan nakal namun segera kita sayangi lagi dengan sentuhan kasih sayang, kita menjadi tempat bertanya anak kita , kita dengarkan apa keinginan mereka, kita harus respek terhadap pendapat anak kita,kita ajari secara bersama sama cara membersihkan rumah dan tempat bermain anak , bersama dengan anak kita,tetap mengajari kebersihan dan keindahan tempat tinggal kita bersama mereka,menjelaskan aturan hukum dan aturan hidup kepada anak anak kita,kita ajari kepemimpinan dan manfaatnya, kerapian dan hoby olah raga kita ajarkan kepada anak anak kita. Dari uraian Prof Miyage diatas sebenarnya kita sudah memilikinya , karena wewareh Jawa kita adalah menjadikan anak kita bisa Mikul dhuwur mendhem jero, yang artinya semua anak kita diharapkan bisa mengharumkan nama orang tua dengan bertindak terpuji dan berprestasi positip dan senantiasa mampu mengubur semua keburukan atau kesalahan orang tuanya, hal ini yang menjadi cita cita kita sebagai orang tua, memiliki anak yang soleh yang bisa menjadi kebanggaan orang tua dan diharapkan perannya dalam proses pembangunan bangsa, sehingga anak kita bisa menjadi obor penerang bagi negeri, menjadi litle is beutifully , kecil yang indah yang berarti kehadirannya senantiasa dinanti oleh lingkungannya. semoga

Selasa, 01 Juni 2010

Arti Sebuah sahabat , saling mengingatkan sesuatu yang baik


Teman berbeda dengan sahabat, teman hanya kenal sebentar lalu jika tidak bertemu dalam waktu cukup lama rasanya di hati biasa saja,namun jika sudah dalam katagori sahabat,maka jika lama tidak berjumpa rasanya ada sesuatu yang hilang,ada saja pikiran dan perasaan yang akan disampaikan jika nantinya bertemu, saya merasakan getaran getaran rindu bertemu. Itulah orang yang telah menemukan jati diri seorang sahabat. Memang hidup tidak dapat diduga dan direncanakan dengan tepat, kadang kadang kita hanya mengikuti roda kehidupan ini berjalan tanpa arah, kita sak dermo nglakoni urip saja, sak titah dadi manungso sing nglakoni kanti ati ati lan waspodo ing laku saja, kita menjalankan kehidupan ini sesuai takdir saja, jalani hidup dengan mantap dan pasrah kepada yang kuasa, Insya Allah kita akan dibimbing oleh Yang maha kuasa , percaya itu !
Beberapa hari ini, aku bertemu dengansahabat sahabat saja yang sudah cukup lama tidak berjumpa, hampir 30 tahun tidak jumpa, direlung hati yang paling adalam ada rasa kangen berjumpa langsung dengan mereka, mungkin dari tampilan fisik sudah tua tua, lucu rasanya kalau ketemuan, aku bayangkan pasti pada ketawa melihat tampilan masing masing, ada yang rambutnya sudah putih, badan gembrot, atau bahkan kurus /langsing kaya aku ini.
Yang jelas kita punya agenda tersenidiri jika ketemuan, biar rasa rindu nya makin tebal sehingga kalau ketemuan tambah mesra sebagai saudara he he , ngempet nih ye!
Kita kadang kadang tidak habis pikir, kenapa baru saat ini kita dipertemukan lagi sama Allah SWT , ada Skenario apa dibalik semua ini, kita hanya Khusnudhon aja, bahwa untuk dipertemukan dengan sahabat sahabat kita, kita disangoni sama Allah ilmu dan trik kehidupan yang nantinya akan diajarkan kepada anak anak kita atau anak sahabat kita dalam rangka regenerasi, yah kita percaya saja skenario Tuhan kan Inviseble Hand tangan Tuhan mengatur semuanya tanpa kentara.Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan itu janji Allah , sehingga sebagai mahluk ciptaannya kita senantiasa tawadhu terhadap garis kehidupan ini.
Persahabatan yang baik tentu saja senantiasa akan menimbulkan hasrat dan keinginan untuk melanggengkan hubungan ini, sehingga kita senantiasa menjaganya dengan hati yang ikhlas dan sabar, riak riak kehidupan dan cobaan senantiasa akan berkecamuk dan datang silih berganti sebagai wujud cobaan dan hukuman, akibat kita melanggar marka atau jalur kehidupan yang telah dikodratkan harus dijalani, sehingga manusia senantiasa harus ingat bahwa hidup harus memenuhi aturan, jika ada yang melanggar pasti ada hukuman dan ingatan, ini yang harus kita pahami jangan suka berperasangka jelek dulu kepada orang lain, karena sebenarnya sumber masalah atau konflik adalah dari kita, cuma kadang kadang kita ego bahwa orang lain harus manut sama kita, aneh kita ini he he .... ya namanya manusia penuh dengan kekurangan, kadang kadang kita menganggap paling pinter,paling sabar , paling kaya , paling miskin , paling banyak masalah dan lain lain., pokokkya kita adalah sumber segalanya, orang lain harus manut kemauan kita, yah ini bentuk ketidak tahuan diri kita, makanya harus ada awaktu untuk ngangsu kawruh kepada yang lebih pintar atau lebih banyak pengalammnya dari kita, sehingga arah atau jurusan yang mau kita tuju atau raih lebih cepat sampainya , karena semuanya ada ilmunya.
Teman teman saya sangat bersyukur dapat berjumpa lagi dengan teman teman walau baru lewat SMS atau Telpon tapi merupakan hal yang membahagiakan buat aku , banyak rencana yang muncul sebagai agenda perjumpaan dengan teman teman, mudah mudahan nantinya ada manfaatnya sebagai bentuk perwujudan atau ekspresi kegembiraan dan pengabdin kepada sesama manusia , agar hidup inip enuh makna dan senantiasa berorientasi pada kesetiaan dan pengabdian serta menjunjung tingi nilai persahabatan, Silaturokhim harus senantiasa kita jaga agar rejeki juga hadir kepada kita, janji Allah barang siapa menjaga silaturakhim maka akan dipanjangkan umurnya dan rejekinya .... Amin , semoga tulisan ringkas ini menggugah para sahabat untuk saling mengingatkan langkah atau perbuatan yang dulu kita lakukan terutama hang berhubungan dengan peningkatan kesetiaan dan memanusiakan manusia.Sesuatu yang indah akan terukir sepanjang masa . Semoga ada manfaatnya

Kamis, 27 Mei 2010

Ajaran Idiom Mikul dhuwur mendhem jero yang adiluhung


Saya ingin menceritakan sesuatu kepada pembaca, sebuah pembelajaran yang adiluhung, jika dijalankan oleh setiap orang atau warga negara maka keluarga atau negaranya akan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah atau negara Thoyibatun warobun ghofur atau gemah ripah loh jinawi.Sebuah idiom orang jawa yang sangat terkenal, yang jauh dari gembar gembor kehidupan dimasa sekarang , sering kita menyebutnya saat sebagai kondisi yang langka atau barang langka , dimana jika ingin mencarinya dibutuhkan waktu dan syarat yang mahal alias dibutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.memang idiom ini bukanlah tidak mungkin kita adakan atau sulit untuk mengadakan, namun hanya dibutuhkan persyaratan yang ringan saja, yaitu niat ingsun, niat dari dalam hati untuk melaksanakan saja, dimana jika setiap anak dari sebuah keluarga telah memiliki idiom ini maka tugas orang tua semakain ringan saja, karena kekurang percayaan kepada anak akan pupus jika sianak telah memiliki idiom ini, anak juga merasa dipercaya dalam menjalani kehidupan, karena anak telah dibentengi dengan sikap mentak teruji dan penalaran tingkat tinggi dalam rangka mengekspresikan jati dirinya, untuk menjalani hidup ini. Idoim yang sangat luar biasa ini sering kita sebut " Mikul dhuwur Mendhem Jero".
Setiap keluarga sangat berharap setiap anaknya memahami idiom ini, karena jika anak belum memahami idiom ini barang kali dengan adanya kondisi masyarakat yang seperti sekarang ini, yang ditandai dengan kemajuan teknoligi dibidang informasi misal kemajuan teknologi komunikasi ,TV, VCD, DVD, HP dimana begitu mudah manusia sekarang berkomunikasi dari suatu tempat ketempat lain dengan sangat cepat tanpa dibatasi ruang dan waktu , yang dalam dekade sebelumnya tidak mungkin terlaksana, sehingga informasi baik dan jelek begitu cepat terserap oleh anak anak kita , jika tanpa lambaran atau benteng yang kuat maka anak anak kita terseret kedalamnya , yang akibatnya anak anak kita bisa menjadi korban .Memang tidak semua informasi jelek untuk perkembangan anak kita namun kita perlu waspada saja , karena untuk menghancurkan budaya adiluhung yang ternama dimasyarakat kita yang cukup lama tertanam disanubari sebagian besar masyarakat Indonesia ini , bisa hancur dengan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya kita , akibat yang muncul adalah begitu mudah idak berbakti lagi kepada orang tua , anak begitu mudah menyepelekan perintah orang tua, anak begitu mudah melakukan pelanggaran baik tata krama maupun bersikap kasar kepada orang tua.Hal inilah yang membuat prihatin banyak orang tua sekarang ini, bagaimana cara untuk mengatasi perkembangan negatif ini.saya sering merenung begitu indah jika memiliki anak anak yang berbakti, anak yang tahu diri, anak yang bisa membanggakan orang tua, anak yang bisa menjadipanutan anak anak dari keluarga lain , wah luar biasa ,rasanya begitu nikmat dan bahagia, dibanding kita memiliki segala fasilitas d baik rumah , mobil, harta banyak namun anak anak kita tidak berbakti kepada kita, karena prinsip hidup kita sederhana saja kok, punya rumah so pasti, punya kendaraan merupakan impian , punya harta benda sebuah harapan , tapi kalau punya anak yang berbakti pasti itu tujuan /Goalnya sebuah keluarga, sehingga kalau disurh memilih antara antara kaya atau punya anak berbakti/soleh pasti kita memilih punya anak yang soleh.
Kita sekarang disuguhi berita yang nggegirisi atau berita yan menakutkan, misal seorang anak tega membunuh Ibu kandungnya atau tega membunuh ayah kandungnya, gara gara dimintai uang untuk minum minuman keras tidak boleh, anak tega menganiaya ibunya gara gara dilarang pacaran, anak lari dari rumah/minggat , dan berita berita yang memilukan, kok seperti ini ada ya ?.
Kita harus ikut membantu memecahkan masalah ini , dengan memberikan solusi atau pencerahan kepada masyarakat luas tentang keharmonisan sebuah keluarga dengan menjelaskan arti sebuah idiom sakti yaitu " Mikul dhuwur mendhem jero" , sebenarnya idiom ini jika kita bedah berasal dari dua kata Mikul dhuwur dan Mendem jero , arti mikul dhuwur adalah memikul tinggi tinggi, arti etimologisnya bahwa seorang anak berkewajiban mengharumkan nama ayah dan ibu serta martabat keluarga ,. Caranya dengan menghindari perbuatan tercela dan selalauberbuat mulia adalah usaha anakdalam rangka mikul dhuwur nama baikorang tuanya . Menjadi pelajar yang pintar atau mahasiswa yang cerdas, menghias diri dengan sopan santun dan ramah tamah , berprestasi dansukses adalah wujud dari perilaku yang menyenangkan hati orang tua. Demikian pula untuk masyarakat dan negara, seorang warga negara berkewajiban untuk mengharumkan nama baiknya dengan menjadi warga negara yang baik dan berprestasi demilang di dunia Internasional.Sedang Mendehem bukan berarti mabuk seperti mendehem kecubung, mendem jengkol, tetapi berarti mengubur, jero artinya dalam , mendhem jero maknanya mengubur dalam dalam keburukan dan kekurangan oran tua ,aib keluarga dan kelemahan masyarakat. sedapatdapatnya anak atau awarga negara harus menutupi apa yang menjadi rahasia keluarga dan masyarakat.
dalam lingkup yang lebih luas ,pemimpin yang sedang memerintah sebaiknya dapat menyembunyikan kekurangan pemimpin terdahulu. Dengan demikian saling dendam tidak akan terjadi. Pemimpin berikutnya tinggal melanjutkan program yang sudah ada, menjelek jelekkan pendahulu sama saja dengan melestarikan dendam dan permusuhan . Prinsip mendhem jero sangat mulia bila diterapkan dalam kehidupan keluarga, bermayarakat dan bernegara. Potret buram dan kenangan akan segera terhapus dan dapat menimbulkan rasa optimis baru.
Kita memang tidak boleh tinggal diam melihat perkembangan negatif akhir akhir ini, banyak anak anak muda menjadi korban oplosan minuman keras,narkoba dan bentuk penyalah gunaan obat dan perbuata yang menyimpang yang lain, sangat prihatin kita ini, was was jika melepaskan anak anak kita untuk melanjutkan kuliah atau sekaolah yang jauh pengawalan dan perhatian kita , kekawatiran ini wajar karena pihak pihak yang ingin agar anak bangsa menjadi rapuh yang berasal dari pihak asing nyata nyata ada, mereka menjajah negeri kita ini dengan wujud budaya , ekonomi dan bentuk bentuk lain yang sulit kita bendung.Maka kita saran saya segerakanlah ajaran adiluhung budaya jawa Mikul dhuwur mendhem jero betul betul kita tanamkan kepada anak anak kita ,agar generasi penerus kita tidak semakin terjerumus dalam jurang kesengsaraan ... Semoga

Nilai sebuah kesetiaan manusia


Seringkali kita mendengar kata setya, apalagi orang Jawa istilah Setya sangat kental , karena sering diucapkan, bagi orang yang memiliki nilai yang tinggi, dapat diukur dari cara orang tersebut menilai sebuah kata yaitu " Setya", sebenarnya apa arti Setya ? arti setya adalah setia atau loyal. Memiliki dedikasi dan menjadikan dedikasi itu sebagai kehormatan dirinya. Orang yang setia pada janji berarti memenuhi janji itu dan tidak melanggarnya.
Sering kali kita disuguhi sebuah cerita silat atau cerita pewayangan, dimana digambarkan seseorang Abdi, atau pembantu yang begitu setia kepada majikannya, kesetian yang dimilikinya melebihi setia pada keluarganya, sampai sampai jika majikan atau bendoronya sakit,rasanya ikut merasakan penderitaan yang dirasakan majikannya, inilah bentuk kejujuran orang kecil kalau sudah memiliki rasa setya atau setia, mereka tidak mengukur dari sudut pandang materi, tapi nilai kesetian telah melebihi segalanya.Saya pernah bertemu dengan abdi dalem kraton Mataram atau kraton Pakualaman, hampir sama modelnya, para abdi dalem ini luar biasa setyanya dengan sinuwun atau penguasa kerajaan, mereka dijadikan abdi dalem merupakan suatu kehormatan yang tidak ternilai, bangga dengan sebutan abdi dalem kraton, mengapa demikian, karena menganggap setiap penguasa atau pemimpin kerajaan pasti memiliki wahyu/ndaru, sehingga bernuansa wingit atau sakral, barang siapa tidak setya bisa kualat anak turunnya, anehnya kalau ditanya berapa gaji yang diterima biasanya mereka malu menyebutkannya, dia bilang berapapun yang diberi dari pihak kraton akan diterima dengan penuh syukur, dan anehnya ya cukup saja untuk hidup, walaupun jika dihitung secara matematika jelas nggak cukup, inilah yang disebut rejeki barokah, karena diterima dengan wujud syukur.
Kembali kita berbicara setya atau setia, orang yang loyal kepada atasan , adalah orang yang taat, hormat dan mematuhi perintahnya. Apalagi atasan mendapat cobaan, ia juga ikut prihatin. kalau atasannya jatuh, maka ia berusaha untuk mengiburnya. Duka atau suka ia akan tetap loyal.Kesetiaan yang murni , tulus dan jujur memiliki nilai yang tinggi. Kesetiaan tidak dapat ditukar dengan kenikmatan lahiriah . jabatan dan harta benda tidak dapat menggoyahkan kesetiaan yang tulus pada seseorang. Kesetiaan merupakan simpul kehormatan yang perlu dijaga. tapi ketulusan saat ini merupakan barang langka, apalagi para politisi saat ini keloyanan diukur dari jabatan atau fasiltas yang akan didapat, kawan bisa menjadi lawan dan sebaliknya lawan bisa menjadi kawan, tergantung deal deal politik mana yang paling menguntungkan dirinya dan kelompoknya, sehingga saya katakan barang langka karena semua diukur dari sudut materi.ada istilah Tidak ada teman yang abadi yang ada adalah kepentingan yang abadi, memang kalau semua diukur dari unsur politik, maka sudah tidak manusiawi lagi.
Untuk menjadi manusia yang memiliki sifat setia ini dapat belajar dari orang tua kita , atau eyang kita yang memiliki referensi lengkap tentang kesetiaan, Oleh karena itu kita tetap mituhu artinya berbakti dengan meyakini, mempercayai ajaran orang tua kita atau guru kita. Karena murid atau anak yang baik harus mituhu pada orang tua atau guru, karena biasanya anak yang mituhu akan cepat meresapkan ilmu pengetahuan di otaknya, dengan pelan pelan dan tertib ilmu yang diperoleh dari gurunya akan diterima dengan baik, sedikit demi sedikit ilmu akan berkumpul menjadi banyak,lama kelamaan tanpa beban anak yang mituhu itu akan menjadi menonjol ,kecakapannya diakui oleh orang lain sehingga masyarakat atau pemimpin yang mengetahui kecakapan dan ketrampilannya akan memanfaatkan dengan menjadi pegawai atau abdi yang setya dan menjadi andalan untuk mengatasi masalah yang melinglupi wilayah dimana dia bekerja.Karena yang dicari type manusia yang model begini adalah bukan materi namun bentuk penghargaan sebagai manusia, bahwa dia bisa bekerja dengan tulus dan setia kepada atasan,serta merasa bersyukur atas setiap karunia Allah SWT, wujud kemanusiaanya diukur dari sudut kesetiaan.
Sehingga orang yang model seperti ini sangat mitayani yang artinya dapat dipercaya karena mampu menyelesaikan pekerjaan segala bentuk isi pikiran , ucapan dan perbuatannya dapat dipercaya oleh orang lain, semoga kita dikelompokkan orang yang mitayani dalam setiap pekerjaan kita , untuk dianggap mitayani dia harus bersih,jujur dan bebas dari kesalahan fatal. Sekali berkhianat terhadap perilakunya, saat itu juga kepercayaan orang itu akan buyar. Cobaan dan godaan untuk menyeleweng memang bertubu tubi datang justru biasanya di saat mendapat keberuntungan, oleh karena itu kita bisa belajar dari orang yang tetap konsisten walaupun cobaan dan godaan datang silih berganti namun dia tetap berprestasi tinggi sehingga dia akan dikenang sepanjang masa.