"Keunggulan Manusia diukur dari Sumbangsih Pemikirannya"

Kamis, 27 Mei 2010

Ajaran Idiom Mikul dhuwur mendhem jero yang adiluhung


Saya ingin menceritakan sesuatu kepada pembaca, sebuah pembelajaran yang adiluhung, jika dijalankan oleh setiap orang atau warga negara maka keluarga atau negaranya akan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah atau negara Thoyibatun warobun ghofur atau gemah ripah loh jinawi.Sebuah idiom orang jawa yang sangat terkenal, yang jauh dari gembar gembor kehidupan dimasa sekarang , sering kita menyebutnya saat sebagai kondisi yang langka atau barang langka , dimana jika ingin mencarinya dibutuhkan waktu dan syarat yang mahal alias dibutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.memang idiom ini bukanlah tidak mungkin kita adakan atau sulit untuk mengadakan, namun hanya dibutuhkan persyaratan yang ringan saja, yaitu niat ingsun, niat dari dalam hati untuk melaksanakan saja, dimana jika setiap anak dari sebuah keluarga telah memiliki idiom ini maka tugas orang tua semakain ringan saja, karena kekurang percayaan kepada anak akan pupus jika sianak telah memiliki idiom ini, anak juga merasa dipercaya dalam menjalani kehidupan, karena anak telah dibentengi dengan sikap mentak teruji dan penalaran tingkat tinggi dalam rangka mengekspresikan jati dirinya, untuk menjalani hidup ini. Idoim yang sangat luar biasa ini sering kita sebut " Mikul dhuwur Mendhem Jero".
Setiap keluarga sangat berharap setiap anaknya memahami idiom ini, karena jika anak belum memahami idiom ini barang kali dengan adanya kondisi masyarakat yang seperti sekarang ini, yang ditandai dengan kemajuan teknoligi dibidang informasi misal kemajuan teknologi komunikasi ,TV, VCD, DVD, HP dimana begitu mudah manusia sekarang berkomunikasi dari suatu tempat ketempat lain dengan sangat cepat tanpa dibatasi ruang dan waktu , yang dalam dekade sebelumnya tidak mungkin terlaksana, sehingga informasi baik dan jelek begitu cepat terserap oleh anak anak kita , jika tanpa lambaran atau benteng yang kuat maka anak anak kita terseret kedalamnya , yang akibatnya anak anak kita bisa menjadi korban .Memang tidak semua informasi jelek untuk perkembangan anak kita namun kita perlu waspada saja , karena untuk menghancurkan budaya adiluhung yang ternama dimasyarakat kita yang cukup lama tertanam disanubari sebagian besar masyarakat Indonesia ini , bisa hancur dengan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya kita , akibat yang muncul adalah begitu mudah idak berbakti lagi kepada orang tua , anak begitu mudah menyepelekan perintah orang tua, anak begitu mudah melakukan pelanggaran baik tata krama maupun bersikap kasar kepada orang tua.Hal inilah yang membuat prihatin banyak orang tua sekarang ini, bagaimana cara untuk mengatasi perkembangan negatif ini.saya sering merenung begitu indah jika memiliki anak anak yang berbakti, anak yang tahu diri, anak yang bisa membanggakan orang tua, anak yang bisa menjadipanutan anak anak dari keluarga lain , wah luar biasa ,rasanya begitu nikmat dan bahagia, dibanding kita memiliki segala fasilitas d baik rumah , mobil, harta banyak namun anak anak kita tidak berbakti kepada kita, karena prinsip hidup kita sederhana saja kok, punya rumah so pasti, punya kendaraan merupakan impian , punya harta benda sebuah harapan , tapi kalau punya anak yang berbakti pasti itu tujuan /Goalnya sebuah keluarga, sehingga kalau disurh memilih antara antara kaya atau punya anak berbakti/soleh pasti kita memilih punya anak yang soleh.
Kita sekarang disuguhi berita yang nggegirisi atau berita yan menakutkan, misal seorang anak tega membunuh Ibu kandungnya atau tega membunuh ayah kandungnya, gara gara dimintai uang untuk minum minuman keras tidak boleh, anak tega menganiaya ibunya gara gara dilarang pacaran, anak lari dari rumah/minggat , dan berita berita yang memilukan, kok seperti ini ada ya ?.
Kita harus ikut membantu memecahkan masalah ini , dengan memberikan solusi atau pencerahan kepada masyarakat luas tentang keharmonisan sebuah keluarga dengan menjelaskan arti sebuah idiom sakti yaitu " Mikul dhuwur mendhem jero" , sebenarnya idiom ini jika kita bedah berasal dari dua kata Mikul dhuwur dan Mendem jero , arti mikul dhuwur adalah memikul tinggi tinggi, arti etimologisnya bahwa seorang anak berkewajiban mengharumkan nama ayah dan ibu serta martabat keluarga ,. Caranya dengan menghindari perbuatan tercela dan selalauberbuat mulia adalah usaha anakdalam rangka mikul dhuwur nama baikorang tuanya . Menjadi pelajar yang pintar atau mahasiswa yang cerdas, menghias diri dengan sopan santun dan ramah tamah , berprestasi dansukses adalah wujud dari perilaku yang menyenangkan hati orang tua. Demikian pula untuk masyarakat dan negara, seorang warga negara berkewajiban untuk mengharumkan nama baiknya dengan menjadi warga negara yang baik dan berprestasi demilang di dunia Internasional.Sedang Mendehem bukan berarti mabuk seperti mendehem kecubung, mendem jengkol, tetapi berarti mengubur, jero artinya dalam , mendhem jero maknanya mengubur dalam dalam keburukan dan kekurangan oran tua ,aib keluarga dan kelemahan masyarakat. sedapatdapatnya anak atau awarga negara harus menutupi apa yang menjadi rahasia keluarga dan masyarakat.
dalam lingkup yang lebih luas ,pemimpin yang sedang memerintah sebaiknya dapat menyembunyikan kekurangan pemimpin terdahulu. Dengan demikian saling dendam tidak akan terjadi. Pemimpin berikutnya tinggal melanjutkan program yang sudah ada, menjelek jelekkan pendahulu sama saja dengan melestarikan dendam dan permusuhan . Prinsip mendhem jero sangat mulia bila diterapkan dalam kehidupan keluarga, bermayarakat dan bernegara. Potret buram dan kenangan akan segera terhapus dan dapat menimbulkan rasa optimis baru.
Kita memang tidak boleh tinggal diam melihat perkembangan negatif akhir akhir ini, banyak anak anak muda menjadi korban oplosan minuman keras,narkoba dan bentuk penyalah gunaan obat dan perbuata yang menyimpang yang lain, sangat prihatin kita ini, was was jika melepaskan anak anak kita untuk melanjutkan kuliah atau sekaolah yang jauh pengawalan dan perhatian kita , kekawatiran ini wajar karena pihak pihak yang ingin agar anak bangsa menjadi rapuh yang berasal dari pihak asing nyata nyata ada, mereka menjajah negeri kita ini dengan wujud budaya , ekonomi dan bentuk bentuk lain yang sulit kita bendung.Maka kita saran saya segerakanlah ajaran adiluhung budaya jawa Mikul dhuwur mendhem jero betul betul kita tanamkan kepada anak anak kita ,agar generasi penerus kita tidak semakin terjerumus dalam jurang kesengsaraan ... Semoga

Nilai sebuah kesetiaan manusia


Seringkali kita mendengar kata setya, apalagi orang Jawa istilah Setya sangat kental , karena sering diucapkan, bagi orang yang memiliki nilai yang tinggi, dapat diukur dari cara orang tersebut menilai sebuah kata yaitu " Setya", sebenarnya apa arti Setya ? arti setya adalah setia atau loyal. Memiliki dedikasi dan menjadikan dedikasi itu sebagai kehormatan dirinya. Orang yang setia pada janji berarti memenuhi janji itu dan tidak melanggarnya.
Sering kali kita disuguhi sebuah cerita silat atau cerita pewayangan, dimana digambarkan seseorang Abdi, atau pembantu yang begitu setia kepada majikannya, kesetian yang dimilikinya melebihi setia pada keluarganya, sampai sampai jika majikan atau bendoronya sakit,rasanya ikut merasakan penderitaan yang dirasakan majikannya, inilah bentuk kejujuran orang kecil kalau sudah memiliki rasa setya atau setia, mereka tidak mengukur dari sudut pandang materi, tapi nilai kesetian telah melebihi segalanya.Saya pernah bertemu dengan abdi dalem kraton Mataram atau kraton Pakualaman, hampir sama modelnya, para abdi dalem ini luar biasa setyanya dengan sinuwun atau penguasa kerajaan, mereka dijadikan abdi dalem merupakan suatu kehormatan yang tidak ternilai, bangga dengan sebutan abdi dalem kraton, mengapa demikian, karena menganggap setiap penguasa atau pemimpin kerajaan pasti memiliki wahyu/ndaru, sehingga bernuansa wingit atau sakral, barang siapa tidak setya bisa kualat anak turunnya, anehnya kalau ditanya berapa gaji yang diterima biasanya mereka malu menyebutkannya, dia bilang berapapun yang diberi dari pihak kraton akan diterima dengan penuh syukur, dan anehnya ya cukup saja untuk hidup, walaupun jika dihitung secara matematika jelas nggak cukup, inilah yang disebut rejeki barokah, karena diterima dengan wujud syukur.
Kembali kita berbicara setya atau setia, orang yang loyal kepada atasan , adalah orang yang taat, hormat dan mematuhi perintahnya. Apalagi atasan mendapat cobaan, ia juga ikut prihatin. kalau atasannya jatuh, maka ia berusaha untuk mengiburnya. Duka atau suka ia akan tetap loyal.Kesetiaan yang murni , tulus dan jujur memiliki nilai yang tinggi. Kesetiaan tidak dapat ditukar dengan kenikmatan lahiriah . jabatan dan harta benda tidak dapat menggoyahkan kesetiaan yang tulus pada seseorang. Kesetiaan merupakan simpul kehormatan yang perlu dijaga. tapi ketulusan saat ini merupakan barang langka, apalagi para politisi saat ini keloyanan diukur dari jabatan atau fasiltas yang akan didapat, kawan bisa menjadi lawan dan sebaliknya lawan bisa menjadi kawan, tergantung deal deal politik mana yang paling menguntungkan dirinya dan kelompoknya, sehingga saya katakan barang langka karena semua diukur dari sudut materi.ada istilah Tidak ada teman yang abadi yang ada adalah kepentingan yang abadi, memang kalau semua diukur dari unsur politik, maka sudah tidak manusiawi lagi.
Untuk menjadi manusia yang memiliki sifat setia ini dapat belajar dari orang tua kita , atau eyang kita yang memiliki referensi lengkap tentang kesetiaan, Oleh karena itu kita tetap mituhu artinya berbakti dengan meyakini, mempercayai ajaran orang tua kita atau guru kita. Karena murid atau anak yang baik harus mituhu pada orang tua atau guru, karena biasanya anak yang mituhu akan cepat meresapkan ilmu pengetahuan di otaknya, dengan pelan pelan dan tertib ilmu yang diperoleh dari gurunya akan diterima dengan baik, sedikit demi sedikit ilmu akan berkumpul menjadi banyak,lama kelamaan tanpa beban anak yang mituhu itu akan menjadi menonjol ,kecakapannya diakui oleh orang lain sehingga masyarakat atau pemimpin yang mengetahui kecakapan dan ketrampilannya akan memanfaatkan dengan menjadi pegawai atau abdi yang setya dan menjadi andalan untuk mengatasi masalah yang melinglupi wilayah dimana dia bekerja.Karena yang dicari type manusia yang model begini adalah bukan materi namun bentuk penghargaan sebagai manusia, bahwa dia bisa bekerja dengan tulus dan setia kepada atasan,serta merasa bersyukur atas setiap karunia Allah SWT, wujud kemanusiaanya diukur dari sudut kesetiaan.
Sehingga orang yang model seperti ini sangat mitayani yang artinya dapat dipercaya karena mampu menyelesaikan pekerjaan segala bentuk isi pikiran , ucapan dan perbuatannya dapat dipercaya oleh orang lain, semoga kita dikelompokkan orang yang mitayani dalam setiap pekerjaan kita , untuk dianggap mitayani dia harus bersih,jujur dan bebas dari kesalahan fatal. Sekali berkhianat terhadap perilakunya, saat itu juga kepercayaan orang itu akan buyar. Cobaan dan godaan untuk menyeleweng memang bertubu tubi datang justru biasanya di saat mendapat keberuntungan, oleh karena itu kita bisa belajar dari orang yang tetap konsisten walaupun cobaan dan godaan datang silih berganti namun dia tetap berprestasi tinggi sehingga dia akan dikenang sepanjang masa.

Rabu, 26 Mei 2010

Pola hidup Gemi nastiti ngati ati sebuah pembelajaran


Saya ingat apa yang disampaikan eyang saya pada suatu sore,beliau mengatakan,"le suk yen kowe wis dewoso ojo lali kari simbah yo, aku weling karo kowe uripo kanti "gemi nastiti lan sing ati ati" ; itulah pesan eyang yang masih terngiang ditelingaku sampai saat ini, setelah bertanya kanan kiri pada yang paham betul sesareh ajaran Jawa tadi, ternyata mempunyai makna yang dalam untuk kita kaji.
Semua manusia ingin hidupnya teratur, bermakna, tentram dan bahagia, namun tidak semudah yang kita bayangkan, karena hidup saja sudah merupakan suatu masalah, mengapa demikian, karena jika hidup kita hanya diisi sesuatu yang tidak bermakna,maka sia sia belaka. Seringkali kita berupaya agar pola hidup kita sesuai harapan kita dengan mengatur pola kehidupan kita dengan menerapkan aturan yang ketat, terutama bagi keluarga kita, agar nantinya anak turunan kita tidak mengalami masalah kehidupan, jadwal telah ditetapkan mulai bangun tidur sampai siap berangkat tugas, pulang kerja dan akhirnya kembali istirahat tidur malam telah rutin ditaati, namun kejadianya tidak seperti yang kita harapkan, dalam seharian musti mengalami kejadian diluar skenario atau jadwal rutinnya, hal inilah yang perlu dipahami, bahwa hidup itu ada yang mengatur yaitu Allah SWT , yang menerapkan pola Invisible hand bahwa tangan Tuhan yang mengatur semua, dengan Sifat Rohman dan Rokhimnya manusia tidak dibiarkan begitu saja, namun secara ajaib Allah ikut campur tangan dalam kehidupan manusia dalam segala lapisan dan dengan berbagai skenario terselubung yang kalau dipikir tidak nalar, sehingga walaupun kita telah membuat skenario dan skedul jadwal hidup namun jika Allah berkehendak lain maka pola yang dibuat manusia tidak akan terlaksana, Antara harapan dengan kenyataan dapat dipastikan akan beda, karena Allah melihatnya dari sudut Rohman dan Rokhim nya sehingga jika nantinya tidak baik bagi manusia maka dengan ijin Allah semua akan berubah, kita sak titah menjalankan kersaning Allah istilah Jawanya Sakdermo nglakoni urip , makanya apa yang kita buat seyogyanga atas ijin Allah sehingga semua yang kita lakukan selalu berorientasi Berkah dan Rahmat Allah, kita tidak sia sia dalam menjalani hidup ini.
Nasihat Eyang saya diatas jika kita kaitkan dengan pola manajemen Qolbu tidak ada yang perlu dipertentangkan karena Sesareh Gemi mengandung makna hemat, cermat dan bersahaja. Orang yang selalu gemi selalu menghitung hitung segala pengeluaran agar dapat efektif dan efisien . Sikap gemi sama sekali berbeda dengan gaya hidup yang tamak dan pelit.Tindakan gemi dilandasi oleh perhitungan bahwa mengumpulkan harta tidaklah gampang. Dengan memeras keringat banting tulang pun belum tentu berhasil, oleh karena itu gaya hidup kemewahan , boros dan menghambur hamburkan uang sangat bertentangan dengan sikap hidup gemi . Sebenarnya sikap gemi merupakan tindakan dengan prinsip ekonomi berdasarkan pemikiran rasional , tepat sasaran dan tak mengundang kecemburuan.
Sesareh nastiti berkaitan dengan tindakan seseorang dalam mempergunakan harta bendanya. Orang Jawa sangat perhitungan dalam menggunakan hartanya . harta benda yang dikumpulkan dengan peras keringat itu dikelola agar pengeluaran tidak melampoi pemasukan sehingga menimbulkan banyak utang.Sehingga nasiti cenderung kepada bagaimana pemakainnya, sehingga gemi nastiti tidak mengandung unsur pelit , bakhil dan tamak, keduanya menggunakan pertimbangan rasional.
Harta benda yang dikeluarkan dengan sia sia dan tidak jelas arahnya akan mengundang kesengsaraan secara material . Apalagi penggunaan harta benda orang banyak dengan ceroboh , tentu akan membuat susah dan kesulitan . Sikap ati ati adalah keputusan pikiran dan perasaan yang berusaha untuk menghindari resiko terburuk baik bagi diri sendiri maupun oarang lain.
Kecelakaan di jalan raya adalah terjadi karena faktor kurang hati hati, perhitungan rasional antara sebab dan akibat tidak menjadi bahan pertimbangan . dorongan emosional untuk mengambil jalan pintas, cepat dan mudah akan menyebabkan perilaku ingin mendominasi orang lain. bahwa tindakan itu berbahaya , dia tidak peduli sama sekali. Perbuatan yang hanya menekankan faktor rasionalitas kadang kadang juga menyakitkan. Terjadinya penindasan di depan mata kalau hanya ditinjau dari segi rasional kepentingan, tentu mengandung perasaan kurang simpatik dari orang lain. Apalagi ketika menjadi seorang pemimpin, ngati ati dalam mengambil kebijakan adalah sangat penting agar kebijakan itu benar benar bijak dan tidak ada pihak pihak yang merasa dirugikan.
Sebuah kebetulan saya sering dipertemukan dengan orang orang yang dapat hidayah Allah, dimana dalam keseharinya senantiasa campur tangan Allah senantiasa terjadi, dibuktikan dengan keberhasilan hidup teman teman saya tadi, sehingga dari cerita teman saya, dapat saya gunakan sebagai pedoman menjalani hidup ini dengan lebih terarah, senantiasa ada kiblat yang saya tuju. Diantara teman saya ada yang pernah mengalami mati suri selama tiga hari , menurut ceritanya sudah dikafani selama tiga hari namun, ayahnya belum mengijinkan untuk dikubur karena menurut ayahnya, anaknya seperti lagi tidur, ternyata terbukti pada hari keTiga dia bangun lagi alias hidup lagi, dia banyak menceritakan pengalaman selama mati suri tapi dia tidak membuka diri untuk bercerita , saya hanya mendengar dan mengamini saja doanya.
Memang selagi kita masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup ini seyogyanya kita jalani hidup ini dengan mengikuti sesareh eyang saya tadi uripo kanti Gemi nastiti ngati ngati , yang ternyata mempunyai makna yang sangat baik sebagai kiblat menjalani hidup ini , walaupun masih banyak sesareh sesareh hidup yang lain yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam hidup kita sehari hari , semoga ada manfaatnya .

Selasa, 25 Mei 2010

Menjadi pemimpin yang dicintai Rakyat


Sebaik baiknya manusia adalah manusia yang sebesar besarnya berguna bagi orang lain ini sepenggal Hadist nabi Muhammad SAW, kita berusaha dengan sekuat tenaga mewujudkan keinginan itu, namun dalam perjalanannya ternyata untuk menjadi manusia yang baik sangatlah sulit.
Mengapa menjadi manusia baik sangat sulit ?, Ternyata untuk menjadi manusia yang baik dibutuhkan syarat dan kriteria yang jelas, karena dengan syarat dan kriteria yang jelas kebaikan manusia akan mudah diukur.
Manusia adalah ciptaan Allah SWT, dari proses kejadian menjadi manusia menurut ilmu biologi ternyata prosesnya tidak segampang yang kita pikirkan selama ini, ternyata melalui proses pertempuran sel sperma jantan sebanyak 250 Juta sel sperma untuk berusaha tetap hidup melayang layang menuju uterus sehingga bisa bertemu dengan sel betina, ternyata hanya hidup satu yaitu jadi manusia kecil alias bayi dalam kandungan sebagai bibit manusia, sehingga setelah dijadikan manusia seyogyanya kita tahu diri bahwa kita ditakdirkan sebagai pemenang atau pemimpin minmal untuk diri sendiri.
Banyak manusia yang menjalankan kehidupannya tanpa dituntun kearah kebaikan, hal ini ditandai dengan banyaknya manusia yang ingin menang sendiri dalam setiap kesempatan, merasa benar sendiri dalam setiap masalah, merasa jujur sendiri dalam setiap kasus, merasa pintar sendiri dalamsetiap diskusi atau pembicaraa, merasa paling kuat dalam setiap ada tantangan, merasa paling kaya jika ada kesempatan untuk pamer, merasa paling miskin jika ada kesempatan untuk meminta dan bentuk bentuk penampakan topeng kehidupan.
Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika manusia senang kemewahan dan kekayaan, sehingga dengan berbagai cara manusia ingin menjadi kaya walaupun dengan cara yang tidak wajar, sehingga manusia mau menjadi budak setan, dengan melakukan berbuatan yang dikatagorikan sebagai perbuatan maksiat, namun manusia mau juga melakukan asalkan keinginannya terlaksana, sangat disayangkan hal demikian bisa terjadi, padahal kita hidup sudah ada pegangannya yaitu Kitab Allah dan hadist nabi jika beragama Islam atau kitab kitab lain selain agama Islam, namun kenyataanya tuntunan hanya tuntunan mereka rela melakukan perbuatan yang melanggar norma agama karena bisikan setan belaka.
Kembali kemasalah kriteria menjadi manusia yang baik itu seperti apa? , manusia yang baik adalah manusia yang menjalankan proses kehidupannya secara teratur, menjalankan proses kehidupannya sesuai titah Allah, yaitu sabar dan tawakal jika sedang mengalami masalah, semua masalah dikembalikan kepada yang maha memberi jalan keluar, jika bertingkah laku maka tetap menjaga norma sopan santun dan tepo seliro artinya setiap tindak tanduknya tetap menjaga perasaan orang lain, sehingga setiap orang yang diajak berkomunikasi dan bersilaturahmi mereka menganggap sebagai saudara sehingga akan merasa kehilangan jika jauh dari tatap mata kita, orang model seperti ini akan dirindukan keberadaanya, karena semua yang diutarakan merupakan solusi bagi orang lain.
Manusia dijadikan oleh Allah sebagai Khalifaf dimuka bumi ini, menjadi pemimpin namun ada persyaratan jika menjadi pemimpin, menurut filsafat Jawa, bahwa untuk menjadi pemimpin itu ada istilah pulung berupa wahyu atau ndaru artinya siapa yang mau menjadi pemimpin harus ada wahyu,pulung atau ndaru tadi.Dalam pewayangan , lakon yang menceritakan pulung kepemimpinan dilukiskan dengan memperoleh wahyu cakraningrat . Siapa saja yang memperoleh wahyu cakraningrat , maka dia dan keturunannya akan berhak menduduki tahta kepemimpinan. Tiga pangeran putra mahkota dalam pewayangan yaitu Lesmana dari Hastina,Samba dari Dwarawati , dan Abimanyu dari Amarta bersaing sengit dalam memperebutkan "Wahyu cakraningrat" agar tergenggam di tangannya. Karena Lesmana dan Sambatidak kuat menerima cobaan berupa wanita cantik, maka hanya Abimanyu yang kemudian berhasil memperolehnya. Akhirnya hanya Abimanyu yang bisa menurunkan raja di Hastina , yaitu Prabu Parikesit.
Orang Jawa suka dengan referensi kepemimpinan menurut Lakon Wahyu Makutharama. lakon ini menyuratkan kepemimpinan sosial yang terkenal dengan istilah Astabrata , yang berarti delapan prinsip :
1. Laku Hambeging Kisma
Maknanya seorang pemimpin yang selalu berbelas kasih dengan siapa saja. Kisma berarti tanah, tanah tidak memperdulikan siapa yang menginjaknya. semua dikasihani. Tanah selalu memperlihatkan Jasanya, walupun dicangkul, diinjak, dipupuk , dibajak tetapi malah memberi subur dan menumbuhkan tanaman. Filsafat tanah adalah air tuba dibalas air susu. Keburukan dibalas dengan kebaikan.
2. Laku Hambeging Tirta
maknanya seorang pemimpin harus adil seperti air yang selalu rata permukannya. KEadilan yangditegakkan bisa memberi kecerahan ibarat air yang membersihakan kotoran . air tidak pernah emban oyot emban cindhe " pilih kasih".
3. Laku hambeging dahana
Maknanyaseorang pemimpin harus tegas seperti api yang sedang membakar. namun pertimbangannya berdasarkan akal sehat yang bisa dipertanggung jawabkan sehingga tidak membawa kerusakan di muka bumi.
4. Laku Hambeging Samirana
Maknanya seorang pemimpin harus berjiwa teliti dimana saja berada. baik buruk rakyat harus diketahui oleh mata kepala sendiri, tanpa menggantungkan laporan dari bawahan saja. Bawahan cenderung selektif dalam memberi informasi untuk berusaha menyenangkan pimpinan.
5. Laku hambeging Samodra
maknanya seorang pemimpin harus mempunyai sifat pemaaf sebagaimana samudra raya yang siap menampung apa saja yang hanyut dari daratan.Jiwa samudra mencerminkan pendukung pluralisme dalam hidup bermasyarakatyang berkarakter majemuk.
6. Laku Hambeging Surya
Maknanya seorang pemimpin harus memberi inspirasi pada bawahan ibarat matahari yang selalau menyionari bumi dan memberi energi pada setiap makhluk.
7. Laku Hambeging candra
Maknanya seorang pemimpin harus memberi penerangan yang menyejukkan seperti bulan bersinar terang benderang namun tidak panas. bahkan terang bulan tampak indah sekali . Orangdesa menyebutnya purnama Sidi
8. Laku Hambeging Kartika
Maknanya seorang pemimpin harus tetap percaya diri meskipun dalam dirinya ada kekurangan . Ibarat bintangbintang di langit angkas, walaupun ia sangat kecil tapidengan optimis memancarkan cahayanya , sebagai sumbangan buat kehidupan.
ajaran jawa Asta brata memberikan kesadaran kosmis bahaw dunia dengan segala isinya m,engandung pelajaran bagi manusia yang mau merenung dan menelitinya. Norma kepemimpinan jawa dikenal dengan ungkapan Sabda pandita ratu tan kena wola wali, maksudnya seorang pemimpin harus konsekwen untuk melaksanakan dan wewujudkan apa yang telah dikatakan. Masyarakat desa menyebutnya sebagai orang yang bersifat berbudi bawa leksana yaitu teguh berpegang janjinya.
Kita seharusnya selalu bersyukur kepada Allah SWT dengan menjalankan pola kehidupan yang teratur dengan tidak melanggar aturan Allah, dan jika kita sebagai pemimpin haruslah bertindak dengan pola perilaku pemimpin yang baik, sehingga proses menjadi pemimpin dalam waktu lama karena senantisa dalam lindungan Allah dan jika pada saatnya nanti sudajh tidak jadi pemimpin masih saja ada yang mengelu lukan kita yang artinya saat kita menjadi pemimpin kita dinilai Adil dan bijaksana serta trampil dan disenangi anak buahnya.... semoga

Minggu, 23 Mei 2010

Nasihat ayah kepada Putranya


Dalam proses mengantar putranya menjadi orang terpandang, diceritakan seorang ayah memberikan nasehat yang bisa digunakan untuk referensi buat kita sebagai orang tua yaitu dibagi menjadi 9 episode :
episode I :
Ayah memberikan nasihat tentang berbakti kepada Allah SWT, anakku kamu lahir karena ijin dan Ridho dari Allah, makanya warnailah hidupmu dengan Taqwa kepada Allah , karena dengan Taqwa kepada Allah niscaya hidupmu akan mudah, tidak ada yang tidak karena ijin Allah, sehingga kamu jangan menganggap remeh semua kejadian di dunia ini, ingatlah semua manusia yang sukses karena memperoleh hidayah Allah sehingga laksanakan semua perintah Allah dengan Ikhlas, tawadhu dan berlakulah sabar, niscaya kamu akan disayang Allah, jalinlah loby dengan Allah, jalinkan hubungan dengan yang memberikan hidup ini sehingga hidupmu mudah, semua yang akan kamu lakukan hendaklah dengan minta ijin kepada Allah, sehingga perjalanan hidupmu menjadi mudah anakku, ingat itu!
episode II
Ayah memberikan nasehat tentang masalah cara menghargai orang lain:
anakku jika engkau sudah beranjak dewasa satu hal yang perlu diwaspadai adalah masalah menghargai orang lain, kamu jangan anggap remeh masalah ini, kepada siapapun juga baik orang besar atau orang kecil, yang berkomunikasi denganmu harus engkau hormati, karena dibalik penghormatan itu, banyak rahasia kehidupan yang muncul akibat menghargai orang lain, misalnya munculnya rasa kepercayaan kepadamu, munculnya tanggung jawab lebih karena kamu dianggap mampu mengkomunikasikan keinginan orang lain , bahkan muncul penghargaan yang lain yaitu kamu dianggap pemimpin karena mampu menjebatani antar kepentingan di lingkungan masyarakat, banyak hal yang bisa dikembangkan akibat kita bisa menjalankan peran sebagai seorang yang santun dan memiliki tatakrama, sehingga harapan besar muncul secara otomatis bagi mereka yang dianggap mampu dijadikan tokoh panutan, jika hal ini terjadi tunggu tanggal mainnya, suatu saat apa yang menjadi harapanmu terutama dalam hubungan dengan masyarakat pasti akan terwujud.
Episode III
Ayah memberikan nasehat tentang cara berkata, dalam hal berkata kata diharapkan menggunakan tata aturan yang sopan, intonasi juga harus halus jangan berkata kasar atau berkata jorok, sekali kamu melakukan perkataan kotor dan disaksikan banyak orang maka kamu akan dicap sebagai orang yang tidak memeiliki sopan santun dalam berbicara, dampak dari cap ini maka kamu tidak akan dianggap cakap menangani masalah loby sehingga kebisaanmu terbatas, hal lain yang perlu diperhatikan masalah bicara adalah istilah empan papan dalam bahasa jawa yang artinya kapan waktu yang tepat untuk berbicara sesuatu, sehingga tidak generalisasi artinya ada waktunya untuk berbicara dan diam, kemudian istilah ojo dumeh dalam berbicara juga perlu diatur sehingga tidak boleh semena mena dalam berkata kata.
episode IV
Ayah memberikan nasehat tentang berkata "Ya" yang artinya mengiyakan atau menyetujui namun kenyataanya tidak melaksanakan kesanggupannya, hati hati anaku istilah "Ya" ini dalam maksudnya karena orientasinya pada ketrampilan dan kepandaianmu mengatasi masalah, jika kamu telah berkata "Ya" namun kamu tidak melaksanakan atau menghindarinya maka bisa dipastikan kamu tidak dipakai lagi, jika suatusaat ada masalah yang lebih besar, biasanya anakku jika orang mampu mnegtasi masalah besar maka rejekinya juga besar, sehingga tanggung jawab yang datang kepadamu harus kamu laksanakan dengan sebaik baiknya, sehingga nantinya kamu dianggap mampu jika ada pekerjaan besar datang kepadamu, ingat itu anakku!!
Episode V
Ayah memberikan nasehat tentang menolong orang lain, jika kamu dapat rejeki berarpun besarnya haruslah ingat bahwa minmal 2,5% adalah bukan hakmu, sehingga kamu harus merelakan yang bukan hakmu segerakanlah kamu berikan pada yang berhak , jangan kamu tunda tunda, karena jika kamu senang dengan sedekah maka rejekimu akan barokah, akan mengalir terus, segerakanlah kamu menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan , karena prinsipnya hidup adalah saling tolong menolong, karena nikmatnya hidup jika kita bisa membantu orang lain.
episode VI
Ayah memberikan nasehat tentang cara menghormati orang tua dengan mikul duwur mendem jero artinya mengangkat nama baik orang tua dengan berbuat yang terbaik dan menghapus dan menghilangkan keburukan orang tua dengan melupakannya , dengan berbuat sesuatu dengan mengingat selalu menjaga martabat orang tua baik ayah ataupun ibunya, sehingga orang lain mengingatnya dengan kebaikannya, bukan keburukannya.Jika kita berbuat yang terbaik maka secara tidaklangsung juga mengangkat nama baik orang tua kita.
episode VII
Ayah memberikan nasehat tentang Cara membawa diri, dimanapun kau berada kamu harus ingat bahwa kamu adalah anakku, yang senantiasa membawa diri dengan sikap dan pemikiran yang maju dan serta penuh perhitungan artinya tidak asal asalan semata, sehingga tindakan yang kita ambil pasti melalui proses perhitungan yang matang sehingga dikemudian hari jika terjadi masalah maka kita bisa dengan mudah mengatasinya, kamu harus berpenampilan rendah hati tidak boleh sombong, sehingga kamu akan dikagumi setiap orang karena pembawaanmu tenang, intonasi suara betul betul kamu jaga, tidak asal ngomong namun melalui proses berfikir kritis dan penuh perhitungan dan penuh dengan ketenangan hati.
Episode VIII
Ayah memberikan nasehat tentang uang , anakku jika kamu nantinya sudah berpenghasilan, maka uangmu harus kamu atur sedemikian rupa sehingga jangan sampai kamu kehabisan uang dalam hidupmu, karena Allah lebih senang pada yang kaya beriman baru berikutknya adalah miskin beriman jadinya urutannya lebih dahulu yang kaya beriman, oleh karena itu aku sarankan anakku kamu harus kaya dan beriman, tangan diatas lebih mulia dari pada tangan dibawah, pihak pemberi lebih mulia dimata Allah daripada tangan dibawah sebagai penerima.Ayah berharap kamu bisa jadi pengusaha yang sukses yang membawa usahamu dengan jalan yang benar, bisa memperkerjakan banyak orang , bisa membantu mereka yang mencari penghasilan, carilah ide terus menerus agar uangmu bekerja untuk kamu, jangan sampai kamu bekerja untuk uang, karena jika kamu bekerja untuk uang artinya kamu belum sukses, biar uang yang bekerja untuk kamu oleh karena itu kamu memiliki bisnis dengan cerdas , yaitu bisnis yang dipilih karena betul betul dibutuhkan dan menjadi contoh bagi bisnis lain.
Episode IX
Ayah memberikan nasehat tentang pemanfaatan waktu, anakku waktu seperti halnya sebuah pedang menurut orang arab, jika kamu tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik maka ibaratnya kamu terhunus pedang, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk hal yang produktif, jangan boros dan jangan meremehkan waktu , karena waktulah yang menentukan kamu akan sukses atau tidak tergantung waktu, kamu akan tertinggal atau tidak, kamu yang akan merasakan, satu hal yang harus kamu pikirkan bahwa jika kamu tidak menggunakan waktu dengan baik maka hidupmu akan sia sia belaka, maka menurut filsafat china kuno waktu dibagi menjadi 4 yaitu , muda, dewasa , kerja , tua , dan tidak bisa diputar lagi, sehingga jika boros waktu tiba tiba sudah sampai masa tua dan habislah kamu.Umur orang tidak bisa ditebak tapi hanya bisa diatur oleh kita agar benar benar bermanfaat untuk bekal masa depan.
Demikian cerita sekilah tentang nasehat ayah kepada putranya semoga ada manfaatnya bagi pembaca sekalian dan menjadi pelajaran berharga sebagai orang tua dalam mendidik putra putrinya.... Amin.

Sabtu, 22 Mei 2010

Hidup penuh prestasi agar rejeki hadir kepada kita


Setiap manusia butuh penghargaan, baik dalam bentuk pujian, harapan atau bentuk fisik berupa hadiah uang /benda.Nah jika manusia butuh itu semua, mengapa kita tidak berusaha untuk meraihnya.
Perlu dipahami bahwa munculnya hadiah diakibatkan adanya prestasi, artinya hadiah baru muncul jika kita berprestasi, bukan doorprice dalam hal ini, yang dapatnya hadiah karena ikut atau memenuhi syarat doorprice, sehingga kita dapat hadiah karena memenuhi syarat undian doorprice, yang kita bicarakan adalah hadiah karena prestasi.
Pada saat penulis menonton acara TV di station RCTI dalam acara Silet, diceritakan oleh presenter bahwa para pemenang Panasonic Award memperoleh hadiah dari sponsor berupa picnik ke tempat tempat hiburan di Amerika, digambarkan bahwa para pemenang menikmati betul hadiah tersebut, sehingga menjadi momen yang tidak terlupakan buat mereka.
Perlu diketahui dalam hidup ini menganut prinsip Prestasi akan diimbangi oleh rejeki artinya bahwa rejeki akan mengikuti prestasi, siapa saja tanpa kecuali jika mau rejekinya baik maka harus berprestasi, ini kata kuncinya, maka kepada saudara saudara dimana saja, jika anda mau hidup lebih baik ubahlah pola perilaku saudara untuk mengikuti prinsip hidup ini ! , berprestasilah anda dimana saja anda berada, karena dengan berprestasi maka keberadaan anda akan diperhitungkan, kita lihat jaman revolusi di Inggris abad XVIII atau sebelumnya yaitu abad XVII, digambarkan bahwa pada masa itu siapa saja yang dianggap ada harus berfikir artinya bahwa kamu ada karena kamu berfikir, artinya begitu besar daya pikir diagungkan, apa akibat dari pola pemikiran saat itu ,yaitu banyak munculnya para filosof atau penemu karena pada masa itu keberadaan manusia diukur dengan keikut sertaanya dalam proses peningkatan produktifitas, kamu ada karena kamu berfikir, agar kamu dianggap ada maka kamu harus menghasilkan karya bagi manusia lain, apapun bentuknya baik itu karya dibidang seni,ekonomi,kebudayaan,politik,hukum,bahasa, makanan, obat obatan atau apapun yang penting berguna bagi manusia lain.
Sering kali kita terjebak dengan rutinitas kehidupan tanpa prestasi, hidup kita diisi dengan pola kehidupan biasa biasa saja, sehingga kita ya tidak pernah dapat hadiah, dan anehnya kebanyakan manusia senang dengan kondisi ini, aneh ..... kita ini, hidup sekali tapi diisi dengan pola kehidupan tanpa prestasi!, banyak waktu terbuang percuma, banyak kita habiskan secara boros, tanpa menghasilkan sesuatu apapun , sehingga rejeki kita bisa kita hitung artinyapendapatan kita bisa kita hitung, padahal untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita, kita butuh materi atau uang atau alat tukar apapun agar semua kebutuhan kita dapat terpenuhi dengan bentuk kualitas yang prima , artinya tidak asal asalan, oleh karena itu dibtuhkan bentuk kerja keras dan kerja cerdas agar, pihak atau orang lain yang butuh jasa dari kerja kita puas dan akhirnya memberikan imbalan yang maksimal buat kehidupan kita, setelah dapat kita kumpulkan untuk ditabung dan digunakan untuk meningkatkan image tentang hidup kita, kita harus berupaya dengan sekuat tenaga agar hidup kita berkualitas sehingga hidup kita dihargai orang, Menurut Harald Shumacher dalam Bukunya yang terkenal " Small is Beutifully" digambarkan bahwa sebaiknya bagi semua saja harus memperlakukan kata kunci ini, dimana saja dan kapan saja maka prinsip Kecil tapi Indah harus diterapkan, digambarkan bahwa jika kita menganut kecil tapi indah, maka keberadaan kita selalu dinanti, keberadaan kita selalu diharapkan bagi orang lain, ada sumbangsih yang datang dari kita, seperti layaknya sebuah berlian walaupun kecil tapi harganya mahal, semua orang berlomba lomba untuk memilikinya. Arti dari Pola pemikiran Sumacher ini sangat berarti buat kita, karena jika keberadaan kita ingin dianggap ada maka harus memunculkan daya sinar kecermelangan, sehingga semua pihak atau orang akan menoleh kearah sinar tersebut, buatlah seelok mungkin sinar itu atau seterang mungkin sehingga hanya muncul kekaguman belaka, sehingga setiap oerang tidak segan segan merogoh kantung untuk memiliki benda yang bersinar tersebut walaupun dengan mengorbankan harta bendanya yang lain yang penting bisa memperoleh atau menguasai benda tersebut.
Nah gambaran singkat tersebut diartikan bahwa jika kita berprestasi maka tidak satupun pihak atau orang atau lembaga yang akan menolak syarat apapun yang kita minta , karena begitu banyak yang berminat kepada kita, maka hukum permintaan dan penawaran akan secara otomatis berlaku , siapa yang siap mengorbankan sejumlah uang atau hadiah maka akan bisa meraih benda yang diinginkan tersebut , artinya semakin banyak yang minat maka kita bisa menaikan tarif kita, apalagi sifatnya hanya monopoli atau penjual tunggal, sehingga harga kita begitu tinggi.
Saya ingin menjelaskan kepada saudara bahwa keberadaan orang yang punya prestasi, akan sangat tinggi apalagi orang tersebut tahu diri bahwa semua karena Ridho Allah SWT, maka orang itu dimata Allah akan ditinggikan karena orang tersebut mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah, artinya semua nikmat yang diberikan disyukurinya sehingga harga sebuah prestasi muncul karena juga adanya Ridho Allah, sehingga keberhasilan akan berlanjut jika munsyukuri nikmat Allah , tapi akan berhenti jika kufur nikmat, makanya jika kita sudah tahu diri, lebih mudah untuk mengendalikanya karena semua nikmat berasal dari Allah SWT sehingga pandai pandailah agar semua nikmat tidak lepas dari kita gara gara kita kufur nikmat.
Sering kali lupa, setelah prestasi kita raih dan hadiah kita peroleh kita lupa diri, sehingga hadiah dan prestasi kita cepat lepas dari kita, oleh karena itu saya sarankan untuk semua saja agar langgeng prestasi kita kita selalu mencoba tahu diri dalam bentuk mampu mengendalikan diri untuk mengatur manajemen sedemikian rupa agar awet atau langgeng dengan menggunakan konsep Alquran yaitu konsep " Undur kaifa " artinya kita memunculkan kewaspadaan dengan satu kata " kalau begini apa yang harus aku lakukan " saya gambarkan beini , jika lantai kotor aku harus bagaimana, kalau cucian piring banyak ,akau harus bagaimana, kalau kamar kotor aku harus bagaimana, kalau uangku banyak aku harus bagaimana, kalau tetanggaku miskisn akau harus bagaimana , kalau kalau yang lain masih beitu banyak, yang jelas setelah kita berprestasi kita tidak boleh sombong, angkuh ,takabur, merasa paling bersih, paling jujur,paling rajin, paling kaya, paling sehat dan paling paling yang lain , yang kesemuanya adalah cobaan buat kita, karena kalau kita terjebag masuk ke perasaan yang paling tadi, maka bisa dipastikan kita prestasi kita akan luntur dan hadiah tidak akan muncul lagi artinya, akan tamat , akan disi oleh manusia yang lain yang lebih berbobot dan bermatabat dimata Allah dengan segala persiapanya dan prestasi sehingga orang lain mengagungkan dirinya , hidup itu berputar seperti roda kadang diatas kadang dibawah maka kita perlu waspada , dan berihktiar agar kita selalu berada diposisi yang baik dengan jalan hidup penuh prestasi dan tahu diri sehingga kita selalu ingat, akan peringatan Allah SWT pada saat kita diposisi atas maka kita selalu bersyukur atas semua nikmat yang datang dari Allah SWt ....Semoga

Keingintahuan yang menggelitik


Sesuatu yang lucu muncul secara tiba tiba saat kita berkumpul dengan anak anak, mereka dengan polosnya mengucapkan kata kata atau nyanyian, celotehan orang dewasa, kadang kadang celotehan anak tersebut jika didengar bisa bikin merah telinga, atau bahkan protes dari orang lain, mereka bilang kita mendidiknya kurang benar sehingga mereka meminta untuk memperhatikan/mendidik anak yang benar.Ya namanya anak anak, sesuatu kajian menarik untuk mulai menulis tentang tingkah laku mereka.
Seringkali jika kita amati, anak anak kebanyakan meniru tingkah laku kakak kakaknya atau orang lain yang sering berhubungan langsung dengan anak tersebut. Sehingga apa saja yang diperbuat si kakak akan ditiru jika menurut si anak bisa menjadi obyek perhatian untuk orang lain, si anak akan memberontak jika keinginannya ditolak atau dilarang, sehingga kita yang lebih dewasa harusnya mengerti akan dunia mereka.
Menurut kak Seto Mulyadi dalam sebuah wawancara televisi beliau mengatakan " anak sering kali meniru perbuatan orang dewasa atau orang lain yang dekat dekat si anak, sehingga perlu waspada dan hati hati jika akan mengeluarkan kata kata atau pernyataan yang keras/kotor, karena merupakan obyek tiruan bagi si anak.Kita sering menganggap hal biasa tetapi kenyataannya mempunyai dampak yang tidak baik bagi masa depan perkembangan si anak.
Yang menjadi pertanyaan adalah:" mengapa anak anak suka meniru perbuatan orang lain atau kakaknya atau orang dewasa yang dekat dengan mereka? " nah inilah yang akan kita lihat bersama.
Sering tidak disadari orangtua sesungguhnya merupakan tokoh panutan bagi anak. Celoteh, tindak-tanduk, bahkan mimik muka kita pun bisa ditiru anak. Untuk perilaku positif tentu kita senang. Tapi untuk yang buruk? Tentu tak satu pun orangtua ingin menularkan pada anak mereka.

Ada cerita soal imitasi ucapan ibu pada anaknya. Ketika seorang ibu memanggil anak sulungnya keluar kamar, tiba-tiba anaknya dengan dengan fasih meneruskan ucapan ibunya saat mengingatkannya untuk segera bersiap sekolah.

“Nanti terlambat, sebentar lagi jam setengah tujuh, ayah sudah mau berangkat, jangan sampai ketinggalan, ayo minum susunya, habisakan rotinya!” tiru sang anak sambil bersungut-sungut manuju meja makan.

“Udah hafal deh Bu! Bosen” sambung sang anak cuek sambil duduk di ruang makan. Sang ibu tidak menyangka kalau ucapan yang tanpa sadar diucapkan berulang-ulang setiap pagi bisa ditiru persis sekali sampai nada tinggi rendahnya pula.

Kemudian ada cerita lainya, saat seorang ayah mendapat pujian dari jamaah masjid di daerahnya, “Hebat ya anak-anaknya pak ikhsan, semua pada rajin ke masjid, sama kayak bapaknya.”

Mendengar ini, bisa terjadi jika sang ayah memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Dan untuk menjadi contoh yang baik ini, sang ayah bertahun-tahun harus melawan sifat malasnya untuk pergi shalat subuh di masjid.

Orang tua adalah model utama

Dalam bersikap dan bertingkah laku setiap anak memang banyak meniru pada lingkungannya, mulai dari orangtua, nenek-kakek, om-tante, pengasuh, tetangga, sekolah, guru, teman, bahkan dari tv dan vcd yang ia tonton.

Anak mudah sekali meniru apa yang dia lihat dan menjadikan lingkungan sebagai model kehidupan. Mulai dari ucapan, misalnya kata-kata yang mudah untuk diikuti. Atau, tingkah laku yang dilihat dari tontonan film.

Orangtua pada umumnya menjadi model utama bagi anak. Karena ayah dan ibu adalah dua orang yang berperan dalam pola asuh anak sejak dia hadir ke dunia. Maka, jangan kaget bila cara saat orangtua marah maupun saat menunjukkan kasih sayang, semua akan ditiru dan dipelajari anak.

Bila orangtua terbiasa menggunakan kata-kata kasar atau caci maki saat kesal dengan orang lain, anak juga akn mempelajarinya dan berpikitr, “oh, kalau marah atau kesal sama orang, begitu ya caranya.” Sehingga, ketika anak kesal pada temannya, maka dia akan begitu juga.

Sebaliknya jika orang tua mengajarkan untuk saling sayang, saling menghormati, tamu datang dihormati, hormat pada orangtua dan kakak, sayang pada adik, bahkan binatang pun disayang. Anak pun akan menirunya. Pada semua orang anak akan menunjukkan rasa hormatnya dan bersikap santun.

Ayo, jadi model yang baik

Banyak orangtua yang memiliki harapan tinggi terhadap anaknya, namun perilaku yang diharapkanya belum dilakukannya. Misalnya, berharap anaknya senang membaca, tetapi orangtua sendiri tidak suka membaca. Menyuruh anaknya sholat berjamaah, padahal dirinya sendiri sering meninggalkanya. Tentu cara ini tidak akan efektif.

Contoh yang baik, akan lebih melekat pada anak bila diiringi dengan penjelasan. Apa manfaatnya senang membaca buku, apa keuntungannya berjamaah di masjid dan sebagainya.

Dengan begitu, anak secara perlahan mulai mengerti tentang pentingnya melakukan perbuatan-perbuatan itu. Sehingga yang diharapkan adalah anak melakukan perilaku tersebut secara sadar dan menyenanginya, bukan karena paksaan. Maka dari itu, mari mulai sekarang kita memaksakan diri menjadi model yang baik untuk anak.